Kamis, 26 Maret 2015

Foto-Foto Pohon Pepaya Calina dan Pepaya Bangkok




Yang atas pepaya calina alias california.
Yang bawah ini pepaya bangkok panjang.






Dan ini pepaya bangkok buah betina :






Gimana, berminat membudidayakannya?
Mudah koq, dan sudah banyak yang menulis cara budidayanya.

Jual Tanah Murah Untuk Lahan Perkebunan Di Riau



Dijual sebidang tanah, luas 10 hektar.
Lokasi di Pangkalan Kerinci arah ke Langgam km.74 (74 km dari kota Pangkalan Kerinci-Riau).
Masuk ke dalam 1,5 km dari jalan as PT.RAPP.
Truk Colt Diesel bisa masuk sampai ke lokasi.
Kondisi tanah rata sedikit bergelombang.
Tanah jenis mineral, bukan gambut.
Sudah di imas tumbang dan dibersihkan.
4 hektarnya sudah/baru ditanami sawit namun tidak terawat.
Sekarang ditumbuhi anak akasia liar setinggi 50 cm.
Surat tanah SKGR (Surat Keterangan Ganti Rugi) dari Ninik Mamak dan Desa.
Atas nama sendiri.
Bebas sengketa.

Cocok untuk perkebunan sawit, aren, jati-jatian, karet, pepaya, singkong, dll.

Hanya dijual secara keseluruhan.

Minggu, 22 Maret 2015

Membasmi Rayap Tanah Menggunakan Deterjen

Begini ceritanya, gan.

Ane kan ada buat lubang mo tanam pepaya. Ukuran lubang 50x50x50 cm.
Beberapa lubang ternyata dekat dengan sarang rayap tanah.
Baru dua hari dibiarkan, ntu lubang udah diuruk rayap jadi tinggal setengahnya.

Ane blingsatan, gan. Mana napas udah senen-sabtu nyangkolin, enak aja ntu rayap nimbun lubang ane.

Kebetulan ane sedang memerangi jamur pada tanaman aren ane, salah satunya dengan deterjen. Nah, sebagai ujicoba, ane larutkan dua gengam deterjen ke dalam seember air, lalu ane tuang ke dalam lubang istana rayap.

Tiga hari kemudian, ane periksa. Tanah timbunan rayap dibongkar.

Dan, taraa..! Koloni rayap udah pada kabur semua, gan! Mungkin minggat ke kepulauan Fiji kalee.....

Oh iya gan, ntu rayap tanah doyan juga makan akar dan batang tanaman yang masih hidup. Pernah pohon mangga dan pepaya burung di halaman rumah ane tumbang digasnya.

Kamis, 12 Maret 2015

Tehnik Penanganan Bibit Aren Siap Tanam





Bagaimana langkah-langkah menangani bibit aren yang baru dibeli?

Turunkan bibit dari kenderaan pengangkut.
Susun bibit di bawah teduhan 100 %. Siram secukupnya.
Siram kembali setiap sore, di atas jam 17.00. Biarkan minimal 3 hari.

Buat para-para beratapkan daun kelapa atau daun sawit.
Tinggi para-para secukupnya, asal mudah menyiram.
Lokasi di bawah tempat yang terkena sinar matahari langsung.
Atur kerapatan daun hingga sinar yang menerobos hanya sekira 50%.
Atur juga lebar para-para hingga sinar matahari hanya masuk 100%
pada pagi hari hingga jam 9 pagi. Dan sore mulai jam 5 sore.
Artinya, mulai jam 9 sd jam 5 sore, para-para harus melindungi
bibit dari sinar matahari langsung. Biarkan 3 hari.
Kurangi daun sedikit-demi sedikit setiap 2-3 hari hingga daun atap habis dalam masa
10 hari. Perhatikan kondisi daun, jika ada timbul warna kecoklatan/kering, maka sebaiknya naikkan kembali daun. Tiap daerah lain karakter panasnya.

Setelah daun habis, biarkan 3 hari lagi. Perhatikan. Jika tidak ada tanda-tanda browning/pencoklatan daun, maka bibit siap untuk ditanam ke lapangan.
Cara paling praktis adalah membiarkan daun sawit/daun kelapa habis luruh dengan sendirinya.

NB. Di penangkaran, bibit aren dipelihara di bawah atap shading/paranet.
Jika tidak dilakukan proses aklimatisasi ( pembiasaan terhadap terik matahari) seperti di atas, maka ada kemungkinan bibit akan mati layu.

Cara Tanam.
Siapkan lubang ukuran 30x30x30 cm. Jarak tanam kami anjurkan 4x8 meter atau setara.
Jalur yang lebarnya 8 meter itu mengarah Utara-Selatan, agar penyinaran matahari terbagi dengan merata.

Biarkan minimal 7 hari. Sebaiknya 10 hari.
Campur tanah galian dengan Dolomit dan pupuk kandang matang/telah sempurna fermentasi dengan dosis 3:1:1. Misalnya tanah 3 kg, dolomit 1 kg dan pukan 1 kg/lubang tanam. Masukkan campuran ke dalam lubang tanam.

Buka polibag bibit dengan pisau, buka. usahakan agar tanah tidak pecah. Jika dirasa tanah terlalu gembur, boleh dikepal dulu sebelum polibag dibuka.

Buat lubang di media tanam. Tanam bibit dengan posisi tegak.
Padatkan tanah secukupnya.
Permukaan tanah dalam lubang harus lebih rendah 5 cm dari tinggi permukaan tanah lahan. Ini untuk lembah tangkapan air.
Siram secukupnya.

Penyiraman selanjutnya setiap 2 hari sekali atau sesuai keadaan.
Pemupukan 1 bulan kemudian dengan 200 gram NPK.
Tabur keliling pupuk di bagian terluar dalam lembah tangkapan air.
Siram sehabis dipupuk agar pupuk langsung meresap dan tak menguap sia-sia.

Jika ada serangan bercak daun yg disebabkan oleh jamur, maka semprot dengan
fungisida Benlate atau Dithane M45 menggunakan tangki semprot. Larutkan juga cairan cuci piring Mama Lemon 3 sendok makan sebagai perata/perekat dan anti bakteri. Jika jamur/bercak daun masih membandel, semprot dengan larutan Score 250EC.

Semoga sukses.

Minggu, 08 Maret 2015

Pentingnya Aklimatisasi Sebelum Bibit Ditanam



 Seseorang menelepon Bang Pilot dan mengatakan bahwa banyak tanamannya yang baru beberapa hari ditanam, sudah layu dan mati. Ada pun bibit yang ditanamnya berasal dari hasil penangkarannya sendiri. Apa sebab?

Sebabnya hanya satu, yakni bibit yang dibuat di bawah teduhan, lalu tiba-tiba ditanam di lapangan yang plong tanpa pohon pelindung. Dan, tidak disiram dengan cukup.

Jika terlanjur membuat atau membeli bibit siap tanam yang ditangkar di bawah teduhan, hendaknya lakukan dulu proses aklimatisasi (penyesuaian dengan keadaan baru) berikut ini. Terutama jika penanaman dilakukan di daerah dataran rendah yang panas. Atau kebetulan sedang musim kemarau.

1.Begitu bibit turun dari kenderaan pengangkut, taruh di tempat teduh. Siram secukupnya. Biarkan 2 hari.
2.Pindahkan ke tempat yang tak ternaung. Pasang paranet alias jala pengurang intensitas sinar matahari 50%. Pastikan seluruh bagian bibit terlindungi paranet dari sinar langsung matahari mulai pagi hingga petang. Biarkan 2 hari, siram setiap sore dan jam 11 siang.
3.Geser paranet hingga bibit hanya ternaungi mulai jam 10 siang sampai petang. Biarkan 2 hari. Siram setiap sore dan jam 11 siang.
3.Geser lagi paranet hingga bibit hanya ternaungi mulai jam 12 sore hingga petang. Penyiraman sda. Biarkan 3 hari. Geser lagi hingga bibit hanya ternaungi sampai jam 2 siang. Biarkan 3 hari.
4.Buka paranet. Penyiraman masih sda. Biarkan 2 hari.
5.Siram hanya sore hari. Selama 2 hari.
6.Bibit siap ditanam ke lapangan.

Demikian kami uraikan secara singkat tahapan aklimatisasi bibit yang berasal dari teduhan. Jika sulit mendapatkan paranet, maka bisa dibuat para-para beratapkan dedaunan. Kurangi atap dedaunan itu 20% setiap 2 hari. Daun harus habis dalam 5 kali pengurangan, yakni dalam masa 10 hari. Namun, cara terbaik adalah dengan membuat teduhan dasri daun kelapa sawit. Atur teduhan agar hanya melewatkan 40-50 persen cahaya matahari. Lalu biarkan teduhan rontok sendiri.

Semoga bermanfaat.

Selasa, 03 Maret 2015

Cara Membuat Jamur Tricoderma Sendiri



Tricoderma adalah termasuk jenis jamur (fungi). Berguna sebagai agen hayati penyubur tanah. Aplikasi tricoderma sesuai dosis dapat mengurangi penggunaan pupuk sebanyak 50%. Selain itu, tricoderma juga terbukti dapat memutus daur hidup jamur-jamur merugikan petani. Seperti jamur patogen yang sering membuat penyakit busuk akar, busuk batang, busuk buah, dan lain lain.

Jenis-jenis jamur patogen yang dapat dieleminasi oleh tricoderma antara lain adalah :
jamur  Rigdiforus lignosus, Fusarium oxysporum, Rizoctonia solani, Fusarium monilifome, Sclerotium rolfsii dan jamur Sclerotium rilfisil.

(Mengenai cara memperbanyak dan cara menggunakan tricoderma, sudah banyak ditulis di internet, sehingga kurang perlu kita bahas di sini).

Bibit tricoderma dapat dibeli di Balai Pertanian, atau di toko pertanian. Salah satu merk yang beredar adalah Trico-G.

Namun, jika sulit untuk mendapatkannya, bisa mencoba membuat/menangkap sendiri jamur penuh manfaat ini.

Caranya :

Masak nasi. Ambil satu mangkuk. Letakkan di keranjang plastik kecil. Tutup atasnya dengan piring atau penutup lain. Simpan di tempat yang bersih, teduh dan terbuka. Biarkan selama 24 jam (sampai basi).

Tebang bambu. Ambil 3 ruas. Ruas kiri dan kanan cukup sepanjang 25 cm saja, sehingga hanya ruas tengah yang utuh. Belah dua bambu. Buat lubang di kedua sekat ruasnya, sebesar jari kelingking.

Cuci dengan air bersih sampai benar-benar bersih. Kalau ada alkohol, setelah dicuci bersih, gosok bagian dalam bambