Sabtu, 31 Mei 2014

Daftar Harga Produk UKM Tani Muda

KATALOG  PRODUK UKM TANI MUDA
PIMP. MUHAMMAD ISNAINI
HP. 0813 7000 8997



Saya Muhammad Isnaini pimpinan UKM Tani Muda yang beralamat di Jalan Lintas Medan-Kisaran KM 130, Dusun 3 Desa Petatal, Lima Puluh, Batu Bara, Sumut, menjual aneka jenis bibit tanaman unggul dengan harga murah. Stok tersedia. Pembeli datang langsung atau bisa juga bibit dikirim via bus atau kargo darat. Semua bibit siap tanam.
Bibit aren genjah dan bibit aren dalam harga 4 (harga dalam ribuan rupiah). Asam gelugur 7. Coklat/kakao 6. Duku Palembang 12. Rambutan binjai 12. Kelapa hibrida dan kelapa dalam 10. Jambu jamaika 10. Jambu madu deli hijau 11. Jambu kristal 20. Kelengkeng pingpong 15. Kelengkeng aroma durian 25. Kedondong 15. Manggis 10. Sawo 16. Alpukat mentega 9. Jeruk lemon kasturi 6. Durian kani, bintan, montong, sitokong 15. Durian musang king 20. Pinang betara 5. Pinang lonjong 3. Mangga tongdam, lokma, harum manis 12. Pala Banda 11. Lada perdu 8. Lada panjat 7. Jeruk nipis 5. Kurma mesir 8. Cabe pelangi 3. Singkong gajah 0,7. Sawit siap tanam 8. Karet 6. Kecambah aren 1,5. 

No.
Jenis Bibit Tanaman
Keterangan
Harga (rupiah)
Stok
1
Kecambah Sawit
Jenis Tenera, tunas 1 cm, kemasan plastik.
900/butir
ada
2
Baby Sawit Umur 3 Bulan
Jenis Tenera, daun 5 helai, tinggi 20 cm.
1.500/pokok
ada
3
Sawit Siap Tanam
Umur 1 thn, tinggi 150 cm-170 cm. Tenera
13.000/pokok
ada
4
Kecambah Karet
Klon PB 260, mata tunas 1 cm.
500/butir
ada
5
Kecambah Aren
Varieras Genjah dan Dalam,Tunas 5-10cm
1.500/butir
ada
6
Aren SiapTanam
Umur 6 bulan, tinggi 40 cm, daun 2-3 helai
4.000/pokok
ada
7
Singkong gajah
stek, panjang 15 cm.
700/stek
inden
8




9




10




11





Cara Mudah Membuat Bibit Kelapa Sawit



Cara Mudah Membuat Bibit Kelapa Sawit
oleh : Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. 
UKM Tani Muda

Kapan saat paling tepat untuk membuat bibit kelapa sawit?

Tergantung Anda (petani penangkar) mulai dari mana. Jika dimulai dari kecambah, maka saat yang tepat adalah awal musim kemarau. Dan jika dimulai dari anak sawit umur 3 bulan (baby sawit), maka saat yang tepat adalah pada pertengahan musim kemarau.

Kendala utama membuat bibit kelapa sawit siap tanam adalah besarnya konsumsi air agar bibit tumbuh dengan baik. Satu pokok bibit sawit yang sudah ditanam dipolibag besar, rata-rata membutuhkan air satu liter setiap harinya.

Karena itu, perlu disiasati agar kebutuhan bibit sawit akan air ini dapat terpenuhi, namun petani penangkar tak terlalu diberatkan dalam hal penyiraman bibit.

Pembuatan bibit sawit ada dua tahap. Tahap pertama adalah tahap pembesaran kecambah hingga berumur 3-3,5 bulan. Pada tahap ini, kecambah dibesarkan di dalam polibag ukuran 10-15 cm atau 12-17 cm. Kecambah sawit yang ditanamkan adalah yang sudah nampak jelas mana bagian akar dan mana bagian tunasnya. Jika kecambah sawit yang anda beli belum semuanya menunjukkan tanda tersebut, maka percikkan air pada kecambah itu hingga lembab merata, lalu simpan dalam tempat kedap udara, misalnya plastik gula. Simpan ditempat yang terang namun tak kena sinar matahari langsung. Biasanya dalam waktu 3-4 hari, mata tunas akan tumbuh hingga kelihatan jelas mana bagian akar dan mana bagian tunasnya. Menanam kecambah tidak boleh terbalik.

