Rabu, 24 Juli 2013

PROFIL VARIETAS UNGGUL KLON KARET IRR 39 DAN 42

SUMBER : http://www.ipard.com/produk/IRR39&42.asp

 
I.       PENDAHULUAN
Areal karet di Indonesia sampai saat ini telah mencapai 3.5 juta ha, dimana 80 % merupakan perkaretan rakyat dengan produktivitasnya masih rendah.  Rendahnya produktivitas ini selain penerapan teknologi budidaya seperti pemupukan dan pemeliharaan yang kurang, yang lebih pokok adalah masalah penggunaan bahan tanamnya.  Telah terbukti bahwa penggunaan bahan tanam klon unggul dalam pengusahaan perkebunan karet merupakan komponen teknologi utama yang memberikan peningkatan produktivitas yang cukup nyata.
Dengan adanya Undang-Undang No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman pasal 13 ayat 1 menyatakan bahwa bahan tanam yang akan dikembangkan dalam pertanaman harus berupa benih bina yang dilepas secara resmi oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia. Oleh karena itu klon-klon karet anjuran yang terakhir sebelum digunakan secara luas harus dilakukan pelepasan oleh Menteri Pertanian.
Klon-klon karet seri IRR 39, dan 42 merupakan klon yang mempunyai pertumbuhan yang cepat dan mempotensi baik hasil baik dari segi lateks maupun kayunya, sehingga sudah memungkinkan untuk dikembangkan dalam pertanaman.  Untuk itu tulisan ini mencoba mengajukan pelepasan klon-klon tersebut untuk menjadi benih bina.
II.    POTENSI KEUNGGULAN
Potensi keunggulan suatu klon karet akan dilihat dari hasil pengujian yang dilakukan dan dibandingkan dengan klon standar yang digunakan sebagai kontrol.  Sebagai klon pembanding biasanya digunakan klon-klon yang banyak dikembangkan pada saat pengujian berlangsung, dalam hal ini adalah GT 1.  Untuk melihat potensi keunggulan klon tentu saja dilihat dari produksi lateks, pertumbuhan lilit batang dan tebal kulit, sifat sekunder terutama ketahanan terhadap penyakit daun dan juga spesifikasi dari mutu lateks dan karet yangs sesuai untuk pengolahan produk tertentu.
·        Produksi
Klon
Produksi karet kering (kg/p/th) pada thn sadap ke
Komulatif
Rata
1
2
3
4
5
7
8
IRR 39
IRR 42
GT1
3.55
3.66
4.08
3.72
4.14
4.10
2.57
3.58
2.18
2.19
6.21
3.30
5.17
6.66
4.60
5.96
7.53
4.84
6.06
8.00
4.02
29.22 (108)
39.78 (146)
27.12 (100)
4.17
5.68
3.87


Dari hasil pengamatan produksi karet kering, tampak bahwa kedua klon tersebut mempunyai produksi di atas pembanding GT 1, bahkan untuk klon IRR 42 hampir 1.5 kali dari GT 1.
·        Pertumbuhan
Klon
Lilit batang (cm) pada umur
Laju pertumbuhan (cm/th)
2
3
4
5
Pra sadap
Pasca sadap
IRR 39
IRR 42
GT1
21.00
24.50
19.90
36.06
29.15
29.05
48.26
50.98
43.39
61.58
51.41
51.20
13.53
  8.97
10.43
4.58
2.03
1.47

Klon
Tebal kulit
Perawan A
Perawan B
Pulihan A
IRR 39
IRR 42
GT1
7.09
6.50
5.42
6.69
6.29
5.74
6.54
6.33
4.24

Data pertumbuhan yang diamati meliputi lilit batang dan tebal kulit.  Dari Tabel pengamatan lilit batang bahwa laju pertumbuhan sebelum sadap mencapai 9 – 13.5 cm/th.  Dari data ini tampak bahwa kedua klon dapat mencapai matang sadap pada umur 4 tahun.  Sedangkan pertambahan lilit batang setelah sadap mencapai 2-4.5 cm/th.
Untuk mengetahui potensi volume biomasa dan kayu gergajian, dihitung dengan mengggunakan rumus pendekatan berdasarkan lilit batang (Shorrock (1965)
Vol biomassa: Wg x BD,
Wg :bobot biomasa : 0.002604 G 2.78,
Wg : bobot tajuk (kg),  G : lilit batang pada ketinggian 100 cm dpo
BD : bobot jenis kayu karet (= 0.61)
 (bobotnya 0.61 ton pada volume 1 m3)
Estimasi volume kayu gergajian dihitung dengan rumus :
Volume (m3) : [{ (lilit batang)2 x 3.5}/4] /10 000,
           
