Sabtu, 07 Oktober 2017

Mari Menanam Pohon, Agar Bumi Semakin Hijau Lestari



Budidaya Cara Bertanam Porang Edisi Lengkap



Syarat Tumbuh
Tanaman porang yang dibudidayakan harus punya kualitas yang baik, untuk itu perlu diketahui syarat-syarat tumbuh tanaman porang,antara lain : 
1. Keadaan iklim; a. Intensitas cahaya 60 – 70%; b. Ketinggian 0 – 700 m dpl. Namun yang paling bagus pada daerah dengan ketinggian 100 – 600 m dpl. 
2. Keadaan tanah; a. Dibutuhkan tanah yang gembur/subur dan tidak becek; b.Tanah dengan tekstur lempung berpasir dan bersih dari alang-alang; c.Derajat keasaman tanah ideal antara pH 6 – 7. 
3. Kondisi lingkungan; Naungan yang ideal: Jati, Mahoni Sono, dan lain-lain; b. Tingkat kerapatan naungan minimal 40% maksimal 60%.
 
Persiapan Lahan
Lokasi tumbuh tanaman porang yang baik adalah di bawah naungan dengan intensitas cahaya 60%. Kegiatan persiapan lahan antara lain: 1. Pada lahan datar - Setelah lahan dibersihkan dari semak semak liar/gulma lalu dibuat guludan selebar 50 cm dengan tinggi 25 cm dan panjang disesuaikan dengan lahan. Jarak antara guludan adalah 50 cm; 2. Pada lahan miring - Lahan dibersihkan tidak perlu diolah. Lalu dibuat lubang tempat ruang tumbuh bibit yang dilaksanakan pada saat penanaman. Porang juga dapat ditanam di area terbuka namun hanya pada daerah yang cukup mendapatkan curah hujan. 
 
 
Persiapan Bibit
Porang dapat diperbanyak secara vegetatif dan generatif (biji, bulbil/katak). Bibit yang dipilih adalah dari umbi dan bulbil yang sehat. Bibit porang cukup ditanam sekali. Setelah bibit yang ditanam berumur 3 tahun, dapat dipanen selanjutnya dapat dipanen setiap tahunnya tanpa perlu penanaman kembali. Kebutuhan bibit per satuan luas sangat tergantung pada jenis bibit yang digunakan dan jarak tanam. Dengan prosentase tumbuh benih diatas 90%, kebutuhan benih per hektar dengan jarak tanam 0.5 m adalah:

1. Umbi  : 1.500 kg (± 20-30 buah/kg); masa panen berlangsung 1-2 tahun.
2. Biji      : 100 kg; masa panen berlangsung 4 tahun.
3. Bulbil : 350 kg (±170 – 175 buah/kg); masa panen berlangsung 2-3 tahun.
4. Anakan. Masa panen 1-2 tahun. 

 
Tata cara penyiapan bibit dari umbi 
1. Tentukan anakan tanaman porang yang berumur ±1 tahun yang pertumbuhannya subur dan sehat; 2. Bongkar tanaman dan bersihkan umbi dari akar dan tanah; 3. Kumpulkan bibit tersebut di tempat yang teduh untuk penanganan selanjutnya yaitu penanaman (1 umbi porang hanya menghasilkan 1 tanaman porang).
 
Tata cara penyiapan bibit dari biji
Tanaman porang pada setiap kurun waktu 4 tahun akan menghasilkan bunga yang kemudian menjadi buah atau biji. Dalam 1 tongkol buah bisa menghasilkan biji sampai 250 butir yang dapat digunakan sebagai bibit porang dengan cara disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dibuat beratapkan plastik tembus pandang. Air hujan sebaiknya dicegah menguyuri persemaian. Setelah tumbuh setinggi 8-10cm, bibit dipindahkan ke polibag ukuran 12x17 cm, lalu disusun di bawah atap plastik lagi. Bibit porang asal biji ini pertumbuhannya lambat dan mudah terserang penyakit hawar daun, karena itu semasa kecil perlu dihindarkan dari air hujan. Pemupukan dilakukan lewat penyemprotan. atau menggunakan pupuk cair. Larutkan 100 gram pupuk NPK ke 10 liter air, siramkan ke sekira 150 polibag bibit. Setelah air pupuk turun, bilas daun porang dengan menyiramnya kembali dengan sedi
kit air bersih.  Lakukan setiap minggu. Penanaman ke lahan setelah bibit setinggi 15-20 cm atau berumur 2 bulan. 