Cara membuat baby sawit :

Siram tanah dalam polibag kecil itu hingga basah, lalu tanamkan kecambah sawit hingga bijinya tenggelam sekitar setengah cm. Susun polibag 15 polibag sebaris, panjang kolom barisan tergantung selera. Buat gang selebar 30 cm untuk jalan bagi pekerja. Jangan lupa pasang paranet 50% atau jaring penahan panas diatasnya.

Pemupukan dengan NPK interval seminggu, dimulai pada umur 20 hari. Larutkan dua genggam besar NPK ke dalam 10 liter air, lalu siramkan kepada 300 polibag bibit. Bilas lima menit kemudian.

Bila ada serangan jamur, atasi dengan fungisida semisal Dithane45 atau Bayleton. Untuk mengendalikan serangan hama, bisa disemprot dengan insektisida Matador atau Decis.

Sebenarnya, ada cara lain yang lumayan ekstrim, namun sangat menghemat biaya, tenaga  dan waktu. Kecambah tidak ditanam di polibag kecil, tetapi langsung disemai di tanah gembur yang sudah dicangkul cukup dalam. Lebar bedengan 120 cm dan panjangnya sesuai kebutuhan atau sesuai ukuran tanah. Jarak tanam 5 x 5 cm atau 6 x 5 cm. Siram setiap sore kecuali ada hujan. Pasang paranet 50% di atasnya.

Setelah berumur tiga bulan atau setelah berdaun empat helai, siram persemaian dengan air yang banyak. Dua jam kemudian tanah persemaian dibongkar, bibit diangkat lalu segera ditanamkan ke polibag besar ukuran 30 x 35 cm. Jika ikut ukuran standart perkebunan, maka ukuran polibag adalah 40 x 45 cm. Namun polibag sebesar ini akan menjadi kendala jika bibit kelak akan dikirim jauh, karena muatan truk akan menjadi sedikit.  Tanamkan hingga bongkot bibit atau batang terbawah yang menggembung
tertutup tanah. Kelak tanah ini akan menurun levelnya, hingga bongkot akan kelihatan tepat di atas permukaan tanah dalam polibag.  Dan baiknya memang begitu.

Polibag besar disusun rapat, sebaris 7 polibag. Jika sebelumnya menggunakan sistim persemaian, maka sebaiknya pemakaian paranet tetap dipertahankan, atau susun di tempat teduh. Siram setiap sore.

Pemupukan pertama dengan NPK segenggam setelah umur satu bulan. Interval satu bulan. Boleh ditambah dengan pukan atau kompos secukupnya.

Tiga bulan kemudian, lakukan penjarangan. Jarak antar polibag adalah 80 x 80 cm bila bibit akan ditanam pada umur setahun. Bila akan dibesarkan hingga umur 2 tahun, maka jarak polibag 100 x 100 cm. Bibit umur dua tahun dibutuhkan pada lahan yang ada serangan babi hutan, landak dan tikus. 

Nah, saat penjarangan ini sebaiknya di awal musim hujan. Saat itu kebutuhan bibit akan air sudah mencapai satu liter perpokok perhari. jika ada hujan lebat, maka penyiraman dapat ditiadakan selama dua hari.

Biasanya, empat bulan setelah penjarangan, atau tujuh bulan setelah pemindahan bibit ke polibag besar, akar bibit sawit ini sudah menembus polibag dan menyatu dengan tanah lahan pembibitan. Artinya, bibit sudah siap menghadapi musim kemarau. Meskipun penyiraman tetap diperlukan, namun jika ada kendala, maka bibit tidak akan terlalu stres, karena akarnya sudah bisa mencari air dari tanah lahan pembibitan.