Lilit batang diukur  pada ketinggian 100 m dpo, panjang batang asumsi 3.5 meter
No
Klon Karet
Tinggi batang
Vol Biomasa pada umur
Vol kayu gergajian pada umur
5
10
5
10
25
1
2
IRR 39
IRR 42
6.0
6.5
0.40
0.24
1.03
0.86
0.11
0.07
0.21
0.18
0.82
0.41
GT1
0.24
0.46
0.07
0.12
Data pengamatan tebal kulit menunjukkan bahwa kedua klon mempunyai pertumbuhan kulit yang bagus, sehingga kulit pulihannya sudah mampu disadap kembali setelah 5 tahun sadap.

·        Ketahanan penyakit

Dari pengamatan ketahanan terhadap penyakit terutama penyakit daun, kedua klon tersebut mempunyai ketahanan yang cukup bagus.  Untuk klon IRR 39 dilaporkan bahwa serangan penyakit gugur daun di lapangan untuk Colletotrichum dan Oidium pada klon ini rendah berturut-turut adalah 2.96 % dan 2.35 %.  Sedangkan untuk Crynespora belum ada laporan.
Dari hasil evaluasi dilapangan, klon IRR 42 dinilai resisten terhadap gangguan penyakit gugur daun Colletotrichum, Corynespora dan Oidium  

·        Mutu lateks dan sifat karet
Hasil pengamatan Kadar Karet Kering (KKK) lateks klon IRR 39 adalah 35,1%.  Dari hasil analisis karakteristik mutu lateks klon  IRR 39  mempunyai nilai Po sebesar 54, PRI : 77, Vr : 97, kadar Mg : 39,4 dan nilai Lovibond sebesar 7.  Dengan karakteristik mutu lateks tersebut maka lateksnya dapat diproses menjadi SIR 3 WF.  Sedangkan hasil pengamatan Kadar Karet Kering (KKK) lateks untuk klon IRR 42 adalah 36,5%.  Dari hasil analisis karakteristik mutu lateksnya mempunyai nilai Po sebesar 54, PRI : 72, Vr : 105, kadar Mg : 50,4 dan nilai Lovibond sebesar 10. Dengan karakteristik mutu lateks tersebut maka lateksnya dapat diproses menjadi SIR-5

III. DISKRIPSI VARIETAS/SPESIFIKASI TEKNOLOGI
Dari diskripsinya kedua klon ini mempunyai percabangan dengan jumlah sedikit, ukuran yang besar dan posisinya tinggi.  Tajuk tidak berat dengan ukuran daun cukup lebar.  Khusus untuk klon IRR 39 mempunyai ciri khusus yang sudah dapat dibedakan dengan klon lainnya sejak masih muda.  Ciri khusus tersebut adalah ditemukannya jumlah helai daun yang lebih dari 3, yaitu 4-5 lembar setiap tangkai daun.
  ( biasa disebut karet daun lima-BP)

