Minggu, 13 Desember 2015

STOP PRESS...!!! Penting NIh !!

Saya berangkat lagi ke Riau mulai tanggal 14-12-2015 s.d 31-12-2015. Di sono sinyal agak susah.
Jika ada yang perlu, bisa sms ke nomor 0813 7000 8997, pada tengah hari.
Biasanya pada tengah hari, saya istirahat di atas bukit yang ada sinyalnya.

Demikian saya beritahukan buat rekan-rekan yang mungkin membutuhkan.
Trims ya.
Wasalam.

Rabu, 02 Desember 2015

Selamat Tinggal Sawit dan Karet



Bibit aren, asam gelugur dan durian unggul yang akan penulis tanam di Riau.

Jika saat ini Anda adalah petani pekebun kelas kecil dan Anda mulai menanam kelapa sawit atau karet, maka dapat dikatakan bahwa yang Anda lakukan itu adalah sebuah kesalahan.
Bagaimana bisa hal itu dikatakan sebagai sebuah kesalahan?
Mari kita lihat fakta-fakta berikut ini :
1.CPO sebagai produk tengah dari kelapa sawit, dan juga karet, harganya sangat bergantung kepada harga minyak bumi. Jika harga minyak bumi dunia jatuh, maka alamatlah harga kedua komoditi itu akan ikut anjlok. CPO berasosiasi dengan minyak bumi membentuk bio solar, sedangkan karet bersama minyak bumi dibuat menjadi ban kenderaan. Jika harga minyak bumi murah, maka persentase penggunaan CPO pada bio solar dan karet pada ban, akan dikurangi.
2.Para ahli perminyakan mengatakan bahwa sampai lima tahun ke depan, harga minyak bumi masih belum akan pulih, karena ditemukannya beberapa sumber minyak baru dalam jumlah yang sangat besar.  Selain itu, komitmen negara-negara besar untuk semakin memperluas pengunaan energi ramah lingkungan semisal solar panel dan panas bumi, akan ikut menggerus harga minyak bumi.
3.Banyak ladang minyak konvensional yang kini dikuasai oleh para pemberontak. Pihak pemberontak ini akan menjual minyak rampasannya berapa pun harganya, demi membeli senjata, menggaji tentaranya dan untuk perbekalan perang. Dengan keadaan ini, maka makin sulitlah bagi komoditi migas untuk kembali menaikkan nilai jualnya.
4.Ketika harga minyak bumi masih di level USD 100 perbarrel, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani ada di kisaran Rp.1.300/kg. Pada saat itu, nilai ekonomi brutto satu hektar kebun kelapa sawit adalah maksimal Rp.26.000.000/ha/tahun. Tanaman karet juga nyaris sama besaran kontribusinya. Coba kita bandingkan dengan nilai ekonomi brutto tanaman aren yang sebesar Rp.182.500.000/tahun, asam gelugur 78.000.000/ha/tahun, atau bandingkan dengan nilai ekonomi brutto tanaman durian unggul yang ada di ranah Rp.62.400.000/ha/tahun.

Bisa dapat uang sebanyak enam puluh dua juta pertahun dari tanaman durian itu, angkanya dari mana? Begini : satu hektar lahan ada 156 batang tanaman durian. Anggap saja dalam satu batang hanya berbuah 10 butir dalam setahun. Karena durian unggul rasanya begitu memukau, harga jualnya tak akan kurang dari rp.40.000/butir. Maka : 156 x 10 x 40.000 = Rp.62.400.000.-

Padahal kita sama tahu bahwa sebatang pohon durian yang sudah dewasa buahnya bisa sampai 100 butir perpohon permusim. Lha!

Sekali lagi kami katakan, sebaiknya petani pekebun Indonesia mempertimbangkan untuk menghentikan menanam sawit dan karet, untuk beralih ke tanaman lain yang jauh lebih menguntungkan.

Seorang teman Facebook kami yang bertanam jambu air jenis jambu madu dan jambu citra seluas satu hektar, sesekali mentertawakan teman lainnya yang bertanam sawit lima hektar.

