Kamis, 09 Juli 2015

Kemana Para PNS Berinvestasi?



Dari sekian banyak para pembeli bibit aren di penangkaran bibit UKM Tani Muda, Petatal, Batu Bara, Sumut, sebagian besarnya adalah para PNS dan anggota TNI. Diantara para PNS, ada yang bertugas sebagai polisi, sipir, jaksa, guru dan pegawai pemda.

Alasan mereka memilih bertanam aren adalah karena tanaman ini akan memberikan hasil yang banyak, sementara untuk mengurusnya tidak membutuhkan waktu dan perhatian yang banyak. Paling-paling hanya pemupukan dan pengendalian gulma yang cukup dilakukan setiap enam bulan sekali. Jadi, dengan bertanam aren, mereka bisa tetap fokus melakukan pekerjaan utamanya. Dan jika tiba saatnya, hasil yang melimpah akan masuk ke pundi-pundi mereka, nyaris untuk seumur hidup.

Pemilik kebun aren bisa terus menerus menikmati hasil dengan melakukan peremajaan sistim plant inter planting.  Cara ini sudah jamak dilakukan oleh para pekebun sawit kelas menengah dan besar.
Konsumen kedua terbesar yang membeli bibit aren tadi adalah para pedagang. Mereka yang dapat dikatakan sebagai mahkluk super sibuk di bumi ini, jelas tak punya waktu untuk mengurusi kebun miliknya. Jadilah menanam aren merupakan pilihan terbaik, karena tanaman satu ini terkenal bandel , mudah tumbuh, sulit untuk mati dan nyaris tak mengenal hama serta penyakit.

Bagi PNS dan pedagang yang kebetulan memiliki orang kepercayaan di lapangan, umumnya mereka akan menanam aren yang ditumpangsarikan dengan pepaya, singkong, atau lada. Bagi yang tak memiliki orang jujur yang dapat dipercaya mengelola kebun, maka sebaiknya cukup menanam aren saja. Karena menurut pengalaman, jika hanya mengandalkan uang, maka yang terjadi adalah uang habis, tanaman tak berhasil.

Akan halnya petani murni, agak jaranglah mereka membeli bibit aren untuk ditanam sendiri. Masa tunggu produksi aren yang mencapai tujuh tahun adalah terlalu lama buat sebuah periuk yang setiap hari harus mengepul. Petani murni biasanya memilih untuk bertanam tanaman yang cepat menghasilkan uang, semisal padi, jagung, singkong, sayuran dan lainnya.

Di satu sisi mereka akan mendapatkan uang dengan cepat, tetapi di sisi lain para petani itu sulit untuk melakukan perubahan. Hal ini disebabkan karena  umumnya petani kita hanya menguasai lahan yang sempit dan kesuburannya terbatas. Lahan turun temurun yang sudah ditanami puluhan bahkan ratusan kali itu sudah lama kehilangan unsur hara pentingnya. Yang tersisa hanyalah tanah gersang bertopeng kesuburan ala pupuk kimia. Lahan yang sempit dan kurang subur tadi akan memberikan hasil yang sedikit. Hasil yang tak cukup untuk sekedar bertahan hidup. Hal itu pulalah yang dianggap sebagai biang keladi makin berkurangnya peminat pertanian di Indonesia.

Lahan pertanian berubah fungsi. Jadi pemukiman dan area industri. Setelah terpaksa menjualnya, para petani kini menjadi buruh harian lepas. Menjadi kuli kontrak berstatus miskin di negerinya yang kaya raya ini. Sebagian lagi menjadi pengangguran. Melewati dinginnya malam sambil mengkeret menahan lapar.  Mewarisi esok yang sunguh tak pasti.

Seandainya pemerintah peduli, tentu pemerintah akan menanam kembali 20 juta hektar hutan yang sudah terlanjur dibabat gundul dan dirusak oleh para cukong pemegang HPH. Menanamnya dengan tanaman aren. Yang akan menghasilkan gula aren, gula semut, ijuk, kayu, tepung pati, ethanol, bio methanol dan alkohol farmasi.  