IV.  HISTORI PERAKITAN
Klon IRR 39 dan IRR 42 merupakan hasil persilangan tahun 1967 yang dilakukan di Bogor oleh Balai Penelitian Bogor.  Seleksi tanaman semaian dilakukan di Kebun Percobaan Ciomas Bogor.  Registrasi lama klon ini adalah TMS (Tjiomas) dengan seri 5000.  Dari hasil pengujian pendahuluan tersebut, genotipe yang terpilih kemudian dinamakan dengan klon seri RM.  Pengujian di Kebun Percobaan Sembawa dilakukan sejak tahun tanam 1973/1974.  Nomor registrasi genotipe dan penamaan klon untuk pelepasan disajikan pada Tabel 1.
Tabel.  Nomor registrasi, nama klon yang dilepas dan tetuanya
No
Registrasi lama
Nama klon yang dilepas
Tetua persilangan
Seri TMS
Seri RM
1
TMS 5079
RM 39
IRR 39
LCB 1320 x FX 25
2
TMS 5082
RM 42
IRR 42
LCB 1320 x F 351
V.     PROSPEK PENGEMBANGAN
Pengembangan tanaman karet pada masa mendatang tampaknya akan lebih mengarah pada usaha yang tidak saja menghasilkan lateks tetapi juga mengarah pada hasil kayu maka pengembangan kedua klon ini akan cukup baik.  Untuk mendukung permintaan bahan tanam kedua klon tersebut saat ini di KP Sembawa telah tersedia berupa kebun kayu okulasi (kebun entres) sebanyak 8600 batang atau 1 ha untuk IRR  39 dan 1000 batang  untuk IRR 42.  Khusus untuk klon IRR 42 jumlah ini terus akan ditambah secara bertahap dengan cara menggantikan klon-klon lama yang sudah tidak diminati oleh para konsumen.
Kedua klon ini dan beberapa klon lain, telah ditanam pada beberapa lokasi baik untuk perkebunan besar maupun untuk rakyat melalui Dinas perkebunan setempat yang masih bersifat uji coba.  Sebaran klon-klon tersebut adalah sebagai berikut:
1.            PT MHP (SUM-SEL, berupa kebun entres)
IRR 39 : 278 btg IRR 41 : 211 btg, dan IRR44 : 222 btg. Tahun : Oktober 2000
2.            PT BRK SUM-SEL : IRR 39 :4375 OMT, IRR 44 : 89225 OMT.  Tahun : Januari 1999
3.            PT LONSUM : IRR 39 ditanam dengan perlakuan 2 populasi (500 dan 1000 p/ha) tahun tanam : 1997
4.            PTPN VII (LAMPUNG) : Dd kebun Bergen : IRR 32, IRR 39, IRR 41, IRR 44 Tahun tanam  1999
5.            PTPN VIII (JAWA BARAT) : Di Sukabumi IRR 32 : 475 OMT, IRR 39 : 2850 OMT. TH : MEI 2000 (belum termonitor)
6.            PTPN XII (Jawa Timur) : IRR 21, IRR 24, IRR 39, IRR 44, IRR 100, IRR 111, IRR 117. Tahun Tanam : Desember 1996
7.            PTPN XIII (Kalimantan Selatan): Danau Salak, IRR 24 : 660 OMT, IRR 32 : 330 OMT, IRR 39 : 660 OMT, IRR 41 : 660 OMT, IRR 44 : 990 OMT dan IRR SERI 100 (Agustus 2000)
8.            Disbun Kal Sel : IRR 24, IRR 32, IRR 39, IRR 41, IRR 44 : 10 OMT/klon, Tahun: Juli 2000 berupa Kebun Entres
9.            Disbun Jambi : Proyek  OECF di Sebapo IRR 39 dan IRR 44, masing-masing 1 ha di lahan petani (tahun tanam 2000/2001)
10.        Disbun Kal Teng (Muara) : IRR 33, IRR 39, IRR 44 : 20.000 OMT berupa kebun  entres (Tahun tanam : 1999)
11.       Klon IRR 5, IRR 32, dan IRR 39 pada 5 penangkar di Kabupaten Banyuasin  dengan sistem Waralaba berbantuan (Tahun tanam 2002)

12.       Di Jawa Timur : Unit Usaha Tretes PTPN XII Jawa Timur sebagai percobaan untuk mencari klon yang sesuai untuk wilayah kering (Tahun tanam 2002)


Cara Memperbanyak Racun Rumput



Cara Memperbanyak Racun Rumput
oleh : Ir.H.Dian Kusumanto (Kompasianer).

RESEP 5in1 (Five in One) alias GUS BenSol

Resep ini bisa saja diberi nama Racun Rumput FiO, atau Racun Rumput GUS BenSol. FiO artinya Five in One, sedangkan Gus Bensol maksudnya Garam Urea Sabun serbuk Bensin dan Solar. Mungkin nama yang enak didengar adalah Racun Rumput GUS BenSol, biar keren dan mudah terkenal. Bagaimana?
Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Bensin 1 liter
2. Solar 1 liter
3. Garam 1 kg
4. Urea 1 kg
5. Sabun Serbuk 1 kg
Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu, mulai dari bensin dan solar dalam satu wadah.
2. Pada wadah yang lain kemudian garam dan urea serta sabun serbuk dicampur.
3. Wadah satu yang berisi campuran bensin dan solar dicampurkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk dituangkan pada wadah kedua yang berisi campuran garam, urea dan sabun serbuk.
4. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu.
5. Bahan racun rumput (FiO) Five in One alias GUS Bensol siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari nyala api, karena bahan ini mudah terbakar.
Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput FiO Gus Bensol ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