Bibit porang asal biji adalah pilihan terakhir, jika tidak didapat bibit asal katak.
 
Tata cara budidaya dengan perkecambahan poliembrioni
Poliembrioni adalah adanya lebih dari satu embrio dalam satu biji. Pada tata cara budidaya pembibitan dengan menggunakan biji maka satu biji porang akan langsung disemai sehingga satu biji porang hanya menghasilkan satu bibit baru. Namun demikian dengan metode poliembrioni, pada satu biji porang dilakukan proses pembelahan biji untuk memisahkan embrio-embrio dalam satu biji. Embrio yang telah dipisahkan tersebut kemudian disemai hingga tumbuh tunas sehingga dihasilkan lebih dari satu bibit baru dari satu biji. Budidaya porang metode poliembrioni ini biasanya dilaksanakan sejak bulan Agustus, ketika bunga porang mulai rebah, kemudian biji ditampung. Selanjutnya biji-biji tersebut kemudian dibelah dan embrio-embrionya dipisahkan. Dibutuhkan waktu 6-7 minggu sejak embrio disemaikan hingga berkecambah. Embrio yang telah berkecambah dipindahkan ke dalam kantong polybag hingga 8 minggu sebelum siap ditanam ke lahan. Cara ini jarang diterapkan di lapangan.

Tata cara penyiapan bibit dari bulbil/katak
1. Ambil bulbil dari sekitar rumpun tanaman yang berumur cukup tua (seleksi/pilih bulbil yang sehat); 2. Bulbil yang telah dipilih dikumpulkan dalam wadah dan disemai hingga tumbuh tunas yang kemudian ditanam (satu batang tanaman porang yang cukup besar dan tua dapat menghasilkan bulbil ±40 butir/pohon).

Tata cara penyiapan bibit dari anakan
Anakan porang yang sudah setinggi 12-18 cm dicongkel berikut tanahnya (sistim puteran) lalu ditanam ke lapangan. Penanaman harus di musim penghujan, kecuali mampu menyiramnya bila diperlukan.   
Penanaman Porang

Tanaman porang itu juga mudah tumbuh sehingga dijadikan program dari pihak kehutanan untuk penanaman di hutan rakyat yang mayoritas berada di pegunungan. Porang sangat baik ditanam ketika musim hujan, yaitu sekitar bulan November – Desember. Pembersihan lahan dilakukan dengan cara mekanis maupun kimiawi, buat lubang tanam dengan pengaturan jarak tanam disesuaikan dengan sumber bibit dan kondisi tanaman naungan.  Apabila dari benih biji gunakan jarak tanam 35 x 35 cm, sumber bibit dari kathak/bulbil gunakan 35 x 70 cm, dan dari umbi kecil gunakan 35 x 90 cm. Atau jarak tanam disesuaikan dengan rencana panen; jika umbi dipanen pada periode tahun pertama 35 x 35 cm, tahun kedua 50 x 50 cm, tahun ketiga adalah 65 x 65 cm, dan tahun keempat adalah 100 x 100 cm. Kedalaman tanam disesuaikan juga dengan berat bibit yang ditanam. Apabila menggunakan bulbil/katak maka kedalaman 3 s/d 5 cm, bibit dari umbi kecil kurang dari 200 gr : 10 s/d 15 cm, dan bibit umbi lebih dari 200 gr : 15 s/d 20 cm. Tanaman porang hanya mengalami pertumbuhan selama 5 – 6 bulan tiap tahunnya (pada musim penghujan). Dalam musim kemarau (siklus antara Mei sampai Desember) adalah masa dorman atau waktu istirahat Porang dan daunnya layu tampak seolah-olah mati sehingga tanaman ini seakan lenyap begitu saja dengan menyisakan umbinya. Di Jepang di budidayakan khusus dengan jarak  60x30cm (jarak antar larikan 60 cm, jarak tanaman 30 cm) dan dipanen saat berat 2 kg. Di Klangon dengan tumpangsari Jati berjarak 100x50 cm. Di daerah yang musim penghujannya lebih panjang, maka masa pertumbuhan juga akan menjadi lebih panjang. Umbi yang didapat juga akan lebih besar-besar.  
Pemupukan
Pada saat pertama kali ditanam, dilakukan pemupukan dasar dengan cara ditebar/ditanam disekitar batang porang. Pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang  diperlukan pada awal pertumbuhan, dengan dosis 10 ton/ha, sedangkan dolomit disesuaikan dengan kondisi pH tanah. Jika ph tanah ada di angka 5 maka dibutuhkan 3 ton dolomit per hektar untuk menaikkannya satu digit menjadi 6. Pupuk NPK 15:15:15  diberikan pada umur tanaman 30 hari, 60 hari dan 90 hari. Masing-masing periode pemupukan diaplikasikan pupuk NPK 200 kg/ha.
 

