Minggu, 03 Juni 2018

Bertanam Kurma di Bumi Nusantara

Dulu, ada semacam opini yang berbunyi "Kurma tidak dapat berbuah pada bagian bumi yang tak pernah dipijak oleh nabi." Tentu saja opini sesat itu sudah terbantahkan dengan tumbuh dan berbuahnya tanaman kurma di California, Australia, Thailand, Malaysia dan terakhir di beberapa tempat di Indonesia.
Di Bangka, tepatnya 10 kilometer dari kota Pangkal Pinang, sudah ada enam hektar kebun kurma yang sudah mulai berproduksi. Tak lama lagi, 100 hektar kebuh kurma di Aceh juga bakal menyusul.

Kurma bahree di Aussie
Kurma bahree di Aussie
Menurut ahli perkurmaan, di dunia ini ada lebih dari 1.600 jenis kurma. Kurma termasuk palma yang paling beragam variannya. Harga buahnya juga sangat variatif.
Mulai yang termurah, kurma mesir alias kurma curah yang ‘cuma’ seharga Rp.20.000/kg, sampai kepada kurma ajwa (kurma nabi) yang dibanderol seharga 350-500 ribu rupiah per kilogram tergantung ukuran buah. Makin besar makin mahal.  Sedangkan kurma lulu (kurma madu) yang kemarin penulis beli, harganya Rp.110.000/kg.
Dewasa ini di Indonesia ada sementara pihak yang berusaha mengembangkan pertanaman kurma (baca : jualan bibit kurma) dengan motto menanam satu batang pohon kurma sama hasilnya dengan menanam satu hektar sawit.
Sebagai sesama penangkar bibit tanaman, saran saya, kalau promosi ya jangan terlalu bombastis begitu. Kalau ada pemula yang tak mencapai parameter motto, nanti kita dianggap PHP.  Lagi pula, resiko gagal menanam satu batang kurma berbanding menanam satu hektar sawit adalah 133 kali lebih besar. Belum lagi soal adaptasi alam yang belum pasti dan  teknik budidaya  yang masih minim.
Kurma Pangkal Pinang
Kurma Pangkal Pinang
Namun begitu, ada satu hal yang sangat mengembirakan para peminat pertanaman kurma di Indonesia. Tanaman kurma yang di tempat asalnya, jazirah Arab, butuh waktu sampai sepuluh tahun baru dapat berproduksi, di Indonesia hanya butuh waktu setengahnya. Mungkin karena tanah kita jauh lebih subur dari pada tanah Arabia yang terkenal tandus dan kadar pasirnya terlalu tinggi.
Di Indonesia, tanaman kurma cocok dibudidayakan di dataran rendah. Tempat di mana cahaya matahari bersinar penuh, cuaca panas di siang hari dan air tanahnya dekat.
Daun kurma memang membutuhkan paparan cahaya dan suhu yang relatif tinggi, namun akarnya membutuhkan banyak air. Itulah sebabnya, di negeri asal, kebun kurma umumnya dipasangi irigasi pipa.
Kendala utama pengembangan kurma di negeri kita adalah sulit dan mahalnya harga bibit. Jangan terkejut jika bibit kurma varietas Bahree atau kurma Ajwa, dikembangkan dengan teknik kultur jaringan, umur setahun setengah sampai dua tahun, harga  perbatangnya dari delapan ratus ribu rupiah sampai satu setengah juta rupiah!
Kurma termasuk palma dengan kelamin terpisah atau berumah dua. Ada jantan dan ada betina. Yang bisa menghasilkan buah hanyalah yang berkelamin betina, sedangkan yang jantan hanya menghasilkan serbuk sari atau polen. Penyerbukan (polinasi/pendebungan) kurma biasanya juga dilakukan dengan cara buatan atau dengan bantuan manusia, seperti pada proses penyerbukan tanaman salak.
Bibit kurma KL1 asal kultur jaringan eks Thailand
Bibit kurma asal kultur jaringan eks Thailand
Aslinya, kurma dapat dikembangkan melalui biji. Biji kurma yang Anda dapat dari membeli buah kurma di warung-warung atau toko pangan, dapat dikecambahkan lalu ditanam di depan rumah. Biji kurma itu masih hidup, dan proses pengolahan buah kurma tidaklah melalui perebusan.
Hanya saja, dari 100 biji kurma yang ditanam, hanya sekitar 10 yang akan menjadi betina, 40 hermaprodit dan 50 jantan. Padahal rasio ideal jantan- betina tanaman  kurma adalah 1:40. Artinya, satu batang kurma jantan akan menghasilkan polen yang cukup untuk proses polinasi 40 batang pohon kurma betina.
Polen juga dapat disimpan dalam waktu yang lama (6 bulan) jika dimasukan ke dalam wadah kedap udara lalu ditaruh di dalam kulkas. Orang biasanya hanya menyimpan polennya, tanpa mengikutkan mayangnya. Di Youtube banyak di sharing bagaimana cara melakukan polinasi putik kurma.
Secara fisik, biji, kecambah, bibit dan pohon kurma sulit dibedakan jenis kelaminnya. Kelamin kurma baru diketahui secara pasti saat ia sudah mengeluarkan bunga/mayang. Bunga kurma jantan berwarna putih sedangkan bunga betina cenderung kekuningan. Bunga betina berputik sedangkan bunga jantan bertepung sari .
Pengembangan kurma lewat biji memang cara termurah,namun mengandung dua kerugian mendasar, yakni rasio kelamin yang tak menguntungkan, dan akan berbuah paling cepat dalam masa sembilan tahun terhitung sejak dikecambahkan.
Cara kedua adalah menggunakan anakan atau offshot. Pohon kurma dewasa akan mengeluarkan anak, sama seperti anakan pada tanaman salak. Semua anak pohon kurma jantan adalah jantan. Dan 70 persen anakan kurma dari pohon betina adalah betina, sisanya jantan dan hermaprodit. Kita tak terlalu membahas jenis kelamin hermaprodit kurma karena pada kenyataannya, kurma kelamin hermaprodit juga nyaris tak menghasilkan buah.
Cara ketiga adalah melalui proses kultur jaringan. Dengan cara ini, sex ratio bibit kurma dapat diatur sejak awal. Hanya saja, karena di Indonesia belum ada pihak yang membuat bibit kurma kuljar ini, harga bibit impornya jadi begitu mahal. Memang ada bibit kurma kuljar yang harganya hanya separuh dari harga di atas, namun sulit mendapatkanya. Bibit ini masuk dari jalur-jalur tertentu.

Membudidayakan kurma sejatinya tidaklah sulit. Tanah kita jauh lebih subur dan air tanah kita jauh lebih banyak dibandingkan alam di kampung asal kurma itu. Jika berhasil, pertanaman kurma akan memberikan hasil sepuluh kali lebih banyak dari pada berkebun tanaman lain, semisal kelapa sawit tadi.
Tanamlah jenis kurma yang harga jual buahnya cukup baik, semisal kurma lulu atau deglet noor. Yang lebih baik adalah kurma bahree dan kurma ajwa. Saya sarankan deglet noor atau bahree, karena ajwa agak sulit berbuah di Indonesia. Ajwa butuh suhu yang lebih tinggi agar buahnya dapat berkembang dengan baik. Sementara kurma lulu rasio biji betinanya terlalu kecil.

(Artikel ini kami tulis ulang dari artikel kami di Kompasiana  dengan judul yang sama. Ada beberapa perbaikan). 

Senin, 28 Mei 2018

Jual Bibit Alpukat, Cengkeh, Pala dan Rambutan

Jual Bibit alpukat mentega jumbo harga rp.15.000/btg.


Jual Bibit pala banda rp.13.000/btg.




Jual Bibit cengkeh rp.8.000/btg.

Bibit rambutan binjai  rp.20.000/btg.







Hp/wa 081370008997. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. Alamat di dusun 2 desa Petatal, Lima Puluh, Batubara, Sumut. Jln Lintas Medan-Kisaran km 129. Dekat SPBU Petatal-Batubara. 


Selasa, 03 April 2018

Jual Kecambah Bibit Sawit di Riau

Jual bibit kecambah kelapa sawit di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Aceh, Sumatera Selatan, Bengkulu, Sumatera Barat dan sekitarnya. Harga murah dan berkualitas baik.
Harga rp.1.000/butir. Gratis ongkir ke daerah tersebut di atas bila beli 2.000 butir. Jenis dura (biji besar), tenera (biji kecil) dan DxT ( biji sedang). Harga sama saja. Indukan terpilih. Non sertifikasi. Tanpa merk. Minimal pesan 500 butir. Hp/wa 081370008997. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. Alamat di dusun 2 desa Petatal, Lima Puluh, Batubara, Sumut.  Jalan lintas Medan-Kisaran km.129. Depan RM.Minang Jaya, stasiun bus PT.ALS.