10 juta hektar kebun aren itu diberikan kepada 20 juta keluarga rakyat miskin. Setengah hektar kebun aren yang telah berproduksi sudah lebih dari cukup untuk menghidupi sebuah keluarga beranggotakan lima orang. Sisanya yang 10 juta hektar hasilnya diambil oleh negara untuk membayar hutang luar negeri pemerintah, dan membiayai gaji para penyelenggara negara, hingga pajak tak perlu lagi di tarik dari rakyat.

Berapa banyakkah hasil yang diberikan oleh satu hektar kebun aren?
1 ha = 250 batang pohon. Yang disadap setiap hari adalah setengahnya = 125 pohon. Setiap pohon akan menghasilkan satu kilogram gula aren. Dipasaran harganya sekitar 20.000/kg (yang asli, kalau yang oplosan, lebih murah). Jadi dalam sehari pekebun aren akan mendapatkan uang sebesar
125 x 20.000 = Rp.2.500.000.  
Dikurangi upah pekerja rp.400.000 (4 orang) dan biaya membeli kayu bakar/gas melon rp.100.000, maka berarti masih ada sisa penghasilan bersih perhari sebesar Rp.2.000.000.

Jika masa produksi aren dihitung 4 tahun saja, maka hasil dalam satu masa penanaman (12 tahun) adalah = Rp.2.000.000 x 4 tahun x 364 hari = Rp.2.912.000.000.

Adapun hasil perhari pekebun aren terhitung sejak pertama kali menanam adalah :
2.912.000.000 : 12 tahun : 364 hari = Rp.666.000.

Ini berarti jika hanya memiliki setengah hektar kebun aren, maka penghasilan perhari sejak awal adalah Rp.333.000/hari. Sepuluh juta rupiah sepertinya cukup untuk menghidupi satu keluarga sedrhana selama sebulan, ya?

Aren memang ajaib. Karena itu tak heran jika Sunan Kalijaga pernah memberi isyarat bahwa pohon ini adalah pohon emas.

###
Selamat bertemu. Kami menjual aneka bibit atau benih tanaman. Bibitnya masih tersedia. Silahkan pesan atau datang langsung. 
Tani Muda Nursery.  Alamat di Dusun 2 Desa Petatal,  Lima Puluh,  Batubara, Sumatera Utara alias Sumut. Jalan Lintas Medan-Kisaran km129. Depan rumah makan Minang Jaya, stasiun bus ALS. Dekat SPBU Petatal-Batubara.  Sebelah kiri dari arah Medan. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. Hp/Wa 081370008997. Harga sangat bersahabat.
Ada bibit : durian kani harga 20rb, musang king 25rb, bintana20rb  dan montong 20rb. Ada bibit aren genjah 5rb dan aren dalam 5rb. Kelapa hibrida, genjah dan kelapa dalam masing-masing 15rb. Pinang betara 7rb, pinang hibrida 10rb dan pinang kampung 3rb. Lada perdu 8rb dan lada panjat 7rb. Duku Palembang 20rb. Rambutan binjai brahrang 20rb. Asam gelugur 7rb. Mangga harum manis, lokmai dan tongdam masing-masing 15rb. Jambu madu 20rb, jambu citra 25rbdan jambu black kingkong 25rb. Bibit cengkeh zanzibar 8rb. Kakao alias coklat 8rb. Manggis asal biji 12 rb, manggis sambung pucuk 20rb. Sukun 10rb. Kemiri 7rb. Jeruk nipis 8rb. Melinjo 15rb. Sirsak madu 10rb. Alpukat mentega jumbo 20rb. Kecambah sawit dura, tenera dan dampi masing masing 1rb (seribu rupiah). Kedondong 20rb. Kelengkeng pungrao 20rb, aroma durian 25rb dan pingpong 25rb. Jambu jamaika 20rb. Jambu kristal 20rb. Mangga irwin 60rb. Mangga red brazil 50rb. Vanili planivolia 10rb. Anggur merah dan hijau dataran rendah 15rb. Kelapa pandan wangi.90rb.  Bibit sawit tenera dan dura siap tanam umur setahun 13rb, baby sawit kecil umur 5 bln rp,1.500. Bibit singkong gajah rp.700/stek 25cm. Dll.

Pembeli sebaiknya datang langsung. Kalau mau   dikirim, juga bisa. Harga blm termasuk ongkir. Ongkir ditanggung pembeli. Trims.