RESEP Oplosan Three in One (OTiO 12) alias Alur 12

Disebut Racun Rumput OTiO 12 alias Alur 12, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 12 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Kampung Sei Jepun bernama Bapak Mustafa (43) ini diperoleh saat dia bekerja di perkebunan Sawit di Malaysia. Resep ini pun sudah diminta ijinny untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.

Disebut Alur 12 karena bahannya adalah Air Laut sebanyak 12 liter dan Urea, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik yang akan digunakan.
Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
2. Air Laut 12 liter
3. Urea 2 kg
Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Alumunium atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan air laut dan urea dalam wadah kuali itu kemudian dipanaskan di atas kompor atau tungku kayu bakar.
3. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu sambil terus dipanaskan sampai mendidih. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
4. Bahan racun rumput OTiO 12 (Oplosan Three in One) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.
Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 12 alias Alur 12 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

RESEP Oplosan Three in One (OTiO 13) alias Hervit Top 13

Disebut Racun Rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 3 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat melalui seorang PPL bernama Asri Aziz (33) ini diperoleh saat dia bekerja di sawah dan kebun Kakaonya sendiri. Resep ini pun sudah diminta ijinnya untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.
Disebut Hervit Top 13 karena bahannya adalah Vitsin (Vit) 250 gram dan Toak Pahit (ToP) sebanyak 3 liter, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik sebanyak 1 liter menjadi 3 liter.
Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
2. Toak Pahit atau tuak, sager, cap tikus, arak dari nira aren 3 liter
3. Vitsin, atau ajinomoto, sasa,  250 gram
Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Plastik atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan Toak Pahit dan Vitsin dalam wadah kuali itu kemudian diaduk-aduk.
3. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
4. Bahan racun rumput OTiO 13 (Hervit Top 13) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.
Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).
Barangkali Anda juga punya resep yang sama ampuhnya dengan resep di atas. Atau bahkan lebih hebat? Maka jangan malu-malu atau ragu-ragu untuk saling berbagi, agar petani kita lebih makmur dan sejahtera. Sudah waktunya kita membela para Petani agar bisa meminimalkan biaya-biaya usaha taninya. Jangan selalu kita memeras petani dengan bisnis yang mengandung pembodohan terstruktur sekaligus merusak tatanan kelestarian alam.
Semoga berguna, Hidup untuk petani Indonesia!




READY STOCK :
BIBIT AREN UMUR 16 BULAN, HARGA RP.10.000/BATANG, TINGGI 100 CM.
BIBIT AREN RP. 4.000/POKOK, TINGGI 40 CM (UMUR 6 BULAN) .
KECAMBAH BIBIT AREN UMUR 2 BULAN ( UNTUK PENGIRIMAN JARAK JAUH ), HANYA RP. 1.500/POKOK.
HP.0813 7000 8997. DENGAN MUHAMMAD ISNAINI. 
 

Budidaya Tanaman Aren atau Enau



Pohon Ini Menghasilkan Rp.30.000/pohon/hari


Namanya pohon arenga pinnata merr. Atau aren, enau, atau bargat.

Nah, kalau anda punya 200 pohon saja, dan 50% berproduksi, berapa penghasilan kotor anda perhari?

Pohon aren ada dua varietas, varietas dalam dan varietas genjah.


No.
Uraian
Aren Dalam
Aren Genjah
 1
Umur mulai berproduksi
8 tahun
7 tahun
 2
Tinggi pohon
12-15 meter
7-9 meter
 3
Diameter batang
60-70 cm
40-55 cm
 4
Masa produksi
8-9 tahun
5-6 tahun
 5
Jumlah tandan selama hidup
18-22 tandan
9-13
 6
Jumlah nira perhari
10-25 liter
6-10 liter
 7
Rendemen
12-14%
10-13%
 8
Harga nira/liter
rp.4.000
rp.4.000











Pohon aren pertumbuhannya tidak sama dengan pohon sawit. Pohon aren tumbuh dulu sampai tinggi puncak, baru kemudian keluar tandan buah (betina). Setelah keluar 3-6 tandan betina, barulah dibawahnya keluar tandan bunga (jantan). Bila aren sudah keluar tandan betina, maka berarti ia sudah tidak tumbuh lagi secara vegetatif. Bahkan, pelepah daunnya pun tidak akan bertambah lagi. STOP sudah.