Pemeliharaan Tanaman Porang
Tanaman porang merupakan tanaman yang tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus. Namun untuk mendapatkan hasil pertumbuhan dan produksi yang maksimal, dapat dilakukan perawatan yang intensif dengan cara melakukan penyiangan; Dilakukan dengan membersihkan gulma yang berupa rumput liar yang dapat menjadi pesaing tanaman porang dalam hal kebutuhan air dan unsur hara; Sebaiknya dilakukan sebulan setelah umbi porang ditanam. Penyiangan berikutnya dapat dilakukan saat gulma muncul; Gulma yang terkumpul ditimbun dalam sebuah lubang agar membusuk dan menjadi kompos. Pemeliharaan tanaman dilakukan secara periodeik setiap 3 bulan atau pada saat kondisi gulma sudah terlalu tinggi dengan melakukan penyiangan dan pembumbunan. Perbaikan drainase dengan pembuatan guludan dapat mengurangi resiko busuk batang dan mencegah genangan air yang berlebihan.
 
Pengamanan Pohon Pelindung
Porang merupakan tanaman yang butuh naungan. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeliharaan terhadap pohon pelindung agar pohon pelindung dan tanaman porang dapat tumbuh dengan baik. Pemangkasan ringan pada tanaman naungan dilakukan agar tanaman porang mendapatkan sinar matahari yang cukup. Di beberapa tempat, tanaman porang sudah dicoba ditanam di area terbuka, dan berhasil dengan baik juga. Hanya saja dibutuhkan curah hujan yang cukup dan irigasi yang baik. 
 
Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman porang adalah:   belalang, ulat makasar orketti, ulat umbi araechenes dan nematoda. Sedangkan penyakit umum porang adalah: busuk batang semu, layu daun oleh jamur Sclerotium sp, Rhyzoctonia sp, Cercospora sp. Pengendalian nematoda jenis Heterodera sering menyerang umbi porang dapat menggunakan Carbofuran, sedangkan pengendalian penyakit dapat gunakan fungisida Ridomil dan Benlate, dan pengendalian hama dapat gunakan Basudin dan Thiodan.
Hama besar seperti babi hutan, landak atau tikus tak perlu dicemaskan, karena umbi porang banyak mengandung  kalsium—oksalat  yang menyebabkan rasa muntah, gatal pada  lidah dan kerongkongan bila bagian tanaman dimakan mentah. Kalsium oksalat pada suweg (kerabat porang) akan hilang bila direbus, tetapi pada porang dan walur, kalsium oksalat ini agak susah dihilangkan. Beberapa penulis mengatakan Kalium oksalat dapat dihilangkan dengan merendam irisan umbi pada larutan garam 5 % , fungsi garam selain mencegah browning juga sebagai penetral alkaloid, mempercepat pelarutan kalsium oksalat serta memperpanjang masa simpan. Batang dan daun porang juga diketahui mengandung kalium oksalat. 
Karena mengandung racun kalium oksalat  inilah, tanaman porang sebenarnya sangat potensial dikembangkan di daerah Riau, Jambi, Sumut dan daerah sekitar yang masih banyak hama babi hutannya. Porang dapat juga ditanam di antara tanaman kelapa sawit yang baru ditanam.
 