Nah.... bagaimana jika Anda mau mengikuti jejak Bang Pilot, yang, Insya Allah, di akhir bulan ini akan bertanam aren satu hektar, asam gelugur satu hektar dan durian unggul (jenis kanee, montong dan petruk)satu hektar? Perjuangannya memang akan dua kali lebih berat dari pada bertanam sawit, tapi mudah-mudahan hasilnya akan setimpal.

Ciri-ciri Pohon Singkong Gajah

Langsung saja ya bro, inilah ciri-ciri pohon singkong gajah. Jangan sampai masbro terbeli bibit singkong gajah palsu. Soalnya, bagi yang awam, susah juga membedakan mana bibit singkong gajah, mana bibit singkong lain. Simak neh.

1.Batang bawah. Cek foto aja yah, biar jelas. Perhatikan warna, tekstur dan ukurannya.

2.Batang atas, yang masih muda :
3.Batang singkong gajah, sebagian besar, bercabang tiga pada umur 3-4 bulan, lalu masing-masing cabangnya itu bercabang tiga lagi pada umur 5-7 bulan.
4.Warna tangkai daun.

5.Helai daun antara 7-10 helai pertangkai.
6,Stek yang baik, calon mata tunasnya relatif rapat.
7.Sesuadah berumur 8 bulan ke atas, tinggi pohonnya lebih dari 2,5 meter.

Ada pun kulit ari umbinya berwarna coklat sedangkan kulit dalamnya berwarna merah pink.
Gambarnya belum ada, masbro. Males nyabut.

Nah, demikian ciri-ciri pohon singkong gajah.
Udah jelas kan?
Kalo belum jelas, datang saja ke rumah saya, lihat langsung, sebelum saya cabut pohonnya untuk bikin getuk lindri. Hehehe....

Rabu, 04 November 2015

Jual Bibit Mangga Unggul Murah Berkualitas

Saya, Muhammad Isnaini alias Bang Pilot, staf pemasaran UKM Tani Muda yang berlamat di Desa Petatal, Talawi, Batu Bara, Sumut, Jalan Lintas Medan-Kisaran km 129, depan Puskesmas Petatal, dekat SPBU Petatal-Batu Bara, HP.0813 7000 8997, menjual bibit mangga berbagai jenis.
Ada bibit mangga harum manis, malaba, tong dam (tongdum), kelong, lokmai dll. 
Semua bibit asal sambung pucuk. Cepat berbuah dan buahnya lebat serta besar-besar. Rasa buah terjamin mantap. Daging buahnya tebal dan bijinya kecil/kempes.
Harga grosir (di atas 200 batang) Rp.15.000/batang. Harga eceran Rp.20.000/batang. Tinggi 50 cm, polibag ukuran 20x25 cm.

Stok banyak.
Pembeli sebaiknya datang langsung.
Bisa juga dikirim ke daratan Sumatera dan Jawa via bus/kargo darat.
Ongkir ditanggung pembeli.
Saya juga adalah penulis masalah agrobisnis di Kompasiana dengan nama pena Bang Pilot.
Linknya : www.kompasiana.com/bangpilot






