Selasa, 03 Desember 2013

BUDI DAYA TANAMAN KARET



BUDI DAYA TANAMAN KARET
 Sumber : www.disbun.jabarprov.go.id

I.      PENDAHULUAN

        A.    Latar Belakang

Karet mempunyai arti penting dalam aspek kehidupan sosial ekonomi masyarakat indonesia, yaitu:
-             Salah satu komoditi penghasil devisa negara.
-             Tempat persediaanya lapangan kerja bagi penduduk.
-             Sumber penghasilan bagi petani karet
         B.    Syarat-syarat Tumbuh
       1.    Tanah
-            Tanah harus gembur
-            Kedalaman antara 1-2 meter
-            Tidak bercadas
-            PH tanah 3,5 – 7,0
-            Ketinggian tempat anatara 0 – 400 meter, paling baik pada ketinggian 0 – 200 meter, setiap kenaikan 200 meter matang sedap terlambat 6 bulan.
       2.     Iklim
-            Curah hujan minimum 1.500 mm pertahun, jumlah hari hujan 100 – 150 hari, curah hujan optimum 2.500 – 4.000 mm.
-            Hujan selain bermanfaat bagi pertumbuhan karet, ada hubungannya dengan pemungutan hasil, terutama jumlah hari hujan sering turun pada pagi hari
-            Unsur angin berpengaruh terhadap ;
-            Kerusakan tanaman akibat angin kencang,
-            Kelembaban sekitar tanaman,
-            Produksi akan berkurang.

II.      PERSIAPAN LAHAN

A.            Pengolahan Lahan.

1.       Penebangan dan pembakaran pohon yang ada pada lahan.
2.       Penyacaran lahan dari rumput yang ada.
3.        Pembajakan dengan traktor atau penggarpuan/pencangkulan dilakukan 3 kali, dengan tenggang waktu 1 bula, setelah pembajakan ke 3 lahan dibiarkan 2 minggu baru digaru.

         B.       Pencegahan Erosi

1.             Pembuatan teras, baik teras individu maupun teras bersambung di sesuaikan dengan kemiringan lahan.
2.             Pembuatan parit dan rorak, parit dibuat sejajar dengan lereng,saluran drainase memotong lereng dan rorak dibuat diantara barisan.
3.             Pengajiran, untuk menentukan letak tanaman dan meluruskan dalam barisan dengan cara sebagai berikut :
-     Tentukan arah Timur-Barat (TB) atau  Utara-Selatan (US).
-     Ukur pada TB jarak 6 meter atau 7 meter  dan 3 meter dari arah US.
4.    Penanaman penutup tanah, kegunaaanya : melindungi tanah dari sinar matahari langsung, erosi,  menekan pertumbuhan gulma, dan sebagai media hidup cacing.



III.    PENANAMAN

1.              Pembuatan lubang tanam dan pengajiran kedua.
2.              Jarak tanam untuk tanah ringan 45X45X30 Cm, untuk tanah berat 60 X 60 X 40 Cm.
3.              Lubang dibiarkan satu bulan atau lebih.
4.              Jenis penutup tanah; Puecaria Javanica, Colopogonium moconoides dan centrosema fubercens,penanaman dapat diatur atau ditugal setelah tanah diolah dan di bersihkan, jumlah bibit yang ditanam 15 – 20 Kg/Ha dengan perbandingan 1 : 5 : 4 antara Pueraria Javanoica : Colopoganium moconoides dan cetrosema fubercens
5.         Penanaman ; bibit ditanam pada lubang tanah yang telah dsiberi tanda dan ditekan sehingga leher akan tetap sejajar dengan permukaan tanah, tanah sekeliling bibit diinjak-injak sampai padat sehingga bibit tidak goyang, untuk stump mata tidur mata menghadap ke sekatan atau di sesuaikan dengan arah angin.

III.             PEMELIHARAAN

          1.      Penyulaman
-            Bibit yang baru ditanam selama tiga bulan pertama setelah tanam diamati terus menerus.
-            Tanaman yang mati segera diganti.
-            Klon tanaman  untuk penyulaman harus sama.
-            Penyulaman dilakukan sampai unsur 2 tahun.
-            Penyulaman setelah itu dapat berkurang atau terlambat pertumbuhannya.
         2.       Pemotongan Tunas Palsu
Tunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu, sedangkan tunas liar dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 meter.
          3.      Merangsang Percabangan
Bila    tanaman   2 – 3 tahun    dengan tinggi 3,5 meter  belum  mempunyai    cabang    perlu  diadakan perangsangan  dengan cara :
-                 Pengeringan batang (ring out)
-                 Pembungkusan pucuk daun (leaf felding)
-                 Penanggalan (tapping)
          4.      Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu menjelang musim hujan dan akhir musim kemarau, sebelumnya tanaman dibersihkan dulu dari rerumputan dibuat larikan melingkar selama – 10 Cm. Pemupukan pertama kurang lebih 10 Cm dari pohon dan semakin besar disesuaikan dengan lingkaran tajuk.
                                                 Umur
(Bulan)
D o s i s      (gram/pohon)
Urea
Rock Pospat
(Rp)
MOP
Kleresit
Pupuk dasar
2 – 3
7 – 8
12
 18
24
36
48