Masa Panen
Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umur tanaman mencapai 2 tahun. Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 1 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya. Setelah itu, tanaman dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya. Tanda-tanda porang siap dipanen ialah bila daunnya telah kering dan jatuh ke tanah. Satu pohon porang dapat menghasilkan umbi sekitar 2 kg dan dari sekitar 40 ribu tanaman dalam satu hektar bisa dipanen 80 ton umbi pada periode pemanenan tahun kedua.
Dengan awal tanam umbi berukuran 0.5 kilogram dan atau sampai dengan 1 kilogram per satuan, setelah melewati masa pelihara satu tahun bisa terjadi pembesaran sampai tiga kali ukuran semula, yaitu 1.5 sampai 3 kg per umbinya.Waktu panen tanaman porang dilakukan pada bulan April – Juli (masa dorma). Masa panen yang baik dilakukan sekitar bulan Mei sampai Juni. Bibit asal umbi memang diproyeksikan bila panen ingin dilakukan dalam masa satu musim saja.
Menurut Pakar Porang, dengan stimulan pupuk kandang, modal 4 kwintal umbi porang maka setelah jangka waktu 5 bulan persiapan tanam bulan 10 sampai dipanen bulan 4- tahun berikutnya- dapat dihasilkan 16 kwintal. Rata-rata dari 1 kilogram umbi dapat membesar jadi 4 kilogram.
Harga umbi porang basah Rp 3.500-4.000/kilogram. Harga chip kering porang saat ini berkisar Rp.28.000-32.000/kg.  Porang yang biasa dijual petani masih berusia sekitar sepuluh bulan sehingga dalam satu kilogramnya terdiri dari empat sampai lima buah. Jika dibiarkan hingga tiga tahun, berat satu umbi porang bisa mencapai 7.5 kilogram.

Hasil brutto/ha/panen umur 2 tahun/monokultur/bibit asal katak :
Jarak tanam 50 x 50 cm. 1 ha = 40.000 titik tanam. 40.000 x 2 kg = 80.000 kg x rp.3.500 = Rp.280.000.000. : 2 = Rp.140.000.000/tahun.
Pemasaran umbi dan chip porang terpusat di Jateng dan Jatim (Sidoarjo). Pembeli antara lain adalah pihak PT.Perhutani. Pusat penanaman porang yang pernah penulis kunjungi adalah di Madiun, Jombang dan Nganjuk. Tepung porang banyak diekspor ke Jepang, antara lain untuk bahan pembuat makanan khas Jepang.
Di Jepang, umbi diolah dengan cara dimasak lalu dilumatkan untuk mendapatkan pati, kemudian dipadatkan menggunakan air kapur menjadi gel yang disebut ‘Konnyaku’, atau olahan berbentuk lempengan nata de coco, dan shirataki (seperti mi). Kedua penganan tersebut merupakan menu utama yang disebut shabu-shabu. Shirataki dan konyaku dapat dikombinasikan dengan hidangan laut, daging, atau sayuran. 

Cara membuat chip (keripik) porang
· Umbi segar dibersihkan dari tanah
· Dicuci dengan air bersih
· Umbi diiris setebal 0,5 cm
· Irisan umbi di rendan pada larutan garam 5 % selama 1 menit
· Ditiriskan lalu dikeringkan dengan sinar matahari atau oven dengan suhu 50 derajat Celcius  selama 18 Jam. Atau 70 C selama 16 Jam.
· Keripik Umbi (Kadar air kl 12 %)

Kandungan terpenting dari umbi porang adalah glucomanan. Selain untuk bahan makanan, glucomanan yang merupakan saripati umbi porang juga dibutuhkan dunia industri kertas, lem, parasut, kosmetik dll.  

Budidaya porang sangat menguntungkan. Sudah saatnya para petani Indonesia memanfaatkan peluang ini.

                                                 Batang porang.