Bibit sawit yang sudah berumur sepuluh bulan terhitung sejak saat dipindahkan ke polibag besar, dapat disiram 2 hari sekali saja. Jika ada hujan lebat, maka penyiraman dapat ditiadakan selama 3-4 hari.

Satu hal yang penting dicatat, sejak mulai pembibitan kecil hingga besar, jagalah agar bibit dan polibag posisinya tetap tegak lurus. Polibag yang miring akan membuat bibit tumbuh membengkok, dan ini tak baik.

Tiba saatnya akan dipindahkan ke lapangan atau akan ditanam ke perkebunan, siram polibag dengan air minimal 1 liter perpokok. Biarkan selama 24 jam. Esok harinya, miringkan polibag lalu potong akar yang keluar polibag dengan sabit. Bibit sawit jangan disentapkan atau ditarik paksa, karena akan menyebabkab stres.

Penyusunan bertingkat di atas truk diperbolehkan sampai enam tingkat. Satu truk Colt Diesel jenis Canter memuat 600 bibit dengan polibag ukuran 35-40 cm, dan muat 300 bibit dengan polibag ukuran 40-45 cm (muatan standar). Jika dipaksakan, bisa memuat 1000 dan 500 bibit.

Adapun tingkat keberhasilan pembibitan sawit ini adalah 85% jika dimulai dari kecambah dan 92% jika dimulai dari baby sawit.  

Untuk penyakit-penyakit sawit di pembibitan dan teknis penanggulangannya, telah kami tuliskan sebelumnya di blog ini. Silahkan dirunut jika dibutuhkan.

Rabu, 28 Mei 2014

Aren dan Cita-cita Luhur Prabowo Subianto

Kompasianer Bang Pilot (Muhammad Isnaini, pemilik blog ini) pernah menurunkan sebuah artikel di Kompasiana yang bertitel Cara Mudah Membayar Hutang Luar Negeri Indonesia . Kesimpulan dari artikel itu adalah bahwa semua hutang luar negeri Pemerintah Indonesia akan bisa dibayar lunas dalam waktu lima belas tahun, dengan cara menanam satu juta hektar pohon aren.
Di lain pihak, ternyata seorang Prabowo Subianto sudah terlebih dahulu mencetuskan ide brilyan itu. Prabowo bahkan lebih kolosal. Ia mencanangkan rencana penanaman empat juta hektar pohon aren di Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi.
Bila hal itu dapat diwujudkan, maka setidaknya akan ada empat masalah mendasar bangsa yang menemukan solusinya.
1.Hutang luar negeri Pemerintah RI akan dapat dilunasi, sehingga bangsa kita dapat mengembalikan harkat, martabat dan marwahnya di pergaulan dunia antara bangsa. Indonesia akan menjadi satu dari sedikit bangsa yang tidak memiliki hutang luar negeri. Kemudian terciptalah sebuah keekonomian bangsa yang mandiri, berdaulat dan kokoh sentausa.
2.Semua TKI yang bekerja di sektor informal di luar negeri dapat dipanggil pulang ke tanah air dan dipekerjakan dengan upah yang layak di perkebunan aren itu. Demikian juga halnya dengan para buruh urban serta petani gurem yang mau merubah nasib, dapat bergabung, menjadi pekerja di BUMN PT.Aren Sejahtera, Tbk. Mereka menjadi buruh di sana, sekaligus menjadi pemilik 20 pohon aren yang tumbuh di halaman rumah mereka masing-masing. 20 pohon aren itu pada saat berproduksi akan menghasilkan uang 20 x 50% x 15 liter nira x Rp.2.000 = Rp.300.000/hari, selama minimal 4 tahun. Buruh migran mana yang tak mau punya penghasilan sampingan 9 juta rupiah setiap bulannya?
3.Empat juta hektar kebun aren akan menghasilkan bio ethanol fuel grade sebanyak :
4.000.000 hektar x 285 pohon perhektar x 50% kegagalan dan masa tenggang x 15 liter nira x 6,666% rendemen bio ethanol fuel grade = 570.000.000 liter bio ethanol 99,6% (fuel grade) per hari. Bahan bakar sebanyak itu tentu akan sangat membantu penyediaan konsumsi BBM di Indonesia yang mencapai angka 1.400.000.000 liter perhari.
Jika uang yang biasanya terpakai untuk mengimpor BBM bisa dihemat, maka dananya tentu bisa dialihkan untuk membayar hutang luar negeri pemerintah kita, yang jumlahnya setiap tahun makin membengkak.
4.Aren memiliki akar serabut halus yang banyak dan menyebar luas. Hal ini membuat tanaman aren menjadi salah satu tumbuhan yang sangat baik untuk menjadi media penyimpan air. Di Jawa Timur, penduduk menanam aren dengan sistim hutan aren, yakni berjarak tanam 5×5 meter. Empat tahun kemudian, di tanah yang biasanya kering dan tandus itu, timbul mata air. Selain itu, akar aren juga merupakan media yang sangat bagus untuk membantu mempertahankan tanah kritis dari pengikisan oleh air hujan. Karena itu, aren sangat tepat untuk ditanam pada daerah yang kering dan kritis.
Aren juga sangat tepat ditanam pada lokasi bekas hutan yang sudah rusak akibat penebangan liar, atau bekas lahan HPH yang tidak direboisasi oleh pengusaha jahat.
Sungguh, tidak salah jika dahulu Sunan Kalijaga mengisyaratkan bahwa tanaman aren adalah sebagai tanaman yang berbuah emas. Tinggal bagaimana petani kita merubah pola pikir, agar mau mulai menanam aren sebagai investasi masa depan.
Sebagai petani kecil, tentu sulit untuk memproduksi bio ethanol, karena mahalnya alat penyulingannya. Namun karena satu pohon aren dapat menghasilkan satu kilogram gula aren setiap hari sadapnya, maka petani tinggal menghitung berapa pohon yang ia miliki dan berapa harga gula aren di pasaran di daerahnya. Dan membuat gula aren adalah sangat mudah, semudah memasak tumis kangkung.
***
Jika Prabowo sukses menjadi pemimpin baru Indonesia, maka tak sulitlah bagi kita untuk membayar hutang luar negeri warisan zaman berzaman itu. Tak sulit juga bagi penduduk Indonesia untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap lapangan kerja di luar negeri. Dengan empat juta hektar kebun aren, dapatlah kita berdiri tegak penuh kedaulatan, jauh lebih gagah di atas negara adi kuasa yang pernah bangkrut itu.
Untuk membangun kebun aren empat juta hektar itu memang membutuhkan biaya yang besar, tapi apalah artinya 40-50 trilyun rupiah dibandingkan jumlah uang rakyat yang amblas tiap tahun dikorupsi siluman berdasi di pusat dan daerah.

***

 
 Jual bibit tanaman, hub. 0813 7000 8997 (Muhammad Isnaini alias Bang Pilot).

No.
Jenis Bibit Tanaman
Keterangan
Harga (rupiah)
Stok
1
Kecambah Sawit
Jenis Tenera, tunas 1 cm, kemasan plastik.
900/butir
ada
2
Baby Sawit Umur 3 Bulan
Jenis Tenera, daun 5 helai, tinggi 20 cm.
1.500/pokok
ada
3
Sawit Siap Tanam
Umur 1 thn, tinggi 150 cm-170 cm. Tenera
13.000/pokok
ada
4
Kecambah Karet
Klon PB 260, mata tunas 1 cm.
500/butir
ada
5
Kecambah Aren
Varieras Genjah dan Dalam,Tunas 5-10cm
1.500/butir
ada
6
Aren SiapTanam
Umur 6 bulan, tinggi 40 cm, daun 2-3 helai
4.000/pokok
ada
7
Singkong gajah
stek, panjang 15 cm.
500/stek
inden
8
Biji Jati Super/Jati Emas
biji kering, siap semai, isi 2-3 benih
300/butir
ada
9
Biji jati putih/gmelina
biji kering, siap semai, isi 2-3 benih
300/butir
ada
10
Biji jabon
biji kering, siap semai, isi 1 benih
100/butir           
11
Biji mahoni
biji kering, siap semai, isi 1 benih
200/butir
ada

