Sabtu, 15 Agustus 2015

Stop Press..!!

Mulai tanggal 16 - 8 - 2015 s.d tanggal 30 - 8 - 2015, admin blog ini (Bang Pilot) akan berada di daerah yang sulit sinyal seluler. Jika ada yang penting, silahkan sms ke nomor hp. 0813 7000 8997 pada pukul 20.00 WIB.

Salam tani sukses mandiri!

NB: Udah pulang! Silahkan call hp/wa 0813 7000 8997 jika ada yang perlu! Monggo silahkan! 

###
Selamat bertemu. Kami menjual aneka bibit atau benih tanaman. Bibitnya masih tersedia. Silahkan pesan atau datang langsung. 
Tani Muda Nursery.  Alamat di Dusun 2 Desa Petatal,  Lima Puluh,  Batubara, Sumatera Utara alias Sumut. Jalan Lintas Medan-Kisaran km129. Depan rumah makan Minang Jaya, stasiun bus ALS. Dekat SPBU Petatal-Batubara.  Sebelah kiri dari arah Medan. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. Hp/Wa 081370008997. Harga sangat bersahabat.
Ada bibit : durian kani harga 20rb, musang king 25rb, bintana20rb  dan montong 20rb. Ada bibit aren genjah 5rb dan aren dalam 5rb. Kelapa hibrida, genjah dan kelapa dalam masing-masing 15rb. Pinang betara 7rb, pinang hibrida 10rb dan pinang kampung 3rb. Lada perdu 8rb dan lada panjat 7rb. Duku Palembang 20rb. Rambutan binjai brahrang 20rb. Asam gelugur 7rb. Mangga harum manis, lokmai dan tongdam masing-masing 15rb. Jambu madu 20rb, jambu citra 25rbdan jambu black kingkong 25rb. Bibit cengkeh zanzibar 8rb. Kakao alias coklat 8rb. Manggis asal biji 12 rb, manggis sambung pucuk 20rb. Sukun 10rb. Kemiri 7rb. Jeruk nipis 8rb. Melinjo 15rb. Sirsak madu 10rb. Alpukat mentega jumbo 20rb. Kecambah sawit dura, tenera dan dampi masing masing 1rb (seribu rupiah). Kedondong 20rb. Kelengkeng pungrao 20rb, aroma durian 25rb dan pingpong 25rb. Jambu jamaika 20rb. Jambu kristal 20rb. Mangga irwin 60rb. Mangga red brazil 50rb. Vanili planivolia 10rb. Anggur merah dan hijau dataran rendah 15rb. Kelapa pandan wangi.90rb.  Bibit sawit tenera dan dura siap tanam umur setahun 13rb, baby sawit kecil umur 5 bln rp,1.500. Bibit singkong gajah rp.700/stek 25cm. Dll.

Pembeli sebaiknya datang langsung. Kalau mau   dikirim, juga bisa. Harga blm termasuk ongkir. Ongkir ditanggung pembeli. Trims.


Jumat, 14 Agustus 2015

Budidaya Asam Gelugur, Kendala dan Solusi Terakhir!



Tanaman asam gelugur alias asam keping alias asam potong saat ini sedang naik daun. Nilai jual buahnya yang segar maupun yang sudah dikeringkan terus saja meroket dari waktu ke waktu. Saat ini harga asam gelugur gelondongan basah ada di kisaran rp.5.000/kg. Sedangkan yang kering jemur sudah bertengger di tangga harga rp.33.000/kg. Satu kg asam gelugur kering berasal dari lima kg buah asam segar.
Asam gelugur dipakai sebagai bahan penghasil vitamin C, bumbu dapur, bahan dasar kosmetik, industri bahan pembersih dan juga obat-obatan.
Jika dibudidayakan, tanaman asam gelugur akan mulai belajar berbuah pada umur 6-7 tahun. Sedangkan bila tumbuh liar di alam, tumbuhan penghasil rasa masam ini baru akan berbuah pada umur 8-9 tahun. Berat rerata sebutir buah adalah 350 gram.  
Selain harga jual produknya yang selalu menanjak, tanaman ini masih punya satu kelebihan yang jarang dimiliki oleh tanaman lain. Asam gelugur dapat tumbuh secara abadi! Umurnya bisa sampai ratusan tahun. Hingga hasilnya bisa dinikmati oleh penanamnya, berikut anak, cucu, cicit, pirit, antah-antah dan oneng-onengnya. Tujuh turunan! Asam gelugur terus tumbuh seiring waktu, dengan buahnya yang semakin banyak. Tidaklah ganjil jika satu pohon saja bisa menghasilkan satu ton buah segar dalam satu tahun.
Lalu, apa kendala pembudidayaannya? Mengapa orang tidak lantas beramai-ramai menanamnya?
Karena : mendapatkan bibitnya tidaklah mudah. Dan, sampai berumur satu tahun, tanaman asam gelugur pada dasarnya adalah hidup dalam tahap kritis. Banyak sekali hama pemangsa, karena daun mudanya yang berasa segar asam-asam manis itu sangat disukai oleh hewan, mulai dari belalang sampai gajah.