                                                 Anakan porang

                                            Umbi porang (kiri) dan umbi walur (kanan).

                                                 Umbi walur (atas) dan umbi porang (bawah)

                                                 Buah/biji porang (setelah porang berumur 4 tahun).

                     Umbi iles-iles (semua foto dokpri Muhammad Isnaini alias Bang Pilot.

Referensi http://porang.weebly.com/home/budidaya-tanaman-porang/  http://margarethasianipar.blogspot.co.id/2014/08/suweg-porang-walur-amorphophallus.html/   

Minggu, 25 Juni 2017

Cara Budidaya Tanaman Alpukat




Cara Budidaya Tanaman Alpukat
Tanaman alpukat atau apokat atau avocad atau avocado atau nama latinnya persea americana, diketahui berasal dari daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Tanaman alpukat pertama kali dikembangkan  oleh suku Aztec, lalu diperkenalkan ke Nusantara oleh Belanda pada abad ke 19.
Tanaman alpukat memberikan banyak manfaat. Batangnya dapat menjadi kayu bakar, daunnya  digunakan untuk mengobati kencing batu, darah tinggi, sakit kepala, nyeri saraf, nyeri lambung, saluran napas membengkak dan menstruasi yang tidak teratur. Bijinya dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi dan kencing manis.
Di antara produk tanaman alpukat, buahnya adalah bagian yang paling banyak dimanfaatkan manusia. Daging buah alpukat yang berwarna hijau di dekat kulit buahnya dan berangsur berwarna kekuningan mendekati bijinya, mengandung banyak nutrisi penting buat manusia. Berikut adalah kandungan nutrisi pada 100 gram daging buah alpukat :
  • kalsium 23 mg,
  • fosfor 95 mg,
  • zat besi 1,4 mg,
  • sodium 9 mg,
  • potassium 1,368 mg,
  • vitamin A 660 IU,
  • niacin 8,6 mg
  • vitamin C 82 mg
  • serat
·         vitamin E      

Sebagian orang mengatakan bahwa mengkonsumsi alpukat dapat menyebabkan kegemukan karena mengandung lemak yang tinggi. Tetapi pendapat ini tidaklah benar. Orang menjadi gemuk bukan karena mengkonsumsi buah alpukat, tetapi karena bahan tambahan yang diberikan pada jus atau panganan lain dari buah alpukat itu, yakni tambahan gula dan susu.
Benar bahwa daging buah alpukat mengandung lemak, tetapi itu adalah lemak yang bersahabat dengan tubuh manusia.

Berikut adalah sebagian manfaat buah alpukat ditinjau dari segi kesehatan :

  • menurunkan kolesterol jahat LDL
  • meningkatkan kolesterol baik HDL
  • menurunkan risiko hipertensi
  • menurunkan risiko stroke
  • menurunkan risiko serangan jantung
  • mencegah anemia gizi
  • dianjurkan bagi penderita diabetes
  • memberi lubrikasi (cairan) persendian tulang.

Setelah segudang manfaat buah alpukat tadi, sekarang marilah kita bahas bagaimana cara menanam tanaman alpukat ini. Mungkin di antara pembaca ada yang kemudian berminat untuk mengembangkannya, mengingat potensi ekonomi kebun alpukat juga cukuplah baik.

Umumnya tanaman alpukat diperbanyak dengan sistim sambung pucuk. Dengan cara ini, varietas tanaman dapat dipertahankan dan tanaman akan lebih cepat menghasilkan buah. Umumnya tanaman alpukat perbanyakan vegetatif sudah berproduksi pada umur 3-4 tahun setelah tanam, bila dirawat dengan baik. Sedangkan yang ditanam lewat biji baru akan berbuah setelah berumur 7-9 tahun.

