Selasa, 24 Februari 2015

Hama dan Penyakit Penting Pada Tanaman Pepaya

Bagi yang mau mendapatkan cara mengatasi hama dan penyakit tanaman pepaya bangkok, calina, madu, dll, bisa mengunduh file pdf nya (1 MB) di :
http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/771/

Bagi yang ingin mengetahu cara membudidayakan pepaya bangkok dan jenis lainnya, dapat mengunjungi :
agrobuah.com

Dua situs itu sudah cukup membuat Anda cukup sakti untuk berhasil jadi petani pepaya.


Kamis, 12 Februari 2015

Bertanam Pala, Primadona Baru yang Sudah Uzur






Kenapa uzur? Karena pala sudah jadi primadona sejak zaman VOC.

Harga biji pala kering saat ini berkisar antara rp.60.000-90.000/kg.
Satu kg isinya sekitar 70 biji-100 biji, tergantung varietas. Yang bijinya besar-besar antara lain adalah varietas pala banda. Jadi rata-rata 1 biji harganya seribu rupiah.

Harga fuli (selaput yang merah itu) kering sekitar rp.120.000-150.000/kg.
1 kg biji kering biasanya juga menghasilkan 1 ons fuli kering.

Satu pohon pala dewasa umur 15 tahun bisa menghasilkan 50 kg biji pala kering dan 5 kg fuli kering dalam setahun.

Jadi sepohon pala bisa menghasilkan uang rp.3.000.000 + 600.000 = Rp3.600.000/tahun.

Satu hektar lahan berisi 150 pohon pala.

150 x 3.600.000 = ada uang rp.540.000.000/tahun.

Mau?

Ikuti petunjuk berikut. Dijamin Anda akan kaya raya, asal masih ada umur.

Tanam 300 pohon pala di satu hektar lahan Anda.
Lho, koq 300?

Pala yang dikembangkan dari biji umumnya 55%nya menjadi betina dan berbuah.
40% nya jantan. 5% nya banci, berbunga tapi selalu gugur.

Nah, jadi tanam saja 300 pokok, nanti yang jantan dan banci tebang saja. Tingalkan yang jantan sekitar 6-8 pokok saja. Ini untuk penyerbukan.

Nanti, pohon pala betina yang dekat pohon pala jantan, itu yang buahnya dijadikan bibit.

Berapa harga bibit pala asal biji sekarang ini? Sekitar rp.10.000/bibit.

Ada alternatif lain?
Ada, tanam bibit asal okulasi atau sambung pucuk. Tapi nyari bibitnya susah. Jarang sekali ada yang jual, karena mengokulasi atau menyambung pala itu tingkat keberhasilannya rendah. Kalau pun ada, harganya ya lumayan mahal. Tapi, kalau memang punya uang, bibit pala dari sambung pucuk ini lebih disarankan untuk ditanam. Selain dijamin betina, hasilnya juga akan lebih banyak dan lebih serempak.

Jenis pala apa yang bagus? Pala Banda. Buahnya besar-besar dan aromanya biji serta fulinya paling bagus.

Satu hal, biji pala harus segera disemai begitu ia jatuh. Paling lama 24 jam kemudian. Biji pala cepat sekali mati calon lembaganya.

Cara semai biji pala : pecahkan/retakkan tempurung bijinya tanpa merusak bijinya, lalu semai di pasir. Paling mudah meretakkan bijinya itu tanpa merusak bijinya, pakai bais alias catok alias tanggam alias ragum besi. Beri atap semaian tadi. Siram 3 hari sekali. Jangan terlalu sering. Busuk dia.

Pindahkan ke polibag saat udah daun 4 helai. Tanam ke lapangan saat sudah tinggi 30 cm.

Pala mulai berbuah pada umur 7 tahun.

Jangan panen buah pala kalau masih muda, bisa rusak nanti pohonnya.
Sebaiknya biar saja jatuh sendiri.

Bertanam pala harus sabar. Kalo tak sabar, tanam saja tauge.
Dua hari sudah panen.


    

Memilih Jenis Pohon Aren Yang Baik

Sudah sering sekali saya mendapat telepon dari calon pembeli bibit aren yang mengharapkan

adanya bibit aren yang cepat berproduksi jika dibudidayakan.

Mereka umumnya mengatakan bahwa ada jenis aren dari negeri hantu blau yang sudah berproduksi pada umur tiga atau empat tahun.

Saya bilang : bullshit ! Penyesatan itu !