    

Analisa Hasil Usaha Bertanam Aren 1 Hektar





















###
Selamat bertemu. Kami menjual aneka bibit atau benih tanaman. Bibitnya masih tersedia. Silahkan pesan atau datang langsung. 
Tani Muda Nursery.  Alamat di Dusun 2 Desa Petatal,  Lima Puluh,  Batubara, Sumatera Utara alias Sumut. Jalan Lintas Medan-Kisaran km129. Depan rumah makan Minang Jaya, stasiun bus ALS. Dekat SPBU Petatal-Batubara.  Sebelah kiri dari arah Medan. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. Hp/Wa 081370008997. Harga sangat bersahabat.
Ada bibit : durian kani harga 20rb, musang king 25rb, bintana20rb  dan montong 20rb. Ada bibit aren genjah 5rb dan aren dalam 5rb. Kelapa hibrida, genjah dan kelapa dalam masing-masing 15rb. Pinang betara 7rb, pinang hibrida 10rb dan pinang kampung 3rb. Lada perdu 8rb dan lada panjat 7rb. Duku Palembang 20rb. Rambutan binjai brahrang 20rb. Asam gelugur 7rb. Mangga harum manis, lokmai dan tongdam masing-masing 15rb. Jambu madu 20rb, jambu citra 25rbdan jambu black kingkong 25rb. Bibit cengkeh zanzibar 8rb. Kakao alias coklat 8rb. Manggis asal biji 12 rb, manggis sambung pucuk 20rb. Sukun 10rb. Kemiri 7rb. Jeruk nipis 8rb. Melinjo 15rb. Sirsak madu 10rb. Alpukat mentega jumbo 20rb. Kecambah sawit dura, tenera dan dampi masing masing 1rb (seribu rupiah). Kedondong 20rb. Kelengkeng pungrao 20rb, aroma durian 25rb dan pingpong 25rb. Jambu jamaika 20rb. Jambu kristal 20rb. Mangga irwin 60rb. Mangga red brazil 50rb. Vanili planivolia 10rb. Anggur merah dan hijau dataran rendah 15rb. Kelapa pandan wangi.90rb.  Bibit sawit tenera dan dura siap tanam umur setahun 13rb, baby sawit kecil umur 5 bln rp,1.500. Bibit singkong gajah rp.700/stek 25cm. Dll.

Pembeli sebaiknya datang langsung. Kalau mau   dikirim, juga bisa. Harga blm termasuk ongkir. Ongkir ditanggung pembeli. Trims.


Jumat, 26 Juni 2015

Menyadap Aren, Menangguk Rupiah yang Terabaikan




Aren diyakini sebagai tumbuhan palma endemik Asia, yang menyebar dari India Timur ke Malaya lalu ke Nusantara. Sudah beratus-ratus tahun pohon aren ini dimanfaatkan hasilnya oleh manusia.  Di antaranya adalah air nira yang diolah menjadi gula aren. Selain menghasilkan gula, aren juga menghasilkan kolang-kaling alias bargat. Kolang-kaling jamak dibuat menjadi bahan makanan dan minuman, semisal manisan dan es campur. Di luar itu, aren masih menghasilkan ijuk, yang berguna mulai dari untuk membuat sapu, sampai untuk pengisi jok mobil mewah. 

Deretan hasil pohon aren itu masih bisa ditambah lagi dengan produk akhir seperti alkohol farmasi, ethanol bakar (spiritus) dan methanol industri. Masih pula ada batangnya yang bisa dipakai untuk bahan bangunan kandang ternak dan gagang peralatan pertanian semisal cangkul dan babat.
Seakan belum cukup, pohon aren masih mempersembahkan tepung pati (sagu) yang sehat dan nikmat sebagai bahan dasar pembuat miehun kwalitas tinggi.  Akar dan daun aren juga diketahui dapat menjadi bahan pembuatan obat berbagai macam penyakit. Tak ketinggalan, pelepahnya pun bisa dipakai sebagai rangka atap gubuk atau dangau sederhana. 