Di lapangan, kita mengenal banyak varietas alpukat, diantaranya alpukat mentega, alpukat miki dan alpukat jumbo yang buahnya besar-besar. Ketiga varian alpukat di atas juga adalah tiga varian yang paling banyak dikembangkan, karena memiliki keunggulan dibanding varian lain. Alpukat mentega memiliki warna daging buah yang lebih kontras, tekstur yang lembut dan kulitnya dapat dikupas. Alpukat miki dikenal sebagai tanaman yang kebal serangan serangga, karena daun dan batangnya mengandung sejenis zat yang tak disukai serangga maupun ulat (enzim antiprotesae). Enzim ini menyebabkan kemandulan pada serangga yang mengkonsumsinya. Kulit buah alpukat miki juga lebih tebal sehingga relatif tidak membutuhkan penyemprotan insektisida anti lalat buah. Sedangkan alpukat jumbo dikenal sebagai tanaman alpukat dengan buah yang paling besar sehingga harga jualnya menjadi yang paling baik. Ada pun tonase produksi perhektar pertahun ketiga varian tadi relatif sama saja. Tanaman alpukat jumbo memang besar-besar buahnya, tetapi tidaklah bisa selebat kedua karibnya. Mengenai rasa daging buah, biasanya lebih dipengaruhi oleh perawatan dan titik tumbuh. Tanaman alpukat yang tumbuh di tempat yang cenderung rendah dan basah akan memiliki daging buah yang lebih berair, lembek dan rasanya kurang mantap. Karena itu dianjurkan untuk menanam alpukat di lahan darat yang lebih kering. Adapun rasa pahit, biasanya terjadi karena buah alpukat dipanen saat belum cukup tua. Sedangkan rasa getir biasanya terjadi karena tanaman mengalami kekurangan air saat periode berbuah.

Penanaman.
Buatlah lubang tanam ukuran 50x50x50 cm, pisahkan setengah tanah galian bagian atas dengan yang bagian bawah. Alpukat ditanam dengan jarak tanam 6x6 meter. Berarti, dalam satu hektar didapat 278 batang tanaman alpukat. Aduk tanah bagian atas dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1. Tambahkan kaptan atau dolomit sebanyak 2 kg/lubang. Masukan kembali adonan ke dalam lubang, siram, lalu biarkan 10 hari. Tanam bibit dengan posisi tegak, lalu siram dengan air secukupnya. Penyiraman selanjutnya dilakukan jika keadaan tanah terlalu kering. Bibit yang ditanam adalah bibit yang sudah diadaptasikan dengan iklim sekitar. Caranya : satu bulan sebelum ditanam, bibit sudah dibawa ke sekitar areal kebun yang terpapar sinar matahari.  Disusun agak jarang lalu disiram sesuai kebutuhan. Pemupukan dengan setengah sendok makan NPK/batang juga dianjurkan. Penyisipan segera dilakukan jika ada bibit yang mati. Karena itu sebaiknya membeli/mengadakan bibit sedikit lebih banyak dari pada jumlah perhitungan populasi tanam.

Pengendalian gulma.
Rumput dan tumbuhan pengganggu diatasi sesuai keadaan di lapangan. Bila mengunakan herbisida, maka lakukan penyemprotan dengan hati-hati agar tanaman tidak terkena racun. Jika dalam proses penyemprotan ada bagian tanaman yang tak sengaja terkena racun, segera bilas dengan air bersih secukupnya.

Pemupukan.
Pemupukan  tahunan menggunakan urea (45% N), TSP (50% P), dan KCl (60% K) maka untuk tanaman usia muda (1-3 tahun) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing 1,1 kg/pohon, 1 kg/pohon dan 0,83 kg/pohon. Untuk kehidupan produksi tanaman (4 tahun) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing dari 3 kg/pohon, 3 kg/pohon, dan 4 kg/pohon. Pupuk harus diberikan empat kali setahun. Dosis pupuk tadi dibagi menjadi empat bagian dan setiap tiga bulan dipupukkan satu bagiannya. Bila ditambahkan pupuk organik, maka jumlah pupuk organik adalah 5 kali jumlah pupuk kimia dan pupuk kimia dikurangi seperlimanya.

Pemangkasan.
Cabang-cabang air dan cabang yang keluar dari bagian bawah bekas sambungan bibit tanaman harus dipangkas. Percabangan yang terlalu banyak menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit bercak daun. Selain itu juga akan menyebabkan kurangnya jumlah buah. Pemangkasan dilakukan secara rutin sesuai kondisi di lapangan.