-
75
75
100
100
250
275
300

200
150
150
175
175
400
400
400

-
50
50
62
62
150
200
200

-
50
50
50
50
100
100
100
            Cat : Jenis Pupuk dapat diganti asalkan kandungan unsur haranya setara.
          5.      Pemeliharaan Penutupan Tanah
         Tabel Waktu Dosis dan Cara Pemupukan Tanaman Penutup Tanah
Waktu
Dosis
Cara Pemberian
Saat tanam



Umur 3 bulan

20 Kg Fospat
alam atau sesuai
dengan berat bibit

200 – 300 fosphat
alam setiap hektar
Dicampur dan ditabur
bersama-sama dengan
 biji..

diatur dan ditabur, di
atur Leguinosa

          6.      Tumpangsari/Tanaman sela/intercroping
Syarat-syarat pelaksanaan tumpangsari :
-                Topografi tanah maksimum 11 (8%)
-                Pengusahaan tanaman sela diantara umur tanaman karet 0 – 2 tahun.
-                Jarak tanam karet sistem larikan 7 X 3 meter atu 6 X 4 meter.
-                Tanaman sela harus di pupuk.
-                Setelah tanaman sela dipanen segera diusahakan tanaman penutup tanah.

IV.         TEKNIK PERLINDUNGAN TANAMAN


         5.1.    HAMA
Hama adalah perusak tanamam yang berupa hewan seperti serangga, tungga, mamalia dan nematoda. Beberapa jenis yang cukup merugikan yaitu:
1.     Kutu Lak (Laccifer)
 Ciri-ciri :
-  Menyerang tanaman karet  dibawah 6 tahun.
-  Kutu berwarna jingga kemerahan dan terbungkus lapisan lak.
-  Mengeluarkan cairan madu, membuat jelaga hitam dan bercak pada tempat serangan.
-  Bagian yang diserang ranting dan daun lalu cairannya dihisap sehingga bagian tanaman yang terserang kering.
-  Penyebaran kutu lak dibantu semut gramang.
Pengendalian :
-  Lakukan pengawasan sedini mungkin.
-  Bila serangan ringan lakukan pengendalian secara mekanais, Fisik dan Biologis
-  Bila serangan berat, dengan Insektisida Albocinium 2% dan formalin 0,15% ditambah Surfaktan Citrowet 0,025%, penyemprotan interval 3 mg.
2.    Pscudococcus Citri
Ciri-ciri :
-  Stadia yang merusak adalah nympha dan imago berwarna kuning muda
-  Meyerang tanaman yang masih muda seperti ranting dan tangkai daun.
Pengendalian :
-  Bila serangan berat bisa menggunakan Insektisida jenis metamidofos dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 0,05%-0,1%
-  Interval penyemprotan 1-2 mg

     5.2. PENYAKIT
Penyakit adalah gangguan yang terus menerus pada tanaman yang disebabakan oleh patogen, virus, bakteri dan jasad renix lain.
Beberapa jenis yang cukup merugikan antara lain:
1.       Penyakit Embun Tepung.
Penyebab
Gejala


Pengendalian

:
:


:
-
-

-
-



Cendawan Oidium heveae
Menyerang daun muda lalu  berbintik putih dan merangas   
Umumnya menyerang setelah musim gugur daun.
Secara mekanis dengan menanam klon yang sesuai ,     pemeliharaan yang intensif,  penyelarasan beban sadapan
Secara kimiawi dengan belerang circus dosis 3 – 5 Kg/Ha interval 3 – 5 hari.
2.       Penyakit Daun Colletotrichum
Penyebab
Gejala



Pengendalian
:
:



:
-
-


-
-
Colletotrichum gloeosporioides

Daun muda cacat dan  gugur, pucuk gundul daun bercak coklat, ditengah  bercak berwarna putih                          bintik hitam (spora)

Penyebab oleh angin dan hujan 
Dengan Fungisida

3.       Penyakit Kanker garis.
Penyebab
Gejala






Pengendalian
:
:


:

:

:
-
-


-

-

-

Phytophthora palmivora butl
Bidang sadapan terdapat garis vertikal berwarna hitam dan bisa masuk  sampai kebagian kayu dan kulit membusuk
Banyak timbul dimusim  penghujan dan kebun yang                          terlampau lembab
Makin rendah irisan, kemungkinan infeksi makin                          besar.
Secara mekanis penjarangan pemangkasan pelindung,      penanaman penutup tanah.
Secara Kimiawi dengan Fungisida (B.a. Kaptofol)

4.       Penyakit Jamur Upas.
Penyebab
Gejala

Pengendalian

:
:

:
-
-

-
Cortisium salmonicolor
Tajuk pada dahan / cabang akan layu sehingga tanaman
 lemah dan produksi turun.
Secara kimiawi luka akibat serangan dilumas dengan
fungisida bahan aktif tridermof  (Calizin Rm 2%).           