Monggo silahkan diorder. Kami jujur dan terpercaya.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Mari Menanam Pohon, Agar Bumi Semakin Hijau Lestari



Budidaya Cara Bertanam Porang Edisi Lengkap



Syarat Tumbuh
Tanaman porang yang dibudidayakan harus punya kualitas yang baik, untuk itu perlu diketahui syarat-syarat tumbuh tanaman porang,antara lain : 
1. Keadaan iklim; a. Intensitas cahaya 60 – 70%; b. Ketinggian 0 – 700 m dpl. Namun yang paling bagus pada daerah dengan ketinggian 100 – 600 m dpl. 
2. Keadaan tanah; a. Dibutuhkan tanah yang gembur/subur dan tidak becek; b.Tanah dengan tekstur lempung berpasir dan bersih dari alang-alang; c.Derajat keasaman tanah ideal antara pH 6 – 7. 
3. Kondisi lingkungan; Naungan yang ideal: Jati, Mahoni Sono, dan lain-lain; b. Tingkat kerapatan naungan minimal 40% maksimal 60%.
 
Persiapan Lahan
Lokasi tumbuh tanaman porang yang baik adalah di bawah naungan dengan intensitas cahaya 60%. Kegiatan persiapan lahan antara lain: 1. Pada lahan datar - Setelah lahan dibersihkan dari semak semak liar/gulma lalu dibuat guludan selebar 50 cm dengan tinggi 25 cm dan panjang disesuaikan dengan lahan. Jarak antara guludan adalah 50 cm; 2. Pada lahan miring - Lahan dibersihkan tidak perlu diolah. Lalu dibuat lubang tempat ruang tumbuh bibit yang dilaksanakan pada saat penanaman. Porang juga dapat ditanam di area terbuka namun hanya pada daerah yang cukup mendapatkan curah hujan. 
 
 
Persiapan Bibit
Porang dapat diperbanyak secara vegetatif dan generatif (biji, bulbil/katak). Bibit yang dipilih adalah dari umbi dan bulbil yang sehat. Bibit porang cukup ditanam sekali. Setelah bibit yang ditanam berumur 3 tahun, dapat dipanen selanjutnya dapat dipanen setiap tahunnya tanpa perlu penanaman kembali. Kebutuhan bibit per satuan luas sangat tergantung pada jenis bibit yang digunakan dan jarak tanam. Dengan prosentase tumbuh benih diatas 90%, kebutuhan benih per hektar dengan jarak tanam 0.5 m adalah:

1. Umbi  : 1.500 kg (± 20-30 buah/kg); masa panen berlangsung 1-2 tahun.
2. Biji      : 100 kg; masa panen berlangsung 4 tahun.
3. Bulbil : 350 kg (±170 – 175 buah/kg); masa panen berlangsung 2-3 tahun.
4. Anakan. Masa panen 1-2 tahun. 

 
Tata cara penyiapan bibit dari umbi 
1. Tentukan anakan tanaman porang yang berumur ±1 tahun yang pertumbuhannya subur dan sehat; 2. Bongkar tanaman dan bersihkan umbi dari akar dan tanah; 3. Kumpulkan bibit tersebut di tempat yang teduh untuk penanganan selanjutnya yaitu penanaman (1 umbi porang hanya menghasilkan 1 tanaman porang).
 
Tata cara penyiapan bibit dari biji
Tanaman porang pada setiap kurun waktu 4 tahun akan menghasilkan bunga yang kemudian menjadi buah atau biji. Dalam 1 tongkol buah bisa menghasilkan biji sampai 250 butir yang dapat digunakan sebagai bibit porang dengan cara disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dibuat beratapkan plastik tembus pandang. Air hujan sebaiknya dicegah menguyuri persemaian. Setelah tumbuh setinggi 8-10cm, bibit dipindahkan ke polibag ukuran 12x17 cm, lalu disusun di bawah atap plastik lagi. Bibit porang asal biji ini pertumbuhannya lambat dan mudah terserang penyakit hawar daun, karena itu semasa kecil perlu dihindarkan dari air hujan. Pemupukan dilakukan lewat penyemprotan. atau menggunakan pupuk cair. Larutkan 100 gram pupuk NPK ke 10 liter air, siramkan ke sekira 150 polibag bibit. Setelah air pupuk turun, bilas daun porang dengan menyiramnya kembali dengan sedi
kit air bersih.  Lakukan setiap minggu. Penanaman ke lahan setelah bibit setinggi 15-20 cm atau berumur 2 bulan. 