Hama Dan Penyakit.

Hama pada Daun.
Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf).
  • Ciri : Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala.
  • Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan.
  • Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter.
Ulat kupu-kupu gajah (Attacus atlas L).
  • Ciri : Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat.
  • Gejala : Sama dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak bergelantungan melainkan terdapat di antara daun.
  • Pengendalian : Sama dengan pemberantasan ulat kipat.
Penyakit.
Antraknosa.
  • Penyebab : Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga.
  • Gejala : Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur.
  • Pengendalian : Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter.
Bercak daun atau bercak cokelat.
  • Penyebab : cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab.
  • Gejala : bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintik-bintik
    kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain.
  • Pengendalian : Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux.
Panen.
Ciri dan Umur Panen.
Ciri-ciri buah yang sudah tua tetapi belum masak adalah :
  • Warna kulit tua tetapi belum menjadi cokelat/merah dan tidak mengkilap;
  • Bila buah diketuk dengan punggung kuku, menimbulkan bunyi yang nyaring;
  • Bila buah digoyang-goyang, akan terdengar goncangan biji.
Penetapan tingkat ketuaan buah tersebut memerlukan pengalaman tersendiri. Sebaiknya perlu diamati waktu bunga mekar sampai enam bulan kemudian, karena buah alpukat biasanya tua setelah 6-7 bulan dari saat bunga mekar. Untuk memastikannya, perlu dipetik beberapa buah sebagai contoh. Bila buah-buah contoh tersebut masak dengan baik, tandanya buah tersebut telah tua dan siap dipanen.
Tanaman alpukat yang dirawat dengan baik biasanya berbuah tidak mengenal musim. Dalam satu pohon bisa terdapat fase berbunga, pentil dan buah tua. Tanaman alpukat juga dikenal dapat berumur panjang, hingga tidak dapat dipastikan masa peremajaannya.
Saat ini, harga buah alpukat di tingkat petani berkisar antara rp.10.000 sd rp.15.000/kg. Semakin besar buah alpukat, maka akan semakin baik harganya. Ada pun berat perbutir buah alpukat ukuran kecil reratanya adalah 200 gram, yang sedang 350 gram dan yang besar bisa 1 kg. Buah alpukat termasuk buah yang berbobot mantap.
Dalam satu pohon yang dirawat dengan baik, dihasilkan buah rerata sebanyak 50 kg/tahun. Karena itu potensi ekonomi  brutto produksi rerata satu hektar kebun alpukat adalah 278 batang x 50 kg x rp.10.000 = rp.139.000.000.- Seandainya pun harga jatuh hingga hanya tinggal setengahnya, maka paling tidak masih didapat hasil brutto sebesar rp.69,5 juta/ha/tahun. Ini masih jauh lebih baik daripada mengkebunkan kelapa sawit yang hasil rerata bruttonya ada di angka rp.24 juta/ha/tahun. 

                                          Buah alpukat miki


                                                     Buah alpukat mentega



                                                    Buah alpukat jumbo                                                 


(diolah dari berbagai sumber)
Kami menjual bibit alpukat jumbo, tinggi 50 cm, umur 8 bln, harga rp.20.000/batang. Alamat nursery : Tani Muda, jalan Lintas Medan-Kisaran km 130. Desa Petatal, Lima Puluh, Batu Bara, Sumut. HP/WA. 0813 7000 8997. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot.  






                                                                                                                                




Minggu, 12 Maret 2017

Cara Paling Efektif Mengatasi Serangan Penyakit Busuk Pangkal Batang.(Ganoderma Boninense) Pada Tanaman Kelapa Sawit