5.       Penyakit Bidang Sadapan
Penyebab
Gejala


Pengendalian
:
:


:
-
-

-
-
Ceratocystis Fimbriata
Menerang kulit bidang sadapan yaitu timbul selaput benang berwarna putih kelabu lalu
Penyebaran melalui spora  spora dan pisau sadap
Secara mekanis dengan mengurangi kelembaban.
Secara kimiawi dengan Fungisida bahan aktif  benomil     dan Kaptofol



6.       Penyakit Cendawan Akar putih.
Penyebab
Gejala


Pengendalian
:
:


:
-
-


-

-
-
-
Cendawan Fomes Lignosus
Daun kusam, menguning, layu dan akhirnya gugur
Tanaman bila dibongkar pada akar terdapat cendawan berwarna putih kekuningan        
Secara mekanis saat pembukaan lahan tunggul dan akar harus dibongkar
Penanaman 1-2 tahun  setelah pembongkaran
Tanaman sakit dibongkar lalu dibakar
Secara kimiawi akar yang terserang dipotong lalu          diolesi fungisida.                       

 

VI. PANEN DAN PASCA PANEN
     Tanda-tanda kebun mulai disadap :
Umur rata-rata 6 tahun atau 55% dari areal 1 hektar sudah mencapai lingkjar batang 45 Cm sampai dengan 50 Cm. Disadap berselang 1 hari atau 2 hari setengah lingkar batang, denga sistem sadapan/rumus S2-D2 atau S2-D3
Pengolahan lateks sebagai berikut :
-          Standar karet kebun diturunkan dari rata-rata 32% menjadi 16% dengan jalan memberi air yang bening atau yang bersih.
-          Kemudian dicampur dengancuka/setiap 1 Kg karet kering 350 s/d 375 Cc larutan 1% cuka.
-          Dibiarkan sampai beku.
-          Kemudian digiling dalam gilingan polos dan kembang, kemudian direndam rata-rata 60 menit.
-          Disadap selama 1 minggu
-          Kemudian dihasilkan dalam bentuk RSS I, II, III dan IV of sheet.
                                                                    ***

 
READY STOCK : BIBIT SAWIT RP.900/BUTIR

KECAMBAH, BIBIT KARET RP.500/BUTIR.

BIBIT AREN UMUR 6 BULAN SIAP TANAM RP. 4.000/POKOK.

BIBIT AREN UMUR 2 BULAN ( UNTUK PENGIRIMAN JARAK JAUH ), HANYA RP. 1.500/POKOK.

HP.0813 7000 8997. DENGAN MUHAMMAD ISNAINI.