Bibit porang asal biji adalah pilihan terakhir, jika tidak didapat bibit asal katak.
 
Tata cara budidaya dengan perkecambahan poliembrioni
Poliembrioni adalah adanya lebih dari satu embrio dalam satu biji. Pada tata cara budidaya pembibitan dengan menggunakan biji maka satu biji porang akan langsung disemai sehingga satu biji porang hanya menghasilkan satu bibit baru. Namun demikian dengan metode poliembrioni, pada satu biji porang dilakukan proses pembelahan biji untuk memisahkan embrio-embrio dalam satu biji. Embrio yang telah dipisahkan tersebut kemudian disemai hingga tumbuh tunas sehingga dihasilkan lebih dari satu bibit baru dari satu biji. Budidaya porang metode poliembrioni ini biasanya dilaksanakan sejak bulan Agustus, ketika bunga porang mulai rebah, kemudian biji ditampung. Selanjutnya biji-biji tersebut kemudian dibelah dan embrio-embrionya dipisahkan. Dibutuhkan waktu 6-7 minggu sejak embrio disemaikan hingga berkecambah. Embrio yang telah berkecambah dipindahkan ke dalam kantong polybag hingga 8 minggu sebelum siap ditanam ke lahan. Cara ini jarang diterapkan di lapangan.

Tata cara penyiapan bibit dari bulbil/katak
1. Ambil bulbil dari sekitar rumpun tanaman yang berumur cukup tua (seleksi/pilih bulbil yang sehat); 2. Bulbil yang telah dipilih dikumpulkan dalam wadah dan disemai hingga tumbuh tunas yang kemudian ditanam (satu batang tanaman porang yang cukup besar dan tua dapat menghasilkan bulbil ±40 butir/pohon).

Tata cara penyiapan bibit dari anakan
Anakan porang yang sudah setinggi 12-18 cm dicongkel berikut tanahnya (sistim puteran) lalu ditanam ke lapangan. Penanaman harus di musim penghujan, kecuali mampu menyiramnya bila diperlukan.   
Penanaman Porang

Tanaman porang itu juga mudah tumbuh sehingga dijadikan program dari pihak kehutanan untuk penanaman di hutan rakyat yang mayoritas berada di pegunungan. Porang sangat baik ditanam ketika musim hujan, yaitu sekitar bulan November – Desember. Pembersihan lahan dilakukan dengan cara mekanis maupun kimiawi, buat lubang tanam dengan pengaturan jarak tanam disesuaikan dengan sumber bibit dan kondisi tanaman naungan.  Apabila dari benih biji gunakan jarak tanam 35 x 35 cm, sumber bibit dari kathak/bulbil gunakan 35 x 70 cm, dan dari umbi kecil gunakan 35 x 90 cm. Atau jarak tanam disesuaikan dengan rencana panen; jika umbi dipanen pada periode tahun pertama 35 x 35 cm, tahun kedua 50 x 50 cm, tahun ketiga adalah 65 x 65 cm, dan tahun keempat adalah 100 x 100 cm. Kedalaman tanam disesuaikan juga dengan berat bibit yang ditanam. Apabila menggunakan bulbil/katak maka kedalaman 3 s/d 5 cm, bibit dari umbi kecil kurang dari 200 gr : 10 s/d 15 cm, dan bibit umbi lebih dari 200 gr : 15 s/d 20 cm. Tanaman porang hanya mengalami pertumbuhan selama 5 – 6 bulan tiap tahunnya (pada musim penghujan). Dalam musim kemarau (siklus antara Mei sampai Desember) adalah masa dorman atau waktu istirahat Porang dan daunnya layu tampak seolah-olah mati sehingga tanaman ini seakan lenyap begitu saja dengan menyisakan umbinya. Di Jepang di budidayakan khusus dengan jarak  60x30cm (jarak antar larikan 60 cm, jarak tanaman 30 cm) dan dipanen saat berat 2 kg. Di Klangon dengan tumpangsari Jati berjarak 100x50 cm. Di daerah yang musim penghujannya lebih panjang, maka masa pertumbuhan juga akan menjadi lebih panjang. Umbi yang didapat juga akan lebih besar-besar.  
Pemupukan
Pada saat pertama kali ditanam, dilakukan pemupukan dasar dengan cara ditebar/ditanam disekitar batang porang. Pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang  diperlukan pada awal pertumbuhan, dengan dosis 10 ton/ha, sedangkan dolomit disesuaikan dengan kondisi pH tanah. Jika ph tanah ada di angka 5 maka dibutuhkan 3 ton dolomit per hektar untuk menaikkannya satu digit menjadi 6. Pupuk NPK 15:15:15  diberikan pada umur tanaman 30 hari, 60 hari dan 90 hari. Masing-masing periode pemupukan diaplikasikan pupuk NPK 200 kg/ha.
 