Selasa, 03 November 2015

Jual Bibit Durian Unggul Jenis Montong, Kani dan Musang KIng

Saya, Muhammad Isnaini alias Bang Pilot, staf pemasaran UKM Tani Muda yang berlamat di Desa Petatal, Talawi, Batu Bara, Sumut, Jalan Lintas Medan-Kisaran km 129, depan Puskesmas Petatal, dekat SPBU Petatal-Batu Bara, HP.0813 7000 8997, menjual bibit durian semua jenis.
Ada bibit durian Montong, Kanee, Sunan, Musang King, Tembaga, dll. 
Semua bibit asal sambung pucuk. Cepat berbuah dan buahnya lebat serta besar-besar. Rasa buahnya mantap memuaskan. Daging buahnya tebal dan bijinya kecil/kempes.
Bibit durian Montong dan Kanee (kani), sunan, petruk :  harga grosir (di atas 200 batang) Rp.18.000/batang. Harga eceran Rp.20.000/batang. Tinggi 50 cm, polibag ukuran 20x25 cm.
Bibit durian Musang King harga grosir rp.25.000/batang. Harga eceran rp.30.000/batang. Tinggi 50 cm, polibag ukuran 20x25 cm.
Pembeli sebaiknya datang langsung.
Bisa juga dikirim ke daratan Sumatera dan Jawa via bus/kargo darat.
Ongkir ditanggung pembeli.
Saya juga adalah penulis masalah agrobisnis di Kompasiana dengan nama pena Bang Pilot.
Linknya : www.kompasiana.com/bangpilot
 


 





Sabtu, 31 Oktober 2015

Menyelamatkan Tanaman Sawit dan Aren dari Serangan Jamur Ganoderma Boninense








#Ini adalah jamur kuping di pangkal batang pohon aren. Keberadaannya menjadi pertanda bahwa pohon inang telah terserang jamur ganoderma boninense yang mikroskopis.#


Jamur ganoderma boninense (selanjutnya disingkat GB) adalah momok terbesar bagi para pekebun tanaman suku palma, seperti kelapa sawit dan aren. Jamur tular tanah yang bersifat tidak kasat mata (mikroskopis) ini, telah menyebabkan kerugian yang luar biasa pada banyak perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
Pada tanaman aren, serangan GB jarang didapati. Kalau pun ada, pohon aren relatif lebih dapat bertahan dibandingkan kelapa sawit, karena struktur akarnya yang lebih pejal dan batangnya yang jauh lebih keras dan berkayu. Meski demikian, penulis sudah menemukan empat kasus serangan GB pada pohon aren, baik pada pohon aren yang belum berproduksi mau pun pada pohon aren yang tengah produktif. Pada pohon aren yang belum berproduksi, serangan GB menyebabkan pohon akan mati sebelum sempat bertandan. Hal inilah yang membuat orang awam menyebut bahwa pohon aren itu terkena penyakit mati bujang.
Ciri pohon aren yang terkena penyakit mati bujang adalah, pertama daun aren pada pelepah sebelah bawah menguning, lalu dalam waktu sekitar 6 bulan, semua daun akan ikut menguning. Daun kemudian berubah warna menjadi cokelat, lalu pohon pun mati dalam posisi masih tegak. Dalam beberapa kasus, ada ditemukan sebaran jamur kuping di bagian pangkal batang pohon aren yang terserang GB ini.
Sebenarnya, jamur kuping dan GB tidaklah punya hubungan yang khusus. Hanya saja, batang pohon yang terserang GB seringnya melapuk, hingga menjadi tempat yang sesuai bagi jamur kuping untuk tumbung berkembang, utamanya di musim penghujan. Karena itulah, keberadaan jamur kuping dapat menjadi indikator adanya serangan GB.  
Menurut catatan para botanist, GB mulai menyerang tanaman kelapa sawit penanaman perdana pada usia 23-25 tahun, hingga serangannya tidak terasa dan sering diabaikan. Namun, pada penanaman kedua, 20-30 persen tegakan sawit sudah membusuk batangnya lalu tumbang pada usia 15-17 tahun. Klimaksnya, pada penanaman ketiga, 40 persen tegakan sudah musnah hanya pada usia 10-12 tahun.
Saat ini, para pakar budidaya kelapa sawit belum punya jurus ampuh untuk mengatasi serangan GB.  Menurut pengamatan penulis, setidaknya ada enam perlakuan yang diterapkan para pekebun besar untuk mencoba menahan serangan GB.
1.Membajak tanah tempat tumbuh tanaman dengan traktor, dan membersihkan timbunan sampah.
2.Menaburkan dolomit di atas tanah yang sudah dibajak tadi.
3.Membumbun pangkal batang tanaman setinggi 80 cm, diameter 2 meter, dengan tanah bercampur dolomit.
4.Membuat parit dalam sekeliling perkebunan untuk mencegah migrasi jamur GB dari luar area.
5.Menyemprot lahan dan pohon dengan fungisida sistemik berspektrum luas.
6.Menaburkan biang jamur trichoderma harzianum sebagai agen hayati penangkal GB.

