Jumat, 20 Desember 2013

Daftar Varietas Singkong dan Hasilnya



Daftar Varietas Singkong dan Hasilnya

Nama Singkong                        Tonase Rerata hasil ubi segar
                                                 / hektar / 10 bulan

1.Adira 1                                  28
2.Adira 2                                  32
3.Adira 4                                  35
4.Malang 1                               36
5.Malang 2                               32
6.Malang 4                               40
7.Malang 6                               37
8.Darul Hidayah                       80
9.Gajah                                    120
10.Mekar Manik                      55
11.Mangu                                 80
12.Lampung                             50
13.Mukibat 1                           80
14.Mukibat 2                           100
15.Mukibat 6                           130
16.Malaysia                              54
17.Trambesi                             34
18.Begog                                 38
19.Kuning                                13.
20.Hijau                                   32
21.Tahun                                  28
22.Pulut                                    24
23.Putih                                    26
24.Keling                                 18


Catatan :
-         Semua varian singkong mukibat adalah singkong okulasi/kopulasi. Harga bibit rp.2.000-2.500/stek sambung.
-         Singkong Darul Hidayah adalah singkong hasil pemuliaan. Bibit F3-nya, dst, sudah kurang menghasilkan.
-         Singkong gajah adalah singkong alami asal Kaltim. Bibitnya bisa ditanam sampai tak terbatas keturunan ke berapa, dengan hasil tetap.
-         Harga ubi segar kontrak 2013-2014 di Sumut di tingkat petani adalah rp.700/kg-nett. Upah panen dan transportasi sudah ditanggung pabrik.

Rabu, 18 Desember 2013

Cara Mudah Merendahkan Tanaman

Merendahkan di sini maksudnya membuat tanaman menjadi tumbuh tidak terlalu tinggi seperti biasanya. Batang pohon juga akan cenderung membesar, dan kualitas buah menjadi lebih baik. Mirip seperti tanaman cangkokan.

Cara ini lazim diterapkan pada tanaman buah-buahan. Yakni tanaman pohon yang berakar tunjang atau berakar tunjang semu. Semisal jambu air, jambu biji, rambutan,  pepaya, manggis, durian, sukun, mangga dan lainnya.

Metodenya adalah dengan menggali sebagian tanah pada akar tanaman yang sudah tumbuh. Kemudian potong akar tunjangnya, lalu alas bagian bawah akar itu dengan batu bata atau genteng, lalu tutupkan tanah kembali.

Menurut pengamatan kami, pada tumbuhan berakar tunjang, tajuk daun dan bentuk batang adalah setara dengan bentuk akar. Tanaman dengan akar tunjang atau akar tunggang yang panjang dan dalam menghujam ke bumi, batangnya akan cenderung kurus tinggi. Sedangkan pada tanaman cangkokan, bentuk batang merendah dan tajuk melebar karena bentuk akarnya juga melebar, bukan menghujam ke  bawah.

Dengan cara memotong akar tunjang ini, kita bisa memiliki tanaman 'rasa' cangkokan dengan pembibitan dari biji.

Sebenarnya, jika pemotongan akar tunjang dilakukan pada saat tanaman akan ditanam, tentu pekerjaan akan lebih mudah.

Katalog Lengkap Produk Kami




KATALOG  PRODUK UKM TANI MUDA
PIMP. MUHAMMAD ISNAINI

No.
Jenis Bibit Tanaman
Keterangan
Harga (rupiah)
Stok
1
Bibit aren umur 16 bulan tinggi 100 cm 10.000/pokok
2




3




4




5
Kecambah Aren
Varieras Genjah dan Dalam,Tunas 5-10cm
1.500/butir
ada
6
Aren SiapTanam
Umur 8 bulan, tinggi 40 cm, daun 2-3 helai
4.000/pokok
ada
7




8




9




10
Bibit aren daun satu
Umur 4 bulan, tinggi 20 cm
2.500/batang
ada
11
Biji aren untuk bibit
biji segar, siap semai
600/butir
ada

Minggu, 15 Desember 2013

Pilih Jati, Jabon, Sengon, Mahoni, Gaharu, Cendana atau Aren?



Di antara sekian banyak pilihan tanaman keras di atas, hanya satu hal yang paling penting diperhitungkan. Selain masalah kemudahan budi daya, masalah harga, ijin dari birokrasi, dan lain-lain tetek bengek, maka menurut hemat saya, yang terpenting adalah : kemana menjual hasil tanaman itu. Atau, siapa yang mau membelinya?