Minggu, 25 Mei 2014

Budidaya Aren Lengkap





Budidaya Aren Lengkap
oleh : Muhammad Isnaini (Bang Pilot)



Aren (arenga pinnata merr) telah berabad-abad dikenal dan dimanfaatkan oleh umat manusia.  Aren atau enau termasuk tumbuhan suku pinang-pinangan, bersama tumbuhan rumbia, nipah, pinang. nibung, dll.

Aren menghasilkan air nira yang berasal dari mayang atau tandan buahnya yang disadap. Air nira sendiri dapat diolah menjadi gula aren, gula semut, minuman segar, sirup, bio ethanol, methanol, tuak atau sopi. Selain itu, aren juga bisa menghasilkan buah yang biasanya diolah menjadi kolang-kaling atau bargat. Produk lain dari pohon aren adalah ijuk, lidi dan sagu. Kayunya bisa dimanfaatkan menjadi bahan bangunan sederhana. Akar dan daunnya juga dapat dimanfaatkan sebagai obat.

Sayang, sampai saat ini masih sedikit orang yang mau membudidayakan pohon aren. Kebanyakan pohon aren yang ada adalah pohon yang tumbuh liar. Menyebar dengan bantuan air dan hewan musang. Padahal, aren sangatlah ekonomis dan menguntungkan bila dibudidayakan secara intensif.

Orang jarang mau membudidayakan aren karena melihat pohon aren yang tumbuh liar di alam baru bisa berproduksi setelah berumur 10-12 tahun. Padahal bila ditanam dan dirawat dengan baik, aren dapat mulai berproduksi pada umur 7-8 tahun saja.

Secara umum, aren produksi dibagi menjadi tiga jenis. Aren genjah, aren dalam dan aren tinggi. Persilangan aren genjah dengan aren dalam bisa menghasilkan aren sadang. Kekurangan dan kelebihan masing-masing jenis sudah penulis paparkan pada tulisan sebelumnya. Penulis sendiri menanam aren jenis dalam, berdasarkan pertimbangan ekonomis.

Di Tawau, Malaysia, aren telah dikebunkan secara profesional dan menghasilkan methanol, ethanol fuel grade dan alcohol pharmacy grade.

Menurut perhitungan kami, bila dibudidayakan dengan baik, dalam rentang waktu 15 tahun, maka aren dapat menghasilkan uang 8-10 kali lebih banyak dibanding tanaman kelapa sawit atau karet.

Saat berproduksi, satu pohon kelapa sawit akan menghasilkan uang rerata Rp.525/pohon/hari. Sementara itu aren menghasilkan uang rerata Rp.14.700/pohon/hari. Semua angka sudah dipotong biaya panen, namun belum dipotong biaya produksi lain. Untuk sawit dan aren, biaya produksi relatif tak beda jauh. Produksi akhir yang dijual adalah TBS dan nira.

***
Aren dapat tumbuh dengan baik di ketinggian 3-1700 mdpl. Level idealnya ada di 400-1500 mdpl. Aren akan menghasilkan nira yang banyak di daerah yang siang hari cuaca panas sementara dimalam hari dingin. Selain cuaca, faktor yang mempengaruhi banyaknya air nira adalah perawatan dan pemupukan, salinitas, ketersediaan air tanah, bibit, dan yang paling penting adalah perlakuan manusia. Bila manusia memotong pelepah daun aren terlalu banyak sehingga daun yang tinggal hanya sedikit, maka produksi nira akan merosot tajam.

Berdasarkan wawancara kami dengan enam orang petani penyadap aren di Sumatera Utara, berikut kami simpulkan ciri-ciri pohon aren yang bagus.