Memang ada jenis aren yang sudah bertandan pada umur 5-6 tahun, tetapi itu adalah jenis aren kate. Aren jenis ini hanya akan menghasilkan 5-6 tandan jantan yang cocok disadap, setelah itu ia akan mati secara otomatis.
                                                        Pohon aren kate (5 thn). Foto dari :
                                                        http://kaltim.tribunnews.com/foto/berita/2011/7/13/aren_edit.jpg


Mengapa? Semua aren mula-mula tumbuh vegetatif, tumbuh batang, akar dan daun. Setelah ia merasa cukup, ia lalu berhenti total tumbuh vegetatif. Satu helai daun pun tak akan bertambah lagi. Ia mulai tumbuh generatif. Keluar tandan betina dari celah pelepah paling atas. Lalu keluar tandan kedua, dari celah pelepah kedua dari atas, alias makin turun ke bawah. Begitu seterusnya ke bawah. Bukan ke atas !

Setelah tandan yang keluar dapat dicapai dengan tangan dari posisi berdiri di tanah tempat tumbuhnya, sebentar lagi matilah pohon aren itu. Meski apapun yang Anda lakukan ! Mati dia !

Nah, jika pohon aren itu pendek, maka pelepah daunnya sedikit. Jika pelepah daunnya sedikit, maka tandan yang bisa disadap juga akan makin sedikit, karena tandan betina yang menghasilkan buah umumnya tidak disadap orang.

Jadi jangan Anda mau dibodohi oleh penjual bibit aren yang kurang jujur. Yang bilang bahwa aren kate atau aren pendek itu bagus.

Kalau saja aren itu tandannya muncul makin ke atas, boleh jadi. Ini aren mengeluarkan tandan makin ke bawah !  Itu beda aren dengan sawit!

Makanya, saya selalu bilang, pilih bibit aren dari aksasi dalam, minimal aksasi genjah. Jangan aren kate. 
                     Aren dalam. Ini yang terbaik. Biar pun masa produksinya agak lama (8 thn).
                            Aren genjah (masa tunggu 6-7 thn). Lumayan bagus walau hasil nira tak sebanyak aren dalam. Masa produksi aren genjah sekitar 3-4 tahun.


Aren aksasi dalam akan memberikan jauh lebih banyak tandan sadap, karena ia tumbuh tinggi, paling tidak 12 meter batang bebas. Sehingga akan ada lebih dari 24 tandan jantan yang bisa disadap. Artinya, paling tidak Anda akan menunggu selama 7-8 tahun dan menikmati hasil juga selama 7-8 tahun.

Aksi Under Planting.

Begitu tanaman aren pertama Anda mengeluarkan tandan, segera tanam sisip lagi di antara penanaman pertama. Nanti saat tanaman pertama mati, tanaman kedua akan mulai berproduksi. Aren tak mengapa ditanam rapat, karena di alam ia bahkan tumbuh hampir tak berjarak. Hanya akan berpengaruh pada masa tunggu produksi yang makin lama.

Tapi ini tak mengapa, karena sebagai tanaman plant inter planting, petani tidak menunggunya seperti tanaman utama. Betapa pun, perawatan dan pemupukan akan sangat membantu juga.

Kalau mau kaya raya, tanamlah aren. Satu pohon yang sedang disadap akan menghasilkan uang Rp.20.000/hari. Kalau punya 100 pohon, yang disadap dalam suatu waktu adalah 50 pohon. 50 x 20.000 = Rp.1 juta penghasilan brutto perhari. Netto-nya sekitar Rp.500.000, setelah dipotong biaya pekerja dan biaya membeli kayu bakar.

Tapi harus sabar. 

Kalau mau cepat, tanam tauge saja. Dua hari sudah panen.