Sabtu, 30 November 2013

Warianto, Petani Pecinta Singkong

 13858172121206297729
Warianto sedang mempraktekkan cara mengokulasi singkong
Adalah Warianto, seorang petani bersahaja yang sudah puluhan tahun melakukan eksperimen terhadap tanaman singkong alias ubi kayu. Saking seriusnya ia meneliti dan membudidayakan tanaman yang termasuk jenis ketela pohon ini, pada tahun 2007 ia terbang ke Samarinda, Kalimantan Timur, untuk mempelajari singkong gajah langsung dari ahlinya. Juga untuk mendapatkan bibit singkong gajah ini, yang waktu itu masih merupakan varian temuan baru. Ada pun penemu (kembali) singkong raksasa ini sejatinya adalah Profesor Ristono, peneliti asal universitas Mulawarman.
Sepulang dari Kalimantan Timur, Warianto berjaya membawa satu batang stek singkong gajah, sepanjang 30 cm, berikut satu eks buku petunjuk tehnik budidayanya. Stek itu lalu dipotong tiga, lalu ditanam dan dikembangkan.
Waktu penulis datang ke kebun singkong Warianto, ada bermacam jenis singkong yang ia tanam. Ada singkong gajah, singkong lampung, singkong Mukibat, singkong kuning, singkong roti, singkong Darul Hidayah dan lainnya. Cara penanaman singkong itu juga dilakukan dengan berbagai cara. Ada stek, okulasi, kopulasi dan stek cangkok benam.
1385820491177294843
Ubi lampung umur 6 bulan
Beruntung, saat itu Warianto sedang memanen singkong gajahnya. Dari delapan pohon singkong umur delapan bulan yang dicabut, dihasilkan 105 kg ubi segar. Warianto menerangkan bahwa ubi yang dipanen ini sengaja tidak dipupuknya, sebagai bagian dari eksperimen. Sedangkan yang dipupuk sesuai dosis, dengan jarak tanam 1m x 1 m, satu pohon singkong gajah umur sepuluh bulan, bisa menghasilkan 20-25 kg ubi. Jika jarak tanam diperlebar menjadi 1×1,5m, maka ubi segar perpohon bisa mencapai 35 kg.
13858192661444258011
Hasil singkong gajah umur 8 bulan
Warianto juga menerangkan bahwa ubi lampung, ubi kelanting, ubi Darul Hidayah, dan ubi roti, masih belum bisa mengalahkan produksi ubi segar dari singkong gajah. Produksi ubi gajah hanya bisa dikalahkan oleh ubi Mukibat versi Warianto. Yakni, okulasi singkong dengan batang bawah ubi gajah, dan batang atas ubi karet alias ubi bunga. Dengan cara ini, satu pohon bisa menghasilkan 40-50 kg ubi segar.
1385820640484323379
ubi Mukibat versi Warianto, umur 4 bulan
Dari sekian banyak jenis ubi, ubi kuninglah yang paling sedikit buahnya. Satu pohon hanya menghasilkan 0,5-2 kg ubi segar saja. Namun Warianto tetap menanamnya, karena ia memang pecinta singkong.
1385820380158971357
Ubi kuning umur 6 bulan
Sebelum pulang, Warianto menyempatkan diri memberi kursus gratis kepada penulis tentang cara terbaik mengokulasi singkong gajah dengan singkong karet.
Ternyata, ada beberapa trik khusus yang sangat penting agar okulasi berhasil, dan buahnya nanti banyak. Trik yang tak akan didapat jika dicari di dunia maya.
1385821152452624226
cara okulasi singkong gajah
Warianto sendiri menjual bibit singkong gajah okulasi ini seharga Rp.2.500/pohon.
Pembeli harus memesan dulu jika berminat.
Selain singkong, Warianto juga mengembangkan tanaman kakao.
Tulisan mengenai kakao ala Warianto ini, akan menyusul. Insya Allah.
1385821319943522544
Kakao varian BCC
***

 READY STOCK : BIBIT SAWIT RP.900/BUTIR

KECAMBAH, BIBIT KARET RP.500/BUTIR.

BIBIT AREN UMUR 6 BULAN SIAP TANAM RP. 4.000/POKOK.

BIBIT AREN UMUR 2 BULAN ( UNTUK PENGIRIMAN JARAK JAUH ), HANYA RP. 1.500/POKOK.

HP.0813 7000 8997. DENGAN MUHAMMAD ISNAINI.

Hati-hati Menanam Sengon, Jati, Mahoni, Jabon dan Akasia


Ada banyak promosi penjualan bibit tanaman sengon, jati, mahoni, akasia dan tanaman jenis kayu hutan lainnya di internet. Paparan tentang keuntungan yang bakal diperoleh juga ikut dijelaskan, hingga menggiurkan banyak pihak, terutama petani pemula.
Namun ada satu hal yang harus diwaspadai. Produk kayu yang dihasilkan, setelah sepuluh sampai lima belas tahun tanam itu, bisa terkena aturan peredaran hasil hutan.
Saya tak mau merinci masalah birokrasi ini, karena tak punya latar belakang pengetahuan hukum yang cukup.
Yang terjadi di daerah penulis, satu kebun kayu jati terpaksa dipotong-potong pendek lalu dijadikan kayu asap, atau kayu untuk membakar batu bata, karena terbentur masalah birokrasi. Kayu asap sendiri harganya jauh lebih murah dibanding kayu bahan bangunan.
Karena itu, bagi peminat budidaya tanaman kayu jenis kayu hutan ini, carilah informasi yang cukup terlebih dahulu, sebelum memutuskan menanamnya. Jangan sampai terjadi, sudah menunggu sekian lama, ternyata kayu sulit dijual karena terbentur aturan yang berlaku.
Carilah informasi dari pelaku pasar, jangan dari internet, karena biasanya, lain aturan lain pula pelaksanaan.
***

 READY STOCK : BIBIT SAWIT RP.900/BUTIR

KECAMBAH, BIBIT KARET RP.500/BUTIR.

BIBIT AREN UMUR 6 BULAN SIAP TANAM RP. 4.000/POKOK.

BIBIT AREN UMUR 2 BULAN ( UNTUK PENGIRIMAN JARAK JAUH ), HANYA RP. 1.500/POKOK.

HP.0813 7000 8997. DENGAN MUHAMMAD ISNAINI.