1.Batangnya besar.
2.Pelepah daunnya besar.
3.Daunnya berkilat, lebar dan panjang.
4.Akarnya membentuk tunggul, makin tinggi makin baik. Akar serabutnya halus
   dan tunggul akarnya ini lebih besar daripada batangnya.
5.Lengan mayangnya sedang besarnya dan tidak terlalu keras, bentuknya bulat.
6.Buahnya banyak dan besar-besar (>4cm).
7.Ijuknya banyak yang halus, tidak kasar semua.
8.Sejarah penyadapannya bagus.
9.Tinggi batang bersihnya minimal 10 meter. Pohon aren yang pendek akan menghasilkan tandan sadap yang sedikit. Tandan sadap mula-mula tumbuh di bawah tandan buah, lalu tumbuh dibawahnya lagi sejarak 40 cm, dibawahnya lagi 40 cm, lalu aren akan mati otomatis jika tandan sadap sudah ada yang keluar dekat dengan tanah. Itulah sebabnya jika tumbuhan aren tingginya hanya 5 meter, maka tandan sadapnya nanti hanya akan ada sekitar 6-9 tandan saja.   
10.Tumbuh tidak sendirian. Aren yang tumbuh tunggal, putik buahnya diduga tidak mendapatkan polinasi, hingga perkecambahannya akan rendah. 

Pohon aren dengan sepuluh kriteria di atas adalah pohon yang potensial untuk dijadikan indukan. Yang diambil adalah biji dari buah matang yang berada di bagian luar mayang, atau setengah untaian mayang yang bagian atas. Buah yang berada di bagian dalam mayang, kurang baik dijadikan bakalan benih.

***

Cara membuat bibit aren :
Buah di pohon yang sudah tua dipotong setengah bagian tandan mayangnya yang bagian bawah, lalu dibuang. Buah yang masih tersisa dibiarkan matang lalu jatuh sendiri.

Buah ini dikumpulkan di tempat yang terkena sinar matahari, lalu diinjak sampai pecah. Kemudian disiram lalu dijemur.  Setengah bulan kemudian bijinya diambil lalu dicuci bersih. Hati-hati mengerjakannya, karena buah aren sangatlah gatal. Bila terkena getahnya yang gatal, cuci bersih dengan sabun lalu cuci dengan abu sekam padi. Bila terjadi pembengkakan, segeralah ke dokter.

Biji lalu dijemur kering selama 2-3 hari. Kemudian direndam selama 10 hari. Tiriskan.
Buat lubang di tanah sedalam 25 cm. Panjang dan lebarnya sesuaikan dengan banyaknya biji yang akan disemai. Isi pasir setebal 12 cm. Lalu taburkan biji aren setebal 5 cm. Lalu tutupi kembali dengan pasir setebal 8 cm. Siram setiap 2 hari sekali.

Bila berhasil, maka aren akan mulai berkecambah pada bulan ke tiga. Jika sampai bulan keenam tak jua tumbuh, maka : ANDA BELUM BERHASIL ! Hehehe...




Menurut pengalaman kami, tingkat perkecambahan sekitar 20%. Yang 80% gagal. Ini adalah angka kebalikan jika dibandingkan kalau kita mengkecambahkan biji kelapa sawit atau karet.  

Kunci keberhasilan pengkecambahan ini adalah menjaga kelembaban. Medium tidak boleh terlalu basah atau kering. Harus selalu lembab. Karena itu disarankan agar membuat atap di atas medium persemaian.

Panen kecambah dilakukan bila apokol atau mata tunas sudah sepanjang 5 cm atau lebih. Jika kurang, maka kemungkinan apokol akan cepat kering karena masih terlalu muda. Jika akan ditanam sendiri, biarkan kecambah sampai tumbuh menjarum atau berumur sekitar 45 hari sejak mulai berkecambah.

Kecambah lalu ditanam ke dalam tanah bermedia polibag ukuran 12-17 cm atau lebih. Hindari pengunaan pupuk kandang untuk mencegah timbulnya jamur. Benamkan 2/3 bagian apokol. Lakukan dengan lembut, karena apokol ini cukup rentan. Jangan lupa untuk membasahi tanah sebelumnya. Gunakan tanah gembur dan berhumus banyak. Sebaiknya tanah dijemur terlebih dahulu, atau semprot tanah dengan fungisida semacam Bayleton, Benlok atau Dithane 45. Ingat, musuh terbesar kecambah aren adalah jamur dan media yang terlalu basah/kering. Karena itu, atap ari daun kelapa sawit/kelapa masih diperlukan sampai bibit berusia 3 bulan. Atap daun biarkan saja luruh dengan sendirinya, agar bibit belajar kena sinar matahari langsung.