Pemilihan bibit.
Tanaman asam gelugur yang bisa abadi itu, adalah yang bibitnya berasal dari biji dan sambung pucuk puncak. Jika dikembangkan secara vegetatif, semisal cangkok dan stek, maka akarnya yang tak punya akar tunggang itu akan membuat pohon mudah rebah saat sudah tinggi dan tertiup angin kencang. Selain itu pohon juga rawan mati dehidrasi pada musim kemarau panjang, karena akarnya hjanya akar lateral yang mengarah ke samping.

Selain itu, mengembangkan asam gelugur secara vegetatif juga bukanlah perkara mudah. Jika dicangkok, maka tingkat keberhasilannya (menurut pengalaman penulis) adalah di bawah 10 persen. Beda jauh dengan mencangkok jambu, yang tingkat keberhasilannya bisa 100 persen. Atau bandingkan dengan sambung pucuk pohon kakao yang bisa jadi 80 persen.

Cara lain yang bisa ditempuh adalah dengan perbanyakan lewat stek akar. Cara ini lumayan berhasil, namun jumlah bibit yang bisa dihasilkan sangatlah terbatas, mengingat pohon indukan akan mati jika akarnya terlalu banyak dipotong dan diambil. Bibit asal stek akar juga akan menghasilkan tanaman yang tidak memiliki akar tunggang yang menghujam bumi.

Sebenarnya, masih ada cara lain untuk perbanyakan tanaman asam gelugur, yakni dengan teknik sambung pucuk. Sayangnya, cara ini juga bukannya tanpa kendala. Pucuk yang bisa dipakai hanyalah pucuk yang puncak menghadap ke atas (roof top). Otomatis dalam satu batang indukan, hanya akan didapat satu atau dua pucuk roof top. Bila disambung dengan pucuk ranting seperti pada pohon durian, mangga dan jeruk, maka sambungan itu akan tumbuh tetap ke samping, tidak mau mengarah ke atas, meski sudah ditopang atau bahkan meski sudah di potong/dipangkas.

Karena sulitnya mencari pucuk roof top tanaman asam gelugur yang berasal dari indukan yang baik ini, maka tak heran jika harga bibit asam gelugur asal sambung pucuk yang siap tanam harganya lebih dari seratus ribu rupiah perbatang. Itu pun sulit mendapatkannya. 

Memangnya, apa masalahnya jika diperbanyak lewat biji?

Pertama, mendapatkan bijinya tidaklah mudah. Buah asam gelugur umumnya dipanen oleh pengepul saat buahnya masih hijau. Otomatis bijinya tidak bisa dijadikan bibit.
Mengapa tidak menunggu sampai buahnya matang?
Matangnya buah sangat tidak serempak. Jika di pohon ada seribu butir buah asam, dalam satu hari bisa-bisa yang matang dan jatuh hanya sepuluh sampai dua puluh buah saja. Selain itu, buah yang sudah matang akan menghasilkan asam potong kering yang lebih sedikit. Satu kg asam potong kering berasal dari 5 sampai 5,5 kg buah asam yang masih hijau, jika sudah matang maka angkanya adalah 6 -6,5 kg.    

Kedua, jika bibit berasal dari biji, maka persentase kemungkinan jantan cukup tinggi. Menurut pengalaman penulis, dan hasil sharing dengan teman-teman sesama petani asam gelugur, persentase kemungkinan jantan itu ada di kisaran 20-40 persen. Penulis pernah menanam 10 batang asam gelugur dan yang jantan 3 pohon. Seorang teman di Aceh menanam 215 pohon dan yang jantan 78 pohon.

Sayangnya, sampai detik ini belum diketahui cara membedakan mana bibit jantan dan mana bibit betina. Benar bahwa ada berbagai teori dikemukakan oleh berbagai pihak, namun setelah penulis uji di lapangan, tak satu pun teori itu yang akurat. Pohon asam gelugur diketahui jenis kelaminnya hanya saat ia sudah berbunga, pada umur sekitar 6,5 tahun. Bunga yang bercabang-cabang dan banyak dalam satu tangkai menandakan bahwa pohon penghasilnya adalah pohon jantan. Sedangkan bunga betina yang akan menjadi buah umumnya hanya satu buah dalam satu tangkai.

Sifat kelamin asam gelugur juga adalah sifat yang kuat, tidak akan berubah dengan perlakuan seperti pada tanaman pepaya. Jadi, jika ada teori yang mengatakan bahwa asam gelugur dapat dijadikan betina semua dengan cara dipotong akarnya, dibacoki kulitnya atau ditusuk pucuknya, maka teori itu sesunguhnya tidaklah dapat dijadikan panduan.

Lalu, apa solusinya?

Solusinya sederhana saja, namun akan makan biaya sedikit lumayan. Tanamlah bibit asam asal biji dengan populasi dua kali lipat jumlah normal. Misalnya jarak tanam normal adalah 8 x 8 meter, maka tanamlah dalam satu lubang dua sampai tiga bibit.. Nanti, sebagian yang jantan ditebang. Tinggalkan 17 batang dalam satu hektar. Jangan lupa berdoa semoga yang jantan tidak terlalu bergerombol posisinya.  Kayu hasil tebangan pohon asam jantan itu bisa dijual ke pasaran. Untuk bahan bakar pembuatan batu bata, misalnya.

Bisa juga menanam dengan jarak tanam yang lebih rapat, misalnya 4x5 meter, satu lubang satu bibit. Cara ini lebih baik dari pada satu lubang 2-3 bibit.