Lakukan ini di pertengahan musim kemarau, di tengah hari sampai sore.
Bor batang sawit dengan mata bor 8 mm sedalam 20 cm, ketinggian 1 mdpt, arah lubang miring ke bawah sekira 30 derajat.
Buat 2 lubang di arah berlawanan.
Larutkan dengan air fungisida Vitavax dengan dosis 500 ppm.
Suntikkan ke dalam kedua lubang sampai hampir penuh, tutup lubang dengan tanah liat bersih.  
Jika Vitavax sulit didapat, maka bisa gunakan fungisida lain yang berbahan aktif
cycloheximide drazoxolone ; triadimefone, triadimenol, methfuroxam, carboxin, carbendazim,
benomyl, biloxazol dan cycloheximide; hexaconazole, cyproconazole dan triadimenol;. penconazole,
tridemorph dan triadimenol. Boleh juga mengabungkan dua bahan aktif dalam satu pohon, tetapi di lubang yang berbeda.
Misalnya pakai benomyl untuk lubang 1 dan pakai carbendazim untuk lubang 2. 
Jika mengunakan selain Vitavax, maka dosis 2%.
Aplikasi pertiga tahun sampai tiga kali pada lahan yang terserang berat Ganoderma Boninense. 
Aplikasi ini diketahui mampu mengobati pohon sawit yang terkena penyakit busuk pangkal batang
(basal stem rot) stadium awal sampai sedang.
.
Simpan catatan ini, karena hanya sedikit orang yang mengetahui dan mau berbagi tentang hal ini.

Salam sejahtera petani Indonesia!
.
catatan .
kami tidak menjual fungisida.  

Sabtu, 11 Maret 2017

Jual Bibit Asam Gelugur Sambung Pucuk Di Sumatera Utara

Asam Gelugur Sambung Pucuk

Telah kita bahas tentang kelemahan bibit asam gelugur asal biji dan asal stek akar di tulisan kami di bawah. Kelemahan-kelemahan mendasar bibit asam gelugur asal biji dan asal stek akar tadi membuat kami terpacu untuk ikut membuat bibit asam gelugur asal sambung pucuk. Sebagai usaha menyediakan bibit asam gelugur yang memiliki sifat-sifat unggul, kelaminnya jelas betina dan memiliki akar tunggang atau akar tunjang, maka kami melakukan teknik grafting (sambung pucuk) pada bibit asam gelugur dengan mengunakan pucuk puncak.

Sebenarnya teknik ini sudah jamak juga dilakukan oleh para penangkar bibit tanaman, namun belum dalam skala yang cukup besar. Hal itu disebabkan karena sulitnya mendapatkan pucuk puncak (roof top) sebagai bahan sambungan bakal bibit.  Pucuk puncak jumlahnya sangat terbatas dan untuk mengambilnya juga tidaklah mudah. Kita harus memanjat sampai ke puncak tertinggi pohon asam yang sudah berbuah.

Pucuk ranting tidaklah bisa dijadikan bahan sambungan karena nantinya pucuk ranting itu tidak mau membentuk pohon, tetapi hanya membentuk perdu. Hal ini berbeda dengan sifat pucuk ranting durian, mangga, duku, kakao, dan tanaman lain umumnya, yang pucuk rantingnya dapat dijadikan bahan sambungan karena mau membentuk pohon nantinya.

Kami menjual satu batang bibit asam gelugur asal sambung pucuk dengan bahan sambungan pucuk puncak ini dengan harga Rp.125.000. Umur sambungan 7 bulan dan tinggi bibit diukur dari permukaan polibag setingi 30 cm.

Penjualan dilakukan dengan sistim pesanan. Masa tunggu 3-4 bulan. Panjar minimal 20% dari nilai transaksi. Transaksi panjar dilengkapi dengan surat-surat yang berhubungan.

Peminat sebaiknya datang langsung saat melakukan pembayaran panjar. Pengangkutan bibit nantinya dilakukan oleh pembeli. Kami tidak melayani pengiriman. Jika mau menyewa pikap atau truk, kami bisa bantu carikan, penyewa kemudian berhubungan langsung dengan pihak armada.

Alamat kami di Dusun 3 Pulau Besar Desa Petatal, Lima Puluh, Batu Bara, Sumut. Jalan Lintas Medan-Kisaran km 130. Dekat SPBU Petatal-Batu Bar. Depan Puskesmas Petatal. Hp.0813 7000 8997, dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot.



Terima kasih dan selamat menanam. Mari hijaukan bumi!