* Tips : Jangan potong pelepah daun aren yang pohonnya sudah mengeluarkan tandan, untuk alasan apapun. Minimal harus ada 10 pelepah aren dalam satu pohon. Makin sedikit pelepah daun, makin sedikit air niranya.

Pohon aren yang sudah keluar tandan ini, cuma akan tumbuh secara generatif, yakni berbuah dan berbunga. Tandan buah dan bunganya tumbuh dimulai dari pelepah atas, lalu turun ke bawah, dan terakhir tandan akan tumbuh dari celah bekas pelepah daun yang paling bawah, dekat dengan tanah. Setelah itu, maka pohon pun akan mati otomatis secara perlahan.

* Tips : Bersihkan ijuk yang menyelimuti batang pohon aren bila tandannya sudah keluar. Ijuk yang tebal akan mencegah keluarnya tandan jantan yang akan disadap untuk diambil niranya.

Kami ulangi, bila sudah sampai puncak pertumbuhan vegetatif, maka aren akan mengeluarkan tandan betina, yang kemudian menjadi buah. Buah aren bisa diolah menjadi kolang-kaling alias bargat. Satu tandan buah aren bisa menghasilkan kolang-kaling s.d 50 kg. Jumlah tandan betina ini antara 3-6 tandan per pohon.

Orang tua dulu umumnya tidak mau menyadap tandan betina ini, berdasarkan kearifan lokal. Padahal bila disadap, air niranya akan keluar jugam meski tidaklah sebanyak air nira yang akan keluar dari tandan jantan. Tetapi kami menduga, ada juga hubungan antara keluarnya tandan jantan dengan adanya tandan betina atau tandan buah di atasnya. Karena itu kami sarankan, jika mau disadap juga, mulailah menyadap tandan aren betina pada tandan ke dua. Artinya, tandan pertama dibiarkan menjadi buah, lalu dituakan untuk bibit, apabila nira dari pohon itu ternyata cukup banyak.

Buah aren cukup lama untuk menjadi tua, bisa mencapai dua tahun, sehingga tandan jantan sudah keluar sampai yang ke empat atau kelima. Artinya, tandan jantan sudah habis disadap sampai tandan yang kelima, barulah buah aren itu tua dan jatuh dengan sendirinya. Buah aren yang baik untuk bibit, ialah buah yang berasal dari mayang yang bagian luar.

* Tips : gunakan pisau yang luar biasa tajam saat menyadap aren. Pisau yang tumpul akan membuat air nira sedikit dan tandan cepat mati sebelum habis disadap. Jangan pakai pisau sadap untuk keperluan apapun selain untuk menyadap. Jauhkan pisau dari anak-anak, dan terutama dari bumbu dapur.

Penyadap aren harus memiliki jerigen penampung nira dua kali lipat dari jumlah tandan pohon yang disadap. Jerigen harus dibersihkan dan dikeringkan sebelum dipakai. Sedapat-dapatnya tutup lubang yang ada saat jerigen menampung nira, agar bakteri yang ada di udara bebas tidak masuk lalu mencemari nira hingga menjadi masam.

* Tips : masukkan 50-60 gram sabut kelapa yang segar ke dalam jerigen penampung nira. Ini akan mengawetkan nira anda dari bakteri selama tiga jam terhitung sejak diturunkan. Bisa juga memakai getah manggis, kulit buah manggis, getah/kayu nangka, serutan buah nangka muda, minyak makan 50 ml dan tumbukan buah kemiri 4 buah, dan beberapa resep lainnya.  Jangan pakai deterjen ! Berbahaya ! Berdosa ente !

Air nira bisa dibuat gula aren, gula semut, alkohol 70% untuk farmasi dan methanol 99,6% (fuel grade). Buat muslim, nira tidak boleh dibuat menjadi Tuak, Sager, Cap Tikus, Arak, dll.