Jika punya satu hektar saja pohon asam gelugur yang sudah dewasa, maka satu keluarga kecil sudah bisa hidup dengan nyaman secara ekonomi. Sampai ke anak, cucu, cicit, pirit, antah-antah dan oneng-oneng. Tujuh turunan!

Syaratnya, ya setiap individu keturunan itu menanam minimal satu hektar asam gelugur juga. Kalau satu hektar tanaman asam gelugur itu digerogoti oleh tujuh turunan, jangankan uangnya atau buahnya, akarnya pun bisa habis tak bersisa.

###
Selamat bertemu. Kami menjual aneka bibit atau benih tanaman. Bibitnya masih tersedia. Silahkan pesan atau datang langsung. 
Tani Muda Nursery.  Alamat di Dusun 2 Desa Petatal,  Lima Puluh,  Batubara, Sumatera Utara alias Sumut. Jalan Lintas Medan-Kisaran km129. Depan rumah makan Minang Jaya, stasiun bus ALS. Dekat SPBU Petatal-Batubara.  Sebelah kiri dari arah Medan. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. Hp/Wa 081370008997. Harga sangat bersahabat.
Ada bibit : durian kani harga 20rb, musang king 25rb, bintana20rb  dan montong 20rb. Ada bibit aren genjah 5rb dan aren dalam 5rb. Kelapa hibrida, genjah dan kelapa dalam masing-masing 15rb. Pinang betara 7rb, pinang hibrida 10rb dan pinang kampung 3rb. Lada perdu 8rb dan lada panjat 7rb. Duku Palembang 20rb. Rambutan binjai brahrang 20rb. Asam gelugur 7rb. Mangga harum manis, lokmai dan tongdam masing-masing 15rb. Jambu madu 20rb, jambu citra 25rbdan jambu black kingkong 25rb. Bibit cengkeh zanzibar 8rb. Kakao alias coklat 8rb. Manggis asal biji 12 rb, manggis sambung pucuk 20rb. Sukun 10rb. Kemiri 7rb. Jeruk nipis 8rb. Melinjo 15rb. Sirsak madu 10rb. Alpukat mentega jumbo 20rb. Kecambah sawit dura, tenera dan dampi masing masing 1rb (seribu rupiah). Kedondong 20rb. Kelengkeng pungrao 20rb, aroma durian 25rb dan pingpong 25rb. Jambu jamaika 20rb. Jambu kristal 20rb. Mangga irwin 60rb. Mangga red brazil 50rb. Vanili planivolia 10rb. Anggur merah dan hijau dataran rendah 15rb. Kelapa pandan wangi.90rb.  Bibit sawit tenera dan dura siap tanam umur setahun 13rb, baby sawit kecil umur 5 bln rp,1.500. Bibit singkong gajah rp.700/stek 25cm. Dll.

Pembeli sebaiknya datang langsung. Kalau mau   dikirim, juga bisa. Harga blm termasuk ongkir. Ongkir ditanggung pembeli. Trims.




Minggu, 02 Agustus 2015

Harga Karet dan Sawit Jatuh, Kemana Pekebun Melirik?



Harga Karet dan Sawit Jatuh, Kemana Pekebun Melirik?

Saat ini, harga komoditi perkebunan berupa tandan buah segar (TBS) kelapa sawit harganya telah jatuh ke titik nadir. Dari harga Rp.1.300/kg beberapa bulan yang lalu, kini hanya tinggal sekitar setengahnya. Nasib lebih apes dialami oleh komoditi karet, yang harganya sudah jatuh sejak setahun lalu, dipicu oleh  turun drastisnya harga minyak dunia. 

Banyak sudah pekebun karet yang memutuskan menebang tanaman karetnya yang masih dalam masa aktif berproduksi.  Mereka memutuskan untuk mencoba peruntungan dengan menanam komoditi perkebunan yang lebih menjanjikan.. Yang lain memilih menunggu harga membaik sambil menghentikan penyadapan. Harga karet satu hari saat ini sudah menyentuh level Rp.5.000/kg. Petani rakyat yang biasa membagi dua hasil sadapan dengan penyadap, tak dapat lagi menikmati hasil tanamannya, karena banyak penyadap yang memilih hengkang dari pekerjaan, karena sudah tak menjanjikan lagi. Bayangkan saja, untuk mendapatkan hasil Rp.75.000/hari, seorang penyadap harus menghasilkan karet sebanyak 30 kg. Padahal seringnya satu hektar lahan karet rakyat hanya menghasilkan karet sadapan sebanyak  setengahnya. 

Kurangnya pendapatan pekebun karet membuat mereka kesulitan dana untuk membeli pupuk. Kebun karet tak lagi dipupuk sesuai standar, akibatnya hasil pun akan makin berkurang. Ditambah musim kering yang semakin keras di sebagian besar wilayah Indonesia, maka lengkaplah sudah derita para pekebun karet.
Nasib tak kurang sial juga dialami para pekebun sawit kelas kecil. Harga TBS yang tinggal setengah dari harga biasanya,  membuat mereka kelimpungan. Setelah dipotong ongkos panen dan biaya perawatan termasuk pemupukan, maka nyaris tak ada lagi dana tersisa yang bisa dibawa pulang. Patut dicatat, tanaman kelapa sawit termasuk tumbuhan yang rakus hara, hingga membutuhkan pemupukan yang lebih banyak. Sawit juga dikenal sebagai tanaman ‘gajah minum’, karena setiap harinya sebatang pohon sawit dewasa bisa menghabiskan 30 liter air. 