Memikul seabrek manfaat buat manusia, tak membuat aren mendapat perhatian yang cukup. Nyatanya, masih sangat jarang orang yang terbuka pikirannya untuk mulai membudidayakan palma karib kelapa sawit dan rumbia ini.  Aren tetap tinggal di kubangan rawa nan pilu, tak dipedulikan orang lalu, sampai ia mampu memberikan sesuatu. Aren masih dianggap sebagai tumbuhan liar kreasi musang, jauh  panggang dari primadona komoditi pertanian.  Aren setia menetap di celah-celah hutan, tumbuh berdesakan, seumur hidup tiada mencium bau pupuk apalagi hormon perangsang tumbuh. Nasib aren terbelenggu rana dalam  kebodohan dan ketidak pedulian manusia. 

Padahal, aren ada menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa. Bila dibudidayakan, maka aren akan menghasilkan  uang sepuluh kali lebih banyak bila dibandingkan dengan  hasil berkebun kelapa sawit atau karet. Satu pohon aren saat disadap akan dengan mudah mempersembahkan uang sebesar 18.000 rupiah setiap harinya. Ini karena, rerata sepohon aren akan menghasilkan sekilogram gula aren dalam sehari,  yang dipasarannya  bernilai jual 18.000 s.d 20.000 rupiah. 

Mengapa aren masih dinista? Hal ini tak terlepas dari taktik ekonomi para penyadap aren sejak zaman kuda gigit dua jari. 

Umumnya para penyadap aren menyadap aren yang bukanlah miliknya sendiri. Mereka menyadap pohon aren milik orang lain dengan sistim bagi hasil yang tidak dijelaskan.  Jamaknya para penyadap hanya memberikan bagian pemilik pohon sekedar sekilo atau dua kilogram gula aren saja untuk tiap tandan aren yang mereka sadap. Padahal satu tandan aren itu masa sadapnya sekitar 3 bulan lamanya. Disadap pagi dan sore, satu tandan aren dapat menghasilkan lebih dari seratus kilogram gula aren alias gula merah. 

Bagaimana modus para penyadap itu melakukan triknya ? 

Mereka sepakat untuk mengenakan pakaian yang buruk, kotor, kumal dan tak bersalin pakaian selama menyadap aren. Mereka juga bernyanyi, melagu, membaca mentera saat melakukan proses-proses penyadapan aren. Mereka menghidupkan suatu mitos bahwa pohon aren adalah jelmaan seorang puteri yang lari ke hutan karena tak mau dijodohkan orang tuanya. Juga dikatakan bahwa setiap penyadap aren adalah suami bagi pohon aren yang disadapnya, sehingga penyadap harus berpantang berlaku genit terhadap perempuan lain, kecuali dengan istri sahnya. Para penyadap aren juga kompak menjalankan pola hidup sangat sederhana, sehingga orang lain menjadi tidak tertarik untuk menjalankan profesi yang sebenarnya cukup strategis ini. 

Hasilnya : para penyadap aren rerata adalah keturunan penyadap aren pula, dan mereka jarang mendapatkan pesaing di lapangan. Mereka pun bebas menentukan berapa bagian dari pemilik pohon. Meski hanya diberi satu persen pun, pemilik pohon tak bisa menuntut banyak, karena tak ada orang lain yang bersedia menyadap pohon aren yang kebetulan tumbuh di atas tanah miliknya. Ditambah rasa kasihan melihat peri kehidupan palsu  yang ditampilkan oleh para penyadap aren, maka lengkaplah sudah kesialan para pemilik pohon aren itu.

Fakta : dengan menyadap 10 pohon aren dan memasak niranya, seorang penyadap akan mendapatkan 12 kilogram gula aren kualitas baik. Itu setara dengan uang sejumlah 12 x 18.000 = 216.000 rupiah, setiap harinya. Belum lagi jika gula aren itu dioplos dengan cara dicampur molase, gula pasir, tepung tapioka dan sedikit sentuhan sari gula (siklamat)! Angka bersih 300.000 rupiah tidak akan sulit untuk dicapai. Setiap harinya!

Padahal, pekerjaan menyadap aren itu bukanlah pekerjaan yang sulit. Dengan pelatihan selama seminggu saja, seorang awan akan sudah cukup mampu untuk menyadap aren, tanpa perlu membaca mentera-mentera, tanpa harus memakai pakaian gembel ketika bekerja.