Lima enam tahun yang lalu adalah masa kejayaan tanaman jati, jabon, sengon, mahoni, gaharu, cendana, anthurium, anggrek dan tanaman lainnya. Kini masa keemasan itu sudah berakhir. Sebagian besar dengan noda kekecewaan. Mengapa? Karena ternyata,  pemasaran produk akhir tanaman itu tak seindah janji dan promosi yang dulu gencar dilakukan.  

Janji dan perhitungan muluk-muluk dari pemerintah, dan terlebih lagi dari para penjual bibit tanaman itu, berbuah kepahitan. Petani tersadar saat jarang sekali ada orang yang mau membeli tanaman yang sudah terlanjur dibudidayakan mereka. Kalau pun ada, harga yang ditawarkan jauh di bawah nilai yang dulu digembar-gemborkan. Banyak pihak petani yang mengaku merugi, dan gigit jari. Impian indah berubah menjadi kecewa dan air mata. Sementara pihak yang dulu gemar mempromosikan tanaman ini dan itu, kini menghilang tanpa jejak.

Lalu, apa lagi?
Lalu saya sarankan untuk kembali ke dasar. Menanam tanaman yang hasilnya sejak zaman bahuela banyak dikonsumsi orang dan mudah memasarkannya. Serta yang nilai ekonominya cukup bagus.

Tanaman apa itu?
Aren yang ditumpangsarikan dengan singkong gajah.

Siapa yang tak tahu gula aren atau gula merah? Siapa pula yang tak mengenal keripik singkong, tepung ubi, gaplek tiwul getuk lindri, atau sekarang tepung singkong baru yang bervarian menjadi mocaf?

Gula merah dan ubi segar, tak perlu menunggu eksportir dari negeri antah berantah sebagai pembelinya, anda jual kepada tetangga saja pun, dijamin laku. Bawa ke pasar terdekat, kerumunan pembeli dan agen akan segera menghampiri.

Soal nilai ekonomi, jangan ditanya. Sudah jelas sangat menguntungkan. Satu hektar tanaman singkong gajah yang dirawat dengan baik, minimal akan menghasilkan 100 ton ubi segar, seharga 65 juta rupiah (harga pabrik). Dikurangi modal awal dan upah panen total sebesar 15 juta rupiah, petani masih kebagian 50 juta rupiah per 10 bulan. Itu artinya penghasilan petani sama dengan 5 juta perbulan. Padahal menanam singkong gajah dalam satu periode hanya membutuhkan maksimal 60 hari kerja. Delapan bulan yang lain, petani silahkan mencari kegiatan lainnya.

Pada tahun ke tujuh, saat aren sudah mulai menghasilkan, maka tentu pendapatan petani menjadi berlipat-lipat. 100 pohon aren yang mulai disadap, dari 200 pohon perhektar yang ditanam, juga memberikan pekerjaan kepada paling tidak 7 orang pengangguran lainnya. Karena kemampuan penyadap aren hanya mampu menyadap sekitar 15 pohon saja, setiap hari, pagi dan sore. Percaya atau tidak, seorang petani aren tak akan kesulitan menggaji para penyadap arennya dengan gaji bulanan rp.3 juta perorang perbulan. Dan petani itu sendiri akan mendapatkan uang sebesar 7 x 3juta = 21 juta perbulan.

Bagaimana perhitungannya?
Sudah kami tulis dalam artikel sebelumnya, silahkan dirunut.

Atau, anda hanya punya tanah bergambut dengan keasaman lumayan tinggi?  Ya sudah, tanami dengan kelapa sawit saja. Toh, sudah banyak yang berhasil.

 READY STOCK : KECAMBAH BIBIT SAWIT RP.900/BUTIR
KECAMBAH, BIBIT KARET RP.500/BUTIR.
BIBIT AREN UMUR 6 BULAN SIAP TANAM RP. 4.000/POKOK.
BIBIT KECAMBAH AREN UMUR 2 BULAN ( UNTUK PENGIRIMAN JARAK JAUH ), HANYA RP. 1.500/POKOK.

BIJI BIBIT JATI SUPER RP.125.000/KG. ISI RIBUAN BENIH.
HP.0813 7000 8997. DENGAN MUHAMMAD ISNAINI.

Foto-foto Tanaman