Tegakan karet dan sawit pun ditebang. Instabilitas harga produk mentah selama sepuluh tahun terakhir berakumulasi pada keputusan pekebun untuk mencari alternatif baru. Pekebun lalu mencari tanaman apa saja yang mampu memberikan rupiah lebih baik, dan harganya tidak sering gonjang-ganjing sewktu-waktu. Apa saja itu?

1.Aren.
Tanaman aren menghasilkan gula aren, gula semut, metanol, etanol dan alkohol dari hasil olahan niranya. Selain itu masih ada produk kolang-kaling, ijuk, pati aren dan batang kayu aren. Harga produknya yang beragam itu juga cenderung terus menanjak seiring inflasi. Tanaman aren juga dikenal nyaris tak memiliki hama dan penyakit. Kendalanya adalah masa panen yang cukup lama, sekitar 7-8 tahun setelah tanam. Budidaya aren disarankan dengan sistim tumpangsari dengan tanaman muda semisal pepaya, singkong, lada, bumbu-bumbuan dan sebagainya.
2.Asam gelugur.
Meski produk tanaman asam gelugur hanya satu, yakni asam potong alias asam keping, namun harga jualnya tak pernah jatuh, bahkan terus meroket mengikuti makin beragamnya penggunaannya. Saat ini harga buah asam segar tercatat Rp.5.000/kg, dan harga asam potong kering sudah meroket mencapai level Rp.32.000/kg. Satu kilogram asam potong kering berasal dari lima kilogram buah asam gelugur segar. Pohon asam gelugur juga punya kelebihan yang istimewa. Pohon ini dijuluki sebagai pohon abadi. Karena masa hidupnya yang dapat mencapai ratusan tahun dengan produksi buah yang terus bertambah. Satu pohon asam gelugur yang sudah berumur 30 tahun dapat menghasilkan buah 700 kg pertahun.
Karena masa tunggu produksi yang juga setara tanaman aren, maka disarankan juga untuk menumpangsarikannya.
3.Singkong.
Siapa yang tak kenal singkong alias ubi kayu? Tanaman yang nama aslinya adalah ketela pohon ini adalah penghasil tepung tapioka. Cara budidayanya yang sangat mudah dan harga jual umbi segarnya yang stabil menanjak, membuat banyak juga pekebun yang jatuh hati untuk menanamnya. Saat ini harga umbi segar singkong di level Rp.1.100/kg. Harga terhitung di pabrik tapioka. Produksi singkong segar per hektar antara 30-150 ton, tergantung jenis tanah, varietas dan perawatan.
4.Lada.
Harga lada putih meroket! Nyaris menyentuh angka Rp.200.000/kg. Para pengoplos pun beraksi. Membuat lada palsu berbahan dasar tepung. Pengoplosnya ditangkap polisi. Mereka pun kini damai beristirahat di dalam hotel tak berjendela.  
Lalu, mengapa pekebun tak terlalu ramai yang hijrah ke komoditi ini? Selain mendapatkan bibitnya agak susah, membudidayakan lada juga bukanlah perkara gampang. Ada penyakit busuk akar yang sentiasa mengancam pekebun baru yang amatiran. Untuk membuka kebun lada juga butuh modal yang tak sedikit. Bagi newbie, disarankan untuk mencobanya dalam skala kecil terlebih dahulu.
5.Pepaya.
Pasar buah lokal kita sebenarnya masih terbuka lebar. Apalagi sejak naiknya kurs Dolar. Harga buah impor naik drastis, yang harusnya akan makin memuluskan usaha penanaman buah pepaya.
Harga buah pepaya jenis California saat ini rerata rp.3.000/kg. Sedangkan harga pepaya Bangkok sedikit dibawahnya. Satu pohon bisa menghasilkan buah 100 kg selama satu masa tanam (2 tahun). Satu hektar berisi 2.000 pohon, dengan jarak tanam 2 x 2,5 meter.
Uang yang bakal dihasilkan memang banyak, di atas kertas. Namun budidaya pepaya juga lumayan rumit. Disarankan agar pemula belajar dulu secara paripurna sebelum memutuskan menanamnya dalam skala di atas satu hektar. Sebagai gambaran, ada sebelas jenis hama dan penyakit yang jamak menyerang tanaman di kebun pepaya yang tak terawat dengan baik.  Jangan samakan dengan bila menanamnya sepohon dua pohon di halaman rumah.
6.Pala.
Komoditi pala, sebagaimana lada, adalah tanaman lama. Sudah dikembangkan sejak zaman Portugis. Harga jual biji pala saat ini adalah di kisaran Rp.75.000/kg. Sedangkan harga bunga pala (fuli) sekitar Rp.150.000/kg. Satu kilogram pala Banda isinya sekitar 75 biji. Sedangkan varian lain sekitar 100 biji.
Kendala pengembangannya adalah sulitnya mendapatkan bibit pala varian unggul semisal pala Banda. Dan bila bibit pala itu asalan biji, maka kemungkinan jantannya cukup besar.  Biji pala pun tidak mudah menumbuhkannya. 24 jam setelah jatuh dari pohonnya, biji harus sudah tertanam. Jika lebih, maka kemungkinan tumbuh akan makin kecil. Jika Anda berminat menanam pala, disarankan untuk menanam bibit yang dibuat dengan sistim sambung pucuk. Meskipun harga bibitnya lumayan mahal, berkisar Rp.15k-20k perbatang, namun tingkat keberhasilan akan jauh lebih tinggi.
7.Gaharu.
Gaharu alias oudh alias agarwood dikabarkan harga jualnya berjuta-juta rupiah perkilogramnya. Namun pembelinya tak pernah jelas. Pemasarannya sulit. Modal membudidayakannya juga sangatlah mahal. Karena pohon penghasil gaharu semisal aquilaria malaccensis, microcarpa, grinops, krisna, dan lain-lain itu butuh diinokulasi pada umur 5 tahun. Biaya inokulasi sebatang pohon gaharu adalah sekitar rp.650.000.
Gubal gaharu memang bisa terbentuk secara alami, tetapi kemungkinannya hanya 0,1%.
Yang paling penting dalam budidaya gaharu adalah pastikan dulu pemasarannya. Jika tak pasti, mending bertanam kangkung. Kalau pun tak laku, minimal bisa disayur sendiri.Apalagi memang lotek kangkung terkenal lezatnya. Nyem, nyem.....