Senin, 09 Februari 2015

Mari Bertanam Asam Gelugur



Asam gelugur alias asam potong adalah tumbuhan yang masih berkerabat dekat dengan manggis dan asam kandis. Jika dibiakkan melalui biji, tanaman asam gelugur yang dirawat dengan baik akan mulai berbuah pada umur 6-7 tahun, sama seperti dua kerabatnya itu.
Buah asam ini digunakan untuk memberi rasa masam pada makanan dan minuman. Selain itu, karena mengantung vitamin C kadar tinggi, sekarang bahkan beberapa merk minuman energi yang terkenal, sudah menggunakan bahan baku dari buah tanaman ini.
Buah asam gelugur juga adalah sumber bahan pelbagai obat-obatan, demikian pula daunnya, terutama pucuk mudanya.
Pada tanggal 8 Januari 2015, harga buah segar asam gelugur tercatat rp.4.000/kg di tingkat petani. Ada pun harga keringnya, rp.32.000/kg di tingkat distributor.
Buah segar asam ini dipotong-potong tipis sekira 3 mm lalu dijemur selama 3-4 hari di panas terik. Maka akan dihasilkan asam potong atau asam keping. Saat ini asam keping dari negeri kita sudah diekspor ke Thailand, negeri gajah putih yang banyak memproduksi minuman energi itu.
Sebagian orang mengatakan pohon asam gelugur adalah pohon abadi. Ini karena pohon asam gelugur tidak mengenal batas usia pertumbuhan dan batas usia produksi. Pohon ini tumbuh terus sepanjang tahun, dengan produksi buah yang kian bertambah. Tidaklah mengherankan jika dikatakan bahwa sebatang pohon asam ini dapat menghasilkan 1 ton buah mentah setiap tahunnya. Biasanya pada pohon yang sudah berusia 30 tahun atau lebih.
Di desa penulis, ada beberapa pohon asam gelugur yang sudah berusia ratusan tahun, dan terus saja menghasilkan buah yang bagus dan banyak.
Pohon ini nyaris tidak memiliki ancaman hama penyakit yang serius. Daya tahannya memang sunguh baik.
Asam gelugur dapat tumbuh dengan baik pada ketingian 5-1500 mdpl. Tidak dibutuhkan syarat jenis tanah yang ketat. Ia dapat tumbuh di tanah berpasir, tanah liat, tanah berbatu, tanah basah tepi sungai, tanah kapur, sampai pada tanah kritis di tepian pegunungan.
Tetapi tentu saja kesuburan tanah akan mempengaruhi jumlah produksi buahnya.
Asam gelugur berbuah tidak mengenal musim, setiap saat ada saja buahnya. Terkadang dalam satu pohon ada bunga, putik, buah muda sampai buah yang sudah menguning dan jatuh. Namun begitu, panen raya biasanya setahun dua kali, di ujung musim hujan dan di ujung musim kemarau.
Bibi penulis pernah berkata : “Ibuk menyekolahkan si Juanda sampai dia jadi polisi, modalnya ya enam batang pohon asam ini”, kata beliau sambil menunjuk pepohonan asam gelugur yang tengah penulis amati.
Jika untuk investasi masa depan, sebaiknya menanam asam gelugur ini dari bijinya. Meski pun 2 tahun lebih lama mulai berproduksi dibanding kultur dari cangkokan atau sambung pucuk, namun dua cara pengembangan secara vegetatif itu memiliki beberapa kelemahan mendasar.
1.Akarnya kurang kokoh, mudah tumbang jika ada hujan lebat dan angin kencang.
2.Pertumbuhannya lambat. Ia cepat berbuah tapi pohonnya kecil. Otomatis buahnya sedikit. Jangan samakan dengan durian cangkokan. Meski buahnya cuma 15 butir, tetapi karena harganya perbutir bisa rp.50.000, maka akan terkumpul uang rp.750.000/musim buah. Bandingkan dengan harga asam gelugur 15 butir, paling bobotnya 7 kg x rp.4.000 = hanya Rp.28.000/musim buah.
3.Pertumbuhannya terbatas. Sampai usia 18-20 tahun, asam gelugur cangkokan atau sambung pucuk sudah sulit untuk bertambah besar lagi, hingga tak berhak menyandang gelar pohon abadi.
Kelemahan perbanyakan dengan biji adalah persentase pohon jantan yang biasanya antara 30 sampai 40%. Dan jantan betinanya baru ketahuan pada usia 7 tahun. Cirinya adalah. yang betina bunganya hanya satu kuntum dalam satu tangkai, sedangkan yang jantan bunganya ada banyak dalam satu tangkai.