Sejauh pengamatan penulis, keenam langkah tersebut dapat mengurangi serangan GB, namun tidak dapat menyelamatkan pohon yang sudah terinfeksi. Buktinya, pada lahan demplot pengendalian GB yang dibangun sebuah perkebunan plat merah di dekat rumah penulis, masih saja ditemukan batang-batang pohon sawit yang bertumbangan karena akar dan pangkal batangnya membusuk dihajar GB.  

Lalu, apa lagi yang dapat dilakukan untuk mencoba mengendalikan serangan GB pada lahan pertanaman palma?

Beberapa langkah di bawah sepertinya layak dicoba, setidaknya dalam skala demonstration plot (demplot) :

1.Rotasi jenis tanaman.
Maksudnya adalah menanam tanaman penyela di antara penanaman pertama dengan penanaman kedua, dan seterusnya. Jenis tanaman dipilih tanaman yang berumur antara 5-7 tahun dan relatif  toleran terhadap infeksi jamur GB, sehingga diharapkan spora jamur GB yang ada di dalam tanah sudah mati ketika dilakukan penanaman tanaman utama selanjutnya. Jenis tanaman yang dapat dijadikan tanaman sela waktu ini diantaranya adalah kayu manis dan kopi ateng. Namun langkah ini akan sulit diterapkan bagi perkebunan yang memiliki pabrik kelapa sawit sendiri, karena mangkraknya pabrik selama penanaman sela itu akan mengakibatkan kerugian yang lumayan besar.

2.Mengebalkan tanaman palma dengan sistim infus fungisida sistemik.
Menurut ilmu ekonomi perkelapa sawitan, satu batang tegakan kelapa sawit nilai ekonominya adalah rp.2.500.000,- Artinya, selama hidupnya yang sepanjang 25 tahun itu, satu batang kelapa sawit akan menghasilkan uang rata-rata sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah. (bandingkan dengan nilai ekonomi pohon aren yang ada pada level Rp.11.000.000,- dengan masa tenggat hanya 15 tahun). Jadi, dengan nilai ekonomi sedemikian besar, galibnya tidaklah mahal apabila menginvestasikan dana sebesar Rp.100.000,- untuk mengamankan setiap batang tegakan pohon dari serangan GB. Ada pun sistim infus fungisida sistemik dapat dilakukan lewat batang (sistim bor) atau pun lewat asupan akar.

3.Membuat varietas tanaman palma tahan GB.
Para ahli perbanyakan tanaman palma mungkin bisa merekayasa bibit tanaman palma, hingga sejak kecil sudah mengandung agen hayati penangkal GB, semisal trichoderma harzianum atau gliocladium virens. Dalam skala laboratorium, baik tricho maupun glio diklaim mampu menangkal bahkan mematikan jamur GB.  Ini sejalan dengan kesimpulan dari beberapa percobaan yang pernah penulis lakukan. Area uji yang sebaran Tricho dan/atau glionya sudah menetap, menjadi kalis terhadap serangan GB. Namun, baik tricho mau pun glio itu akhirnya kalah oleh GB, jika GB  sudah lebih dahulu bercokol luas di media semai. Mula-mula memang kelihatannya tricho dan glio bersifat ekspansif, namun ketika media semai sudah kehabisan nutrisi dan terkontaminasi preparat lain , keadaan jadi terbalik. Hifa GB yang berwarna putih abu-abu terlihat bangkit dan menyerang, hingga akhirnya baik tricho mau pun glio berhasil dibekap habis dalam masa 35 hari. Hifa (benang-benang halus) tricho yang hijau kebiruan itu tinggal hanya sebuah titik kecil, seperti awal tumbuhnya, untuk akhirnya, musnah sama sekali. Artinya, siapa yang duluan bercokol, dia yang menang. Nah, jika bisa dibuat bibit tanaman palma yang mana tricho atau glio sudah bercokol didalamnya, maka besar kemungkinan tanaman itu akan selamat dari serangan GB di masa depan.