Perlakuan dengan fungisida dan inseksida dilakukan sesuai gejala serangan. Umumnya kami menyemprot dengan fungisida dan insektisida sebulan dua kali dengan interval antar keduanya 7-8 hari.

Adapun pemupukan dengan urea dan TSP. Larutkan dua genggam urea ke dalam 10 liter air, lalu siramkan untuk 200 batang benih. Perlakuan TSP seminggu kemudian. Lakukan setiap 14 hari. Boleh ditambah sedikit KCL bila media kurang subur.

Bibit aren dapat ditanam ke lapangan saat berusia 7-8 bulan terhitung sejak dipindahkan ke polibag. Dua bulan sebelum ditanam, bibit harus sudah terlatih untuk terbiasa dengan terik matahari. Atap daun kelapa harus sudah habis seluruhnya.

Cara tanam :
1.Jarak tanam untuk monokultur paling rapat adalah 5x5 meter. Normalnya 5x6 meter. Bila masih mau ditumpangsarikan dengan palawija atau bumbu-bumbuani dan tanaman muda lainnya, maka jarak tanam yang kami anjurkan adalah 5x7 meter. Untuk selingan tanaman keras semisal kopi, maka menjadi 5x8 meter. Dua baris kopi dapat ditanam di jalur gawang yang lebarnya 8 meter itu. Barisan sejajarTimur-Barat.
Untuk jarak tanam aren sistim tumpangsari dengan tanaman lainnya, dapat merujuk pada tulisan kami sebelumnya. 
2.Gali lubang ukuran lebar 30 cm, panjang 30 cm dan dalam 30 cm. Pisahkan tanah bagian atas dengan tanah bagian bawah. Semprot lubang dengan Dithane 45. Taburkan Dolomit atau Dotani 3 genggam ke dalam lubang. Biarkan 10-15 hari.
3.Masukkan sebagian tanah bagian atas. Aduk dengan  NPK satu gengam dan dolomit 500  gram lalu tutupi lagi dengan tanah bagian atas.
4.Buka polibag dengan pisau, lalu tanamkan bibit tegak lurus.
5.Uruk dengan tanah bagian bawah hingga cukup.
6.Untuk lembah tangkapan air, sisakan bagian atas lubang sedalam 7-8 cm. Artinya, lubang tidak diuruk semua.

bersambung.


 HP 0813 7000 8997.

***

 Jual bibit tanaman, hub. 0813 7000 8997 (Muhammad Isnaini alias Bang Pilot).

No.
Jenis Bibit Tanaman
Keterangan
Harga (rupiah)
Stok
1




2
Baby Sawit Umur 3 Bulan
Jenis Tenera, daun 5 helai, tinggi 20 cm.
1.500/pokok
ada
3
Sawit Siap Tanam
Umur 1 thn, tinggi 150 cm-170 cm. Tenera
12.000/pokok
ada
4




5
Kecambah Aren
Varieras Genjah dan Dalam,Tunas 5-10cm
1.500/butir
ada
6
Aren SiapTanam
Umur 8 bulan, tinggi 30-40 cm, daun 2-3 helai
4.000/pokok
ada
7
Singkong gajah
stek, panjang 25 cm.
800/stek
inden
8
Bibit Durian montong
Umur 10 bulan, tinggi 50 cm, asal sambung pucuk. 18.000/batang ada
9
Bibit durian kani Umur 10 bulan, tinggi 50 cm, asal sambung pucuk. 18.000/batang ada
10Bibit asam gelugurumur 8 bulan, tinggi 20-25 cm. asal biji10.000/batangada
11
Biji aren
biji segar, siap semai,
600/butir
ada