Pemeliharaan Tanaman Porang
Tanaman porang merupakan tanaman yang tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus. Namun untuk mendapatkan hasil pertumbuhan dan produksi yang maksimal, dapat dilakukan perawatan yang intensif dengan cara melakukan penyiangan; Dilakukan dengan membersihkan gulma yang berupa rumput liar yang dapat menjadi pesaing tanaman porang dalam hal kebutuhan air dan unsur hara; Sebaiknya dilakukan sebulan setelah umbi porang ditanam. Penyiangan berikutnya dapat dilakukan saat gulma muncul; Gulma yang terkumpul ditimbun dalam sebuah lubang agar membusuk dan menjadi kompos. Pemeliharaan tanaman dilakukan secara periodeik setiap 3 bulan atau pada saat kondisi gulma sudah terlalu tinggi dengan melakukan penyiangan dan pembumbunan. Perbaikan drainase dengan pembuatan guludan dapat mengurangi resiko busuk batang dan mencegah genangan air yang berlebihan.
 
Pengamanan Pohon Pelindung
Porang merupakan tanaman yang butuh naungan. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeliharaan terhadap pohon pelindung agar pohon pelindung dan tanaman porang dapat tumbuh dengan baik. Pemangkasan ringan pada tanaman naungan dilakukan agar tanaman porang mendapatkan sinar matahari yang cukup. Di beberapa tempat, tanaman porang sudah dicoba ditanam di area terbuka, dan berhasil dengan baik juga. Hanya saja dibutuhkan curah hujan yang cukup dan irigasi yang baik. 
 
Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman porang adalah:   belalang, ulat makasar orketti, ulat umbi araechenes dan nematoda. Sedangkan penyakit umum porang adalah: busuk batang semu, layu daun oleh jamur Sclerotium sp, Rhyzoctonia sp, Cercospora sp. Pengendalian nematoda jenis Heterodera sering menyerang umbi porang dapat menggunakan Carbofuran, sedangkan pengendalian penyakit dapat gunakan fungisida Ridomil dan Benlate, dan pengendalian hama dapat gunakan Basudin dan Thiodan.
Hama besar seperti babi hutan, landak atau tikus tak perlu dicemaskan, karena umbi porang banyak mengandung  kalsium—oksalat  yang menyebabkan rasa muntah, gatal pada  lidah dan kerongkongan bila bagian tanaman dimakan mentah. Kalsium oksalat pada suweg (kerabat porang) akan hilang bila direbus, tetapi pada porang dan walur, kalsium oksalat ini agak susah dihilangkan. Beberapa penulis mengatakan Kalium oksalat dapat dihilangkan dengan merendam irisan umbi pada larutan garam 5 % , fungsi garam selain mencegah browning juga sebagai penetral alkaloid, mempercepat pelarutan kalsium oksalat serta memperpanjang masa simpan. Batang dan daun porang juga diketahui mengandung kalium oksalat. 
Karena mengandung racun kalium oksalat  inilah, tanaman porang sebenarnya sangat potensial dikembangkan di daerah Riau, Jambi, Sumut dan daerah sekitar yang masih banyak hama babi hutannya. Porang dapat juga ditanam di antara tanaman kelapa sawit yang baru ditanam.
 