###
Selamat bertemu. Kami menjual aneka bibit atau benih tanaman. Bibitnya masih tersedia. Silahkan pesan atau datang langsung. 
Tani Muda Nursery.  Alamat di Dusun 2 Desa Petatal,  Lima Puluh,  Batubara, Sumatera Utara alias Sumut. Jalan Lintas Medan-Kisaran km129. Depan rumah makan Minang Jaya, stasiun bus ALS. Dekat SPBU Petatal-Batubara.  Sebelah kiri dari arah Medan. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. Hp/Wa 081370008997. Harga sangat bersahabat.
Ada bibit : durian kani harga 20rb, musang king 25rb, bintana20rb  dan montong 20rb. Ada bibit aren genjah 5rb dan aren dalam 5rb. Kelapa hibrida, genjah dan kelapa dalam masing-masing 15rb. Pinang betara 7rb, pinang hibrida 10rb dan pinang kampung 3rb. Lada perdu 8rb dan lada panjat 7rb. Duku Palembang 20rb. Rambutan binjai brahrang 20rb. Asam gelugur 7rb. Mangga harum manis, lokmai dan tongdam masing-masing 15rb. Jambu madu 20rb, jambu citra 25rbdan jambu black kingkong 25rb. Bibit cengkeh zanzibar 8rb. Kakao alias coklat 8rb. Manggis asal biji 12 rb, manggis sambung pucuk 20rb. Sukun 10rb. Kemiri 7rb. Jeruk nipis 8rb. Melinjo 15rb. Sirsak madu 10rb. Alpukat mentega jumbo 20rb. Kecambah sawit dura, tenera dan dampi masing masing 1rb (seribu rupiah). Kedondong 20rb. Kelengkeng pungrao 20rb, aroma durian 25rb dan pingpong 25rb. Jambu jamaika 20rb. Jambu kristal 20rb. Mangga irwin 60rb. Mangga red brazil 50rb. Vanili planivolia 10rb. Anggur merah dan hijau dataran rendah 15rb. Kelapa pandan wangi.90rb.  Bibit sawit tenera dan dura siap tanam umur setahun 13rb, baby sawit kecil umur 5 bln rp,1.500. Bibit singkong gajah rp.700/stek 25cm. Dll.

Pembeli sebaiknya datang langsung. Kalau mau   dikirim, juga bisa. Harga blm termasuk ongkir. Ongkir ditanggung pembeli. Trims.



Kamis, 23 Juli 2015

Cara Membuat Gula Aren




Pohon aren disadap dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Nira hasil sadapan yang diambil pada pagi hari hasilnya lebih banyak dari pada nira hasil panen sore hari. Jika satu pohon aren misalnya dalam satu hari menghasilkan sepuluh liter nira, maka panen pagi akan berisi sekitar tujuh liter, sedangkan panen sore akan berisi tiga liter nira. Hal ini terjadi karena dalam cuaca dingin di tengah malam sampai subuh hari, air nira mengalir lebih deras. Sifat pohon aren ini juga yang membuat aren yang ditanam di ketinggian di atas 800 meter dari permukaan laut, akan menghasilkan nira yang lebih banyak dari pada yang dihasilkan oleh pohon aren yang ditanam di dataran rendah.

Aren dataran rendah rerata menghasilkan nira dua belas liter perhari, sedangkan yang di dataran tinggi, bisa sekitar dua puluh liter per hari. Jumlah nira juga sangat bergantung pada kesuburan tanah dan perawatan. Pengalaman menunjukkan bahwa pohon aren yang dipupuk (sampai batas mulai berproduksi saja), disiram di musim kemarau dan dikendalikan gulmanya, maka hasilnya akan jauh lebih baik.

Namun begitu, dalam hal rendemen atau presentase kandungan penting terlarut (kadar gula), nira dataran rendah lebih unggul. Selain ketinggian, curah hujan juga mempengaruhi rendemen. Dapat ditebak, di musim penghujan, rendemen nira akan lebih rendah dibanding rendemen nira aren di musim kemarau. Di tempat penulis, di Batu Bara, Sumut, saat kemarau, satu kilogram gula aren berasal dari 5-6 liter nira. Di musim hujan maka angkanya menjadi 7-8 liter.