Yang populer saat ini adalah, nira dijual dalam bentuk air nira manis, dicampur dengan es batu. Harganya satu gelas rp.3.000.- Satu liter nira bisa menjadi 5 gelas. Artinya, satu liter nira bisa menghasilkan uang 14.500 rupiah. Yang 500 rupiahnya = biaya es batu.

Es nira itu selain rasanya manis segar, juga sehat, karena GI (Glikemics Index ) nira adalah pada angka 70. Setara dengan angka sehat konsumsi Bandingkan dengan gula putih atau gula produk tebu lainnya yang GI-nya 90.  

Menanam aren tidaklah sulit, sangat mudah malah. Tidak ada trik-trik tertentu. Ia bahkan  tidak memiliki penyakit seperti pada pohon kelapa sawit, misalnya. Dibiarkan hidup alami saja, aren dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan nira yang cukup banyak, apalagi bila dirawat.

Jarak tanam yang kami rekomendasikan adalah 5x10 meter dengan sistim tumpang sari dengan tanaman lain. Jika ditanam  dengan sistim monokultur, aren dapat ditanam dengan jarak 5x6 meter. Ada juga sebagian petani yang menanam dengan jarak 5x5 meter, atau 400 pohon perhektar!

Adapun jenis tanaman yang dapat ditanam di sela penanaman aren, sudah kami tulis sebelumnya.

Hanya saja, aren membutuhkan naungan saat baru ditanam di lapangan. Jika tidak ada naungan, maka gulung lalu ikatlah daun-daun bibit aren dengan tali dari pelepah pisang. Jika tidak ada tali pelepah pisang, maka bisa pakai tali plastik yang sudah dibelah tiga. Biarkan tali-tali itu hancur dengan sendirinya nanti. Ini untuk mencegah penguapan yang berlebihan. Bila hujan jarang turun, maka tanaman baru aren perlu disiram. Karenanya, penanaman aren dianjurkan di awal menuju pertengahan musim penghujan.

Untuk varietas, kami sarankan untuk menanam aren varietas dalam. Memang lebih lama baru berproduksi, 8 tahun, tetapi sekali berproduksi, hasilnya sangat memuaskan. Lagi pula kita kan menanamnya dengan sistim tumpang sari, sehingga masih dapat penghasilan dari ubi, jahe, palawija, cabai, kopi, cengkeh, bibit sawit, dan lain-lain tanaman yang kita usahakan di sela tanaman aren. Percayakah anda jika kami katakan bahwa satu hektar tanaman aren memberikan hasil 12 kali lebih banyak daripada satu hektar tanaman sawit, dalam masa yang sama, yakni 20 tahun?

Perhitungan ekonomis tanaman aren telah kami paparkan dalam tulisan sebelumnya.

*Tips : jika membeli bibit aren via kiriman kilat, hati-hatilah. Ada beberapa produsen bibit yang kurang pandai mengemas bibit, dan gagal menentukan usia bibit yang potensial untuk dikirim jauh, hingga bibit akan mati setelah anda tanam di polibag 4-5 hari kemudian. Meskipun sudah dinaungi dan dijaga kelembabannya pada nisbi 80-85%.

Jadi, jika anda membeli atau membuat sendiri bibit aren, tanamlah dulu  ke polibag besar ukuran 30/40 ( polibag bibit sawit besar). Sepuluh bulan kemudian baru anda tanam ke lapangan. Ciri bibit aren yang sudah siap tanam ke lapangan: daunnya sudah 4-5 helai, tinggi 40-50 cm dengan akar yang sudah cukup banyak. Cara ini jauh lebih baik dibanding anda beli bibit aren siap tanam tapi dikirim tanpa polibag. Pengiriman dengan mengikutkan semua tanah yang ada di dalam polibag memang hampir tidak mungkin dilakukan, karena akan  terlalu berat sehingga ongkos kirim akan menjadi terlalu mahal.



READY STOCK :
BIBIT AREN UMUR 16 BULAN, HARGA RP.10.000/BATANG, TINGGI 100 CM.
BIBIT AREN RP. 4.000/POKOK, TINGGI 40 CM (UMUR 6 BULAN) .
KECAMBAH BIBIT AREN UMUR 2 BULAN ( UNTUK PENGIRIMAN JARAK JAUH ), HANYA RP. 1.500/POKOK.
HP.0813 7000 8997. DENGAN MUHAMMAD ISNAINI.