Masa Panen
Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umur tanaman mencapai 2 tahun. Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 1 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya. Setelah itu, tanaman dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya. Tanda-tanda porang siap dipanen ialah bila daunnya telah kering dan jatuh ke tanah. Satu pohon porang dapat menghasilkan umbi sekitar 2 kg dan dari sekitar 40 ribu tanaman dalam satu hektar bisa dipanen 80 ton umbi pada periode pemanenan tahun kedua.
Dengan awal tanam umbi berukuran 0.5 kilogram dan atau sampai dengan 1 kilogram per satuan, setelah melewati masa pelihara satu tahun bisa terjadi pembesaran sampai tiga kali ukuran semula, yaitu 1.5 sampai 3 kg per umbinya.Waktu panen tanaman porang dilakukan pada bulan April – Juli (masa dorma). Masa panen yang baik dilakukan sekitar bulan Mei sampai Juni. Bibit asal umbi memang diproyeksikan bila panen ingin dilakukan dalam masa satu musim saja.
Menurut Pakar Porang, dengan stimulan pupuk kandang, modal 4 kwintal umbi porang maka setelah jangka waktu 5 bulan persiapan tanam bulan 10 sampai dipanen bulan 4- tahun berikutnya- dapat dihasilkan 16 kwintal. Rata-rata dari 1 kilogram umbi dapat membesar jadi 4 kilogram.
Harga umbi porang basah Rp 3.500-4.000/kilogram. Harga chip kering porang saat ini berkisar Rp.28.000-32.000/kg.  Porang yang biasa dijual petani masih berusia sekitar sepuluh bulan sehingga dalam satu kilogramnya terdiri dari empat sampai lima buah. Jika dibiarkan hingga tiga tahun, berat satu umbi porang bisa mencapai 7.5 kilogram.

Hasil brutto/ha/panen umur 2 tahun/monokultur/bibit asal katak :
Jarak tanam 50 x 50 cm. 1 ha = 40.000 titik tanam. 40.000 x 2 kg = 80.000 kg x rp.3.500 = Rp.280.000.000. : 2 = Rp.140.000.000/tahun.
Pemasaran umbi dan chip porang terpusat di Jateng dan Jatim (Sidoarjo). Pembeli antara lain adalah pihak PT.Perhutani. Pusat penanaman porang yang pernah penulis kunjungi adalah di Madiun, Jombang dan Nganjuk. Tepung porang banyak diekspor ke Jepang, antara lain untuk bahan pembuat makanan khas Jepang.
Di Jepang, umbi diolah dengan cara dimasak lalu dilumatkan untuk mendapatkan pati, kemudian dipadatkan menggunakan air kapur menjadi gel yang disebut ‘Konnyaku’, atau olahan berbentuk lempengan nata de coco, dan shirataki (seperti mi). Kedua penganan tersebut merupakan menu utama yang disebut shabu-shabu. Shirataki dan konyaku dapat dikombinasikan dengan hidangan laut, daging, atau sayuran. 

Cara membuat chip (keripik) porang
· Umbi segar dibersihkan dari tanah
· Dicuci dengan air bersih
· Umbi diiris setebal 0,5 cm
· Irisan umbi di rendan pada larutan garam 5 % selama 1 menit
· Ditiriskan lalu dikeringkan dengan sinar matahari atau oven dengan suhu 50 derajat Celcius  selama 18 Jam. Atau 70 C selama 16 Jam.
· Keripik Umbi (Kadar air kl 12 %)

Kandungan terpenting dari umbi porang adalah glucomanan. Selain untuk bahan makanan, glucomanan yang merupakan saripati umbi porang juga dibutuhkan dunia industri kertas, lem, parasut, kosmetik dll.  

Budidaya porang sangat menguntungkan. Sudah saatnya para petani Indonesia memanfaatkan peluang ini.

                                                 Batang porang.

                                                 Anakan porang

                                            Umbi porang (kiri) dan umbi walur (kanan).

                                                 Umbi walur (atas) dan umbi porang (bawah)

                                                 Buah/biji porang (setelah porang berumur 4 tahun).

                     Umbi iles-iles (semua foto dokpri Muhammad Isnaini alias Bang Pilot.

Referensi http://porang.weebly.com/home/budidaya-tanaman-porang/  http://margarethasianipar.blogspot.co.id/2014/08/suweg-porang-walur-amorphophallus.html/