Nira aren juga mudah menjadi masam. Karena zat gula yang terkandung mudah terfermentasi oleh bakteri. Jika nira sudah masam, maka gula yang dihasilkan nantinya juga akan berasa asam. Cara paling mudah untuk menunda pemasaman nira aren adalah sebagai berikut :

Cincang seperti keripik 1 kg kayu nangka atau kayu manggis atau kayu cempedak. Rendam dalam air masak 3 liter. Tambahkan 1 kg kapur sirih/kapur tohor, aduk rata. Biarkan 3 hari. Setelah air berwarna kecoklatan, masukkan airnya sebanyak 200 cc ke dalam setiap jerigen penampung nira di pohon. Nira akan bertahan sampai dipanen.  Jumlah 200 cc itu adalah untuk satu pohon aren yang ditaksir  akan menghasilkan nira antara 5-10 liter.  Jika hasilnya 15 liter, maka berikan 300 cc. Jika air pada cincangan kayu sudah habis, masih bisa ditambah air sebanyak dua kali lagi. Jadi, satu cincangan kayu nangka dapat direndam sebanyak 3 kali. Akan lebih baik jika air yang dibubuhkan adalah air panas baru mendidih.
Selain kayu nangka, orang juga menggunakan kayu laru, parutan buah nangka/cempedak  muda, tumbukan daun nangka/cempedak, potongan sabut kelapa yang masih basah, kapur sirih, dan lain-lain.

Air nira hasil sadapan pagi yang sudah dibawa ke tempat pemasakan, akan langsung dimasak sampai mendidih. Api lalu dipadamkan. Menunggu hasil sadapan sore hari. Jika jumlah nira sudah cukup satu wajan/kancah/wadah pemasakan, maka nira akan dimasak hingga menjadi gula. Lama pemasakan sekitar 4-5 jam, tergantung bentuk tungku, bentuk wadah masak dan besarnya api. Tungku sebaiknya dibuat dengan bentuk standar tungku hemat bahan bakar, wadah masak pilih yang permukaannya paling luas, dan kayu api harus kering agar api mudah membesar.  Selain kayu api, bisa dipakai sekam padi dan tandan kosong sawit.

Untuk mencegah meluapnya buih nira saat dimasak, taburkan 2 butir daging buah kemiri yang sudah dihaluskan untuk tiap wajan. Kalau tidak ada, bisa pakai 2 sendok makan minyak kelapa.
Bersihkan (cuci dengan air bersih) cetakan dan papan alas cetakannya. Atur cetakan (bisa dari bambu atau batok kelapa) di atas papan alas. Jika cetakan terbuat dari batok (tempurung) kelapa, maka batok harus ditelangkupkan dulu agar air sisa pencucinya turun.

Cara menguji apakah nira sudah bisa naik ke cetakan :
Larutkan sekitar 1 cc air nira yang dimasak itu ke dalam air bersih dingin. Jika air nira langsung membeku, maka berarti masakan nira sudah siap naik cetakan. Jangan memaksa mencetak nira yang belum cukup tua masakannya. Hal ini bisa menyebabkan gula aren nantinya akan mudah berjamur.
Gula aren yang sudah membeku dibiarkan satu malam, baru dibungkus. Membungkus gula saat masih hangat akan membuat gula melengas/basah dan juga mudah berjamur. Perajin gula rakyat biasanya membungkus gula aren dengan kresek daun pisang, upih pinang, daun jati, dan perangkat alami lainnya. Perajin yang lebih modern akan membungkus gulanya dengan plastik bertuliskan nama usaha/merk.  

Demikianlah cara memasak nira aren kami uraikan. Janganlah merusak citra gula aren kita dengan cara mengoplosnya dengan gula pasir atau molase. Tak perlu juga menambahkan penguat rasa manis (siklamat). Cita rasa gula ren yang khas dan alami adalah hal yang membuat gula aren punya tempat tersendiri di hati para peminat.

Cara membedakan gula aren asli dengan yang dioplos gula pasir/molase.
Cium gula itu. Jika ada bau khas tebu, maka itu adalah gula aren oplosan.
GULA AREN YANG ASLI TIDAK TERLALU KERAS. JIKA DIPATAHKAN, ADA TERLEPAS BUTIRAN BUTIRAN KECILNYA. BAGIAN DALAMNYA LEBIH KEMPUR/MAWUR DARI PADA BAGIAN TEPINYA. AROMANYA KHAS GULA AREN.

Umumnya, harganya juga lebih murah. Gula aren asli saat ini dijual seharga Rp.20.000/kg (Sumut), dan Rp.25.000/kg (Riau/Jambi/Pelembang/Bangka Belitung). Sementara gula aren oplosan dijual pada kisaran harga 14.000-16.000/kg. Harga adalah di tingkat perajin/produsen.

Jika ada yang kurang jelas, silahkan konsultasi gratis di nomor hp/wa 0813 7000 8997. Pada jam 20.00-23.00 WIB.

Jika ada yang mau membeli bibit aren, silahkan hubungi nomor yang sama (call/sms), toko kami buka 7x24 jam. Atau datang langsung ke panangkaran bibit aren kami di Desa Petatal, Jalan Lintas Medan-Kisaran KM 129, Sumut.   

Salam tani!