Karena itu, sudah saatnya para petani tanaman keras kita untuk merubah pola pikirnya. Jangan lagi terpaku hanya pada pola budidaya kelapa sawit dan karet saja. Masih ada puluhan varian tanaman lain yang potensi ekonominya jauh lebih tinggi. Ada pala, durian ungul, asam gelugur, jabon, gaharu dan aren yang menunggu untuk dibudidayakan dan akan memberikan hasil yang melimpah.  Di sisi lain masih ada lada, pepaya, pisang pilihan, cengkih, kopi ateng, singkong gajah, dan berbagai komoditi lain yang jauh lebih menjanjikan.
Kunci suksesnya adalah : ubah mindset, berontak, belajar sungguh-sungguh lalu budidayakan suatu varian tanaman secara baik, serius  dan terencana. 

Tanamlah 100 pohon aren di atas 4.000 meter persegi  lahanmu, wahai petani Indonesia. Dan rasakan kebebasan finansial delapan tahun mendatang. Tumpangsarikan dengan menanam pepaya atau cabe rawit, agar terjaga tungku periukmu tetap berasap setiap harinya.   

Salam petani kaya berjaya!

###
Selamat bertemu. Kami menjual aneka bibit atau benih tanaman. Bibitnya masih tersedia. Silahkan pesan atau datang langsung. 
Tani Muda Nursery.  Alamat di Dusun 2 Desa Petatal,  Lima Puluh,  Batubara, Sumatera Utara alias Sumut. Jalan Lintas Medan-Kisaran km129. Depan rumah makan Minang Jaya, stasiun bus ALS. Dekat SPBU Petatal-Batubara.  Sebelah kiri dari arah Medan. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. Hp/Wa 081370008997. Harga sangat bersahabat.
Ada bibit : durian kani harga 20rb, musang king 25rb, bintana20rb  dan montong 20rb. Ada bibit aren genjah 5rb dan aren dalam 5rb. Kelapa hibrida, genjah dan kelapa dalam masing-masing 15rb. Pinang betara 7rb, pinang hibrida 10rb dan pinang kampung 3rb. Lada perdu 8rb dan lada panjat 7rb. Duku Palembang 20rb. Rambutan binjai brahrang 20rb. Asam gelugur 7rb. Mangga harum manis, lokmai dan tongdam masing-masing 15rb. Jambu madu 20rb, jambu citra 25rbdan jambu black kingkong 25rb. Bibit cengkeh zanzibar 8rb. Kakao alias coklat 8rb. Manggis asal biji 12 rb, manggis sambung pucuk 20rb. Sukun 10rb. Kemiri 7rb. Jeruk nipis 8rb. Melinjo 15rb. Sirsak madu 10rb. Alpukat mentega jumbo 20rb. Kecambah sawit dura, tenera dan dampi masing masing 1rb (seribu rupiah). Kedondong 20rb. Kelengkeng pungrao 20rb, aroma durian 25rb dan pingpong 25rb. Jambu jamaika 20rb. Jambu kristal 20rb. Mangga irwin 60rb. Mangga red brazil 50rb. Vanili planivolia 10rb. Anggur merah dan hijau dataran rendah 15rb. Kelapa pandan wangi.90rb.  Bibit sawit tenera dan dura siap tanam umur setahun 13rb, baby sawit kecil umur 5 bln rp,1.500. Bibit singkong gajah rp.700/stek 25cm. Dll.

Pembeli sebaiknya datang langsung. Kalau mau   dikirim, juga bisa. Harga blm termasuk ongkir. Ongkir ditanggung pembeli. Trims.



Rabu, 24 Juni 2015

Mengolah Nira Menjadi Gula Aren





Dari 10 pohon aren yg disadap, dihasilkan 12 kg gula aren siap jual.