Kelemahan tadi dapat diminimalisir dengan menambah bahan tanam di titik tanam. Misalnya jarak tanam normal adalah 8x9 meter, maka dalam satu lubang ditanam 2 batang bibit asam gelugur. 7 tahun kemudian, yang sudah ketahuan jantan harus ditebang. Kayunya bisa dijual.
Bagi yang berminat menabung untuk masa depannya, tak salah jika menanam pohon asam gelugur ini. Kelebihannya antara lain :
1.Mudah menanamnya, tak butuh perawatan yang intensif.
2.Sedikit hama penyakitnya.
3.Lebih banyak menghasilkan uang dibandingkan tanaman sawit persatuan luas lahannya.
4.Mudah menjual produknya, baik yang mentah apalagi yang sudah dikeringkan.
5.Abadi. Tanaman ini terus saja hidup dan menghasilkan uang, meski yang menanamnya sudah menjadi fosil.
6. Harga bibitnya relatif murah, sekitar rp.10.000-15.000 perpohonnya.
7.Dapat tumbuh dengan baik di berbagai kondisi lahan.
8.Jarang sekali tumbang atau patah dahan, karena akarnya menghujam dalam dan kayunya keras lagi liat.
Cara tanam :
Buat lubang jarak 8x8 meter, atau 8x9 meter, ukuran 30×30x30 cm. Taburkan 200 gram Dolomite dan 100 gram NPK. Tutupi dengan tanah setebal 10 cm. Biarkan seminggu. Lalu tanamkan bibitnya. Tanam satu bibit dalam satu lubang tanam jika bibit berasal dari stek akar atau sambung pucuk. Tanam 2 bibit dalam satu lubang tanam jika bibit berasal dari biji. Nanti pada usia 6 tahun, setelah ketahuan jantan betinanya, yang jantan ditebang, kayunya dijual. Tingalkan 17 batang saja per hektar, karena tanaman asam gelugur betina sangat membutuhkan juga pejantan untuk penyerbukan bunga. Siram secukupnya.
Jika ada serangan bercak daun, aplikasikan fungisida yang mengandung benomyl dan thiram, semisal merk Benlate. Bisa juga pakai Score 250EC. Ulangi seminggu sekali hingga serangan hilang.
Pemupukan dengan NPK 100 gram per enam bulan, dikali umur tanaman. Jika umur 5 tahun maka pupuknya sebanyak 5×100 gram = 500 gram NPK per 6 bulan. Baik juga jika diberi pukan atau kompos yang sudah matang.
Sampai umur 3 tahun, lahan masih bisa ditanami tanaman selingan semisal palawija atau tanaman muda lainnya.
Tanaman yang sebaiknya dijauhkan dari pohon asam gelugur adalah pisang, ubi kayu dan umbi-umbian. Juga pohon mahkota dewa alias pohon buah simalakama. Semua varian itu adalah sarang bagi jamur fusarium sp dan jamur aspergillus.
Jika ingin membuat sendiri bibit asam ini, maka harus mengetahui cara mematahkan dormansi (masa tidur) bijinya. Caranya sudah kami tuangkan dalam tulisan kami sebelumnya. Silahkan dirunut.
Ada pun hitung-hitungan hasil bertanam asam gelugur ini, sudah juga kami uraikan sebelumnya, dan sudah kami update per 8 Januari 2015.
Dari 3 jenis pohon yang paling banyak menghasilkan uang, yakni gaharu, aren dan asam gelugur, maka asam gelugur inilah yang penanganannya paling mudah.
Gaharu butuh inokulasi yang mahal dan ribet, juga pemasarn produknya kurang jelas.
Aren membutuhkan tenaga penyadap yang tak semua orang mampu melakukannya.
Tetapi, tentu saja semua usaha dan resiko akan sebanding dengan hasil. Hasil bertanam asam gelugur tak akan bisa mengalahkan hasil bertanam aren, apalagi gaharu.
Namun, buat mereka yang ingin hidup dari pertanian dengan aman dan nyaman, budidaya asam gelugur adalah pilihan yang sangat tepat. Sekali bertanam, sampai cucu cicit dapat menikmati hasilnya.

foto : https://hendaktahu.files.wordpress.com/2012/12/pokok-asam-keping.jpg

Cara Mengatasi Kuning Daun Pada Bibit Sawit



Cara Mengatasi Kuning Daun Pada Bibit Sawit

Sedang asyik menyiram bibit sawit di penangkaran, hp berdering. Sebuah sms masuk. Ternyata dari seorang teman fb. Ia menanyakan bagaimana cara mengatasi masalah pada bibit sawit tangkarannya yang daunnya menguning.

Saya lalu balas bertanya untuk memperjelas masalah, apakah daun bibit sawitnya bercak kuning/coklat sebagian atau menguning keseluruhan. Ia mengatakan bahwa daunnya kuning keseluruhan. Saya lalu bilang mungkin itu karena kurang siram. Tapi ia membantah dengan mengatakan bahwa ia selalu menyiram bibit tangkarannya setiap dua hari sekali.

Wah, agak binun juga nih. Soalnya, selama belasan tahun menangkar bibit sawit, saya tak pernah mengalami hal serupa. Penyakit kuning daun keseluruhan memang pernah dilaporkan, penyebabnya bakteri akar. Tetapi hal ini jarang sekali terjadi di Indonesia.

Penanya lalu saya minta agar mengirimkan foto bibit sawitnya yang bermasalah ke akun fb bang pilot malam ini. Karena akan sulit sekali mengidentifikasi penyebab masalah kuningnya daun bibit sawit itu tanpa melihat keadaan aslinya. Dan ia menyanggupi. 





Wah.., kalau begini kejadiannya, ini cuma kekurangan unsur hara, masbro. Terutama unsur magnesium (Mg).

Atasi dengan penyiraman setiap sore. Aplikasikan pupuk NPK Yarra atau NPK mutiara, satu sendok makan peres setiap 10 hari. Semprot dengan pupuk daun cair merk Gandasil atau merk Hyponex. Bila di musim hujan, campurkan perekat. Interval 10 hari juga. Mudah-mudahan aman dan lantjar djaja. 

Good luck ya, masbro.
Salam tani Indonesia!