###
Selamat bertemu. Kami menjual aneka bibit atau benih tanaman. Bibitnya masih tersedia. Silahkan pesan atau datang langsung. 
Tani Muda Nursery.  Alamat di Dusun 2 Desa Petatal,  Lima Puluh,  Batubara, Sumatera Utara alias Sumut. Jalan Lintas Medan-Kisaran km129. Depan rumah makan Minang Jaya, stasiun bus ALS. Dekat SPBU Petatal-Batubara.  Sebelah kiri dari arah Medan. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. Hp/Wa 081370008997. Harga sangat bersahabat.
Ada bibit : durian kani harga 20rb, musang king 25rb, bintana20rb  dan montong 20rb. Ada bibit aren genjah 5rb dan aren dalam 5rb. Kelapa hibrida, genjah dan kelapa dalam masing-masing 15rb. Pinang betara 7rb, pinang hibrida 10rb dan pinang kampung 3rb. Lada perdu 8rb dan lada panjat 7rb. Duku Palembang 20rb. Rambutan binjai brahrang 20rb. Asam gelugur 7rb. Mangga harum manis, lokmai dan tongdam masing-masing 15rb. Jambu madu 20rb, jambu citra 25rbdan jambu black kingkong 25rb. Bibit cengkeh zanzibar 8rb. Kakao alias coklat 8rb. Manggis asal biji 12 rb, manggis sambung pucuk 20rb. Sukun 10rb. Kemiri 7rb. Jeruk nipis 8rb. Melinjo 15rb. Sirsak madu 10rb. Alpukat mentega jumbo 20rb. Kecambah sawit dura, tenera dan dampi masing masing 1rb (seribu rupiah). Kedondong 20rb. Kelengkeng pungrao 20rb, aroma durian 25rb dan pingpong 25rb. Jambu jamaika 20rb. Jambu kristal 20rb. Mangga irwin 60rb. Mangga red brazil 50rb. Vanili planivolia 10rb. Anggur merah dan hijau dataran rendah 15rb. Kelapa pandan wangi.90rb.  Bibit sawit tenera dan dura siap tanam umur setahun 13rb, baby sawit kecil umur 5 bln rp,1.500. Bibit singkong gajah rp.700/stek 25cm. Dll.

Pembeli sebaiknya datang langsung. Kalau mau   dikirim, juga bisa. Harga blm termasuk ongkir. Ongkir ditanggung pembeli. Trims.




Kamis, 09 Juli 2015

Kemana Para PNS Berinvestasi?



Dari sekian banyak para pembeli bibit aren di penangkaran bibit UKM Tani Muda, Petatal, Batu Bara, Sumut, sebagian besarnya adalah para PNS dan anggota TNI. Diantara para PNS, ada yang bertugas sebagai polisi, sipir, jaksa, guru dan pegawai pemda.

Alasan mereka memilih bertanam aren adalah karena tanaman ini akan memberikan hasil yang banyak, sementara untuk mengurusnya tidak membutuhkan waktu dan perhatian yang banyak. Paling-paling hanya pemupukan dan pengendalian gulma yang cukup dilakukan setiap enam bulan sekali. Jadi, dengan bertanam aren, mereka bisa tetap fokus melakukan pekerjaan utamanya. Dan jika tiba saatnya, hasil yang melimpah akan masuk ke pundi-pundi mereka, nyaris untuk seumur hidup.

Pemilik kebun aren bisa terus menerus menikmati hasil dengan melakukan peremajaan sistim plant inter planting.  Cara ini sudah jamak dilakukan oleh para pekebun sawit kelas menengah dan besar.
Konsumen kedua terbesar yang membeli bibit aren tadi adalah para pedagang. Mereka yang dapat dikatakan sebagai mahkluk super sibuk di bumi ini, jelas tak punya waktu untuk mengurusi kebun miliknya. Jadilah menanam aren merupakan pilihan terbaik, karena tanaman satu ini terkenal bandel , mudah tumbuh, sulit untuk mati dan nyaris tak mengenal hama serta penyakit.

Bagi PNS dan pedagang yang kebetulan memiliki orang kepercayaan di lapangan, umumnya mereka akan menanam aren yang ditumpangsarikan dengan pepaya, singkong, atau lada. Bagi yang tak memiliki orang jujur yang dapat dipercaya mengelola kebun, maka sebaiknya cukup menanam aren saja. Karena menurut pengalaman, jika hanya mengandalkan uang, maka yang terjadi adalah uang habis, tanaman tak berhasil.

Akan halnya petani murni, agak jaranglah mereka membeli bibit aren untuk ditanam sendiri. Masa tunggu produksi aren yang mencapai tujuh tahun adalah terlalu lama buat sebuah periuk yang setiap hari harus mengepul. Petani murni biasanya memilih untuk bertanam tanaman yang cepat menghasilkan uang, semisal padi, jagung, singkong, sayuran dan lainnya.

Di satu sisi mereka akan mendapatkan uang dengan cepat, tetapi di sisi lain para petani itu sulit untuk melakukan perubahan. Hal ini disebabkan karena  umumnya petani kita hanya menguasai lahan yang sempit dan kesuburannya terbatas. Lahan turun temurun yang sudah ditanami puluhan bahkan ratusan kali itu sudah lama kehilangan unsur hara pentingnya. Yang tersisa hanyalah tanah gersang bertopeng kesuburan ala pupuk kimia. Lahan yang sempit dan kurang subur tadi akan memberikan hasil yang sedikit. Hasil yang tak cukup untuk sekedar bertahan hidup. Hal itu pulalah yang dianggap sebagai biang keladi makin berkurangnya peminat pertanian di Indonesia.