Minggu, 25 Oktober 2015

Jual Bibit Durian Montong di Sumatera Utara







Jual Bibit Durian Montong di Sumatera Utara.

UKM Tani Muda yang berlamat di Desa Petatal, Talawi, Batu Bara, Sumut, Jalan Lintas Medan-Kisaran km 129, depan Puskesmas Petatal, dekat SPBU Petatal-Batu Bara, HP.0813 7000 8997, menjual bibit durian semua jenis. 

Ada bibit durian Montong, Kanee, Sunan, Musang King, Pelangi Papua, Tembaga, Merah dll. 
Semua asal sambung pucuk. Cepat berbuah dan buahnya lebat serta besar-besar. Rasa buah terjamin mantap. Daging buahnya tebal dan bijinya kecil/kempes.

Bibit durian Montong dan Kanee harga Rp.18.000/batang. Tinggi 50 cm, polibag ukuran 20x25 cm.
Bibit durian Musang King harga rp.25.000/batang. Tinggi 50 cm, polibag ukuran 20x25 cm.
Stok banyak.
Partai besar harga nego.
Pembeli sebaiknya datang langsung.
Bisa juga dikirim ke daratan Sumatera dan Jawa via bus/kargo darat.
Ongkir ditangung pembeli.

Senin, 05 Oktober 2015

Jarak Tanam Aren Berdasarkan Tujuan Penanaman





Berapakah jarak tanam pohon aren yang baik?

Pertanyaan di atas akan mendapatkan banyak jawaban. Karena jarak tanam aren ditentukan untuk apa tujuan penanaman itu. Aren bukanlah sama seperti kelapa sawit, yang tujuan penanamannya hanya satu, yakni untuk mendapatkan tandan buah segar.

Jika ditanam secara monokultur dengan tujuan hanya untuk mengambil niranya, maka jarak tanam paling rapat di lahan relatif datar adalah 4x8 meter. Dalam satu hektar akan didapat 312 batang tanaman aren. Jika ingin dijarangkan, maka saran kami adalah 4x9 meter atau 4x10 meter. Angka 4 tetap dipertahankan karena di jarak ini nantinya akan dipasang jembatan tinggi antar pohon. 
Penyadap akan melalui jembatan ini ketika berpindah dari satu pohon ke pohon lain. Dengan cara ini, penyadapan akan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akan menekan biaya pekerja. 

Bila lahannya tergolong curam ekstrim, maka jarak tanam yang dianjurkan adalah 5x7 meter, atau 6x6 meter. Pada lahan yang curam, pemasangan jembatan tinggi adalah tidak memungkinkan.
Jika aren ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lain, maka jarak tanam minimal adalah 4x10 meter. Jalur dengan lebar 10 meter itu memanjang Timur-Barat. Di jalur yang selebar 10 meter itulah ditanam tanaman sela, semisal kopi ateng, pepaya california, gaharu, singkong gajah, jagung manis, padi gogo, dll. Jika dibutuhkan, jarak tanam aren bisa diperlebar hingga menjadi 4x12 meter. 

Jika tujuan penanaman adalah untuk pohon peneduh di  sisi jalan, maka jarak antar pohon sebaiknya 5 meter.  Pohon aren tajuknya tidaklah melebar seperti kelapa sawit, hingga jika ditanam lebih jarang, maka efek teduhnya akan kurang.

Adapun jika tujuan penanaman adalah untuk konservasi tanah marjinal, penahan erosi, pencegah longsor dan konservasi air tanah, maka jarak tanam yang dianjurkan adalah 4x5 meter. Paling jarang adalah 5x5 meter. 

Sedangkan jika untuk taman agri wisata, baiknya jarak tanam 6x7 meter.