###
Selamat bertemu. Kami menjual aneka bibit atau benih tanaman. Bibitnya masih tersedia. Silahkan pesan atau datang langsung. 
Tani Muda Nursery.  Alamat di Dusun 2 Desa Petatal,  Lima Puluh,  Batubara, Sumatera Utara alias Sumut. Jalan Lintas Medan-Kisaran km129. Depan rumah makan Minang Jaya, stasiun bus ALS. Dekat SPBU Petatal-Batubara.  Sebelah kiri dari arah Medan. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. Hp/Wa 081370008997. Harga sangat bersahabat.
Ada bibit : durian kani harga 20rb, musang king 25rb, bintana20rb  dan montong 20rb. Ada bibit aren genjah 5rb dan aren dalam 5rb. Kelapa hibrida, genjah dan kelapa dalam masing-masing 15rb. Pinang betara 7rb, pinang hibrida 10rb dan pinang kampung 3rb. Lada perdu 8rb dan lada panjat 7rb. Duku Palembang 20rb. Rambutan binjai brahrang 20rb. Asam gelugur 7rb. Mangga harum manis, lokmai dan tongdam masing-masing 15rb. Jambu madu 20rb, jambu citra 25rbdan jambu black kingkong 25rb. Bibit cengkeh zanzibar 8rb. Kakao alias coklat 8rb. Manggis asal biji 12 rb, manggis sambung pucuk 20rb. Sukun 10rb. Kemiri 7rb. Jeruk nipis 8rb. Melinjo 15rb. Sirsak madu 10rb. Alpukat mentega jumbo 20rb. Kecambah sawit dura, tenera dan dampi masing masing 1rb (seribu rupiah). Kedondong 20rb. Kelengkeng pungrao 20rb, aroma durian 25rb dan pingpong 25rb. Jambu jamaika 20rb. Jambu kristal 20rb. Mangga irwin 60rb. Mangga red brazil 50rb. Vanili planivolia 10rb. Anggur merah dan hijau dataran rendah 15rb. Kelapa pandan wangi.90rb.  Bibit sawit tenera dan dura siap tanam umur setahun 13rb, baby sawit kecil umur 5 bln rp,1.500. Bibit singkong gajah rp.700/stek 25cm. Dll.

Pembeli sebaiknya datang langsung. Kalau mau   dikirim, juga bisa. Harga blm termasuk ongkir. Ongkir ditanggung pembeli. Trims.


Kamis, 11 Juni 2015

Kelebihan dan Kekurangan Bibit Sawit Kultur Jaringan

                                                       Foto MK IOPRI


Saat ini sudah ada beberapa perusahaan produsen benih kelapa sawit yang meluncurkan bibit kelapa sawit hasil perbanyakan lewat metode  kultur jaringan (in vitro). Bibit bukan lagi berupa kecambah, tetapi berupa bibit kecil umur 3-4 bulan berdaun 3-4 helai (baby sawit).
Secara garis besar, berikut proses pembuatan bibit sawit kultur jaringan.
Pucuk muda dari pohon indukan terpilih – dipotong-potong, disterilkan lalu dibiakkan di dalam botol kaca dengan media khusus (dalam laboratorium) – yang tumbuh lalu diperbanyak (dipotong-potong lagi lalu dibiakkan) – aklimatisasi (adaptasi terhadap iklim)di ruang kaca (green house) – masuk pre nursery (sudah dalam polibag kecil) – dijual (harga variatif, antara 1.5 s/d 2 USD/batang).
Produsen benih sawit ini mengklaim bahwa produksi tanaman sawit asal kultur jaringan ini lebih baik daripada benih unggul konvensional (hasil persilangan). Mengenai kebenarannya, jujur saja, penulis belum tahu.
Namun menurut beberapa literatur yang pernah penulis baca, sebagaimana halnya tanaman hasil pembiakan vegetatif lain, bibit hasil in vitro juga punya sedikit kelemahan. Diantaranya adalah :
-Akarnya kurang kuat.
-Lebih rentan terhadap penyakit (kecuali yang hasil rekayasa genetika).
-Harga bibitnya lebih mahal.
-Pertumbuhan awal yang agak lambat, setelah itu normal.
-Penanganannya harus lebih hati-hati (tingkat kematian pada setiap tahapan sedikit lebih tinggi).

Demikianlah secuil paparan tentang kelebihan dan kekurangan bibit tanaman, khususnya sawit, asalan kultur jaringan alias in vitro. Bahasan ini masih bersifat sementara. Silahkan pembaca lebih memperdalamnya.



-