Lahan pertanian berubah fungsi. Jadi pemukiman dan area industri. Setelah terpaksa menjualnya, para petani kini menjadi buruh harian lepas. Menjadi kuli kontrak berstatus miskin di negerinya yang kaya raya ini. Sebagian lagi menjadi pengangguran. Melewati dinginnya malam sambil mengkeret menahan lapar.  Mewarisi esok yang sunguh tak pasti.

Seandainya pemerintah peduli, tentu pemerintah akan menanam kembali 20 juta hektar hutan yang sudah terlanjur dibabat gundul dan dirusak oleh para cukong pemegang HPH. Menanamnya dengan tanaman aren. Yang akan menghasilkan gula aren, gula semut, ijuk, kayu, tepung pati, ethanol, bio methanol dan alkohol farmasi.  

10 juta hektar kebun aren itu diberikan kepada 20 juta keluarga rakyat miskin. Setengah hektar kebun aren yang telah berproduksi sudah lebih dari cukup untuk menghidupi sebuah keluarga beranggotakan lima orang. Sisanya yang 10 juta hektar hasilnya diambil oleh negara untuk membayar hutang luar negeri pemerintah, dan membiayai gaji para penyelenggara negara, hingga pajak tak perlu lagi di tarik dari rakyat.

Berapa banyakkah hasil yang diberikan oleh satu hektar kebun aren?
1 ha = 250 batang pohon. Yang disadap setiap hari adalah setengahnya = 125 pohon. Setiap pohon akan menghasilkan satu kilogram gula aren. Dipasaran harganya sekitar 20.000/kg (yang asli, kalau yang oplosan, lebih murah). Jadi dalam sehari pekebun aren akan mendapatkan uang sebesar
125 x 20.000 = Rp.2.500.000.  
Dikurangi upah pekerja rp.400.000 (4 orang) dan biaya membeli kayu bakar/gas melon rp.100.000, maka berarti masih ada sisa penghasilan bersih perhari sebesar Rp.2.000.000.

Jika masa produksi aren dihitung 4 tahun saja, maka hasil dalam satu masa penanaman (12 tahun) adalah = Rp.2.000.000 x 4 tahun x 364 hari = Rp.2.912.000.000.

Adapun hasil perhari pekebun aren terhitung sejak pertama kali menanam adalah :
2.912.000.000 : 12 tahun : 364 hari = Rp.666.000.

Ini berarti jika hanya memiliki setengah hektar kebun aren, maka penghasilan perhari sejak awal adalah Rp.333.000/hari. Sepuluh juta rupiah sepertinya cukup untuk menghidupi satu keluarga sedrhana selama sebulan, ya?

Aren memang ajaib. Karena itu tak heran jika Sunan Kalijaga pernah memberi isyarat bahwa pohon ini adalah pohon emas.

###
Selamat bertemu. Kami menjual aneka bibit atau benih tanaman. Bibitnya masih tersedia. Silahkan pesan atau datang langsung. 
Tani Muda Nursery.  Alamat di Dusun 2 Desa Petatal,  Lima Puluh,  Batubara, Sumatera Utara alias Sumut. Jalan Lintas Medan-Kisaran km129. Depan rumah makan Minang Jaya, stasiun bus ALS. Dekat SPBU Petatal-Batubara.  Sebelah kiri dari arah Medan. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. Hp/Wa 081370008997. Harga sangat bersahabat.
Ada bibit : durian kani harga 20rb, musang king 25rb, bintana20rb  dan montong 20rb. Ada bibit aren genjah 5rb dan aren dalam 5rb. Kelapa hibrida, genjah dan kelapa dalam masing-masing 15rb. Pinang betara 7rb, pinang hibrida 10rb dan pinang kampung 3rb. Lada perdu 8rb dan lada panjat 7rb. Duku Palembang 20rb. Rambutan binjai brahrang 20rb. Asam gelugur 7rb. Mangga harum manis, lokmai dan tongdam masing-masing 15rb. Jambu madu 20rb, jambu citra 25rbdan jambu black kingkong 25rb. Bibit cengkeh zanzibar 8rb. Kakao alias coklat 8rb. Manggis asal biji 12 rb, manggis sambung pucuk 20rb. Sukun 10rb. Kemiri 7rb. Jeruk nipis 8rb. Melinjo 15rb. Sirsak madu 10rb. Alpukat mentega jumbo 20rb. Kecambah sawit dura, tenera dan dampi masing masing 1rb (seribu rupiah). Kedondong 20rb. Kelengkeng pungrao 20rb, aroma durian 25rb dan pingpong 25rb. Jambu jamaika 20rb. Jambu kristal 20rb. Mangga irwin 60rb. Mangga red brazil 50rb. Vanili planivolia 10rb. Anggur merah dan hijau dataran rendah 15rb. Kelapa pandan wangi.90rb.  Bibit sawit tenera dan dura siap tanam umur setahun 13rb, baby sawit kecil umur 5 bln rp,1.500. Bibit singkong gajah rp.700/stek 25cm. Dll.

Pembeli sebaiknya datang langsung. Kalau mau   dikirim, juga bisa. Harga blm termasuk ongkir. Ongkir ditanggung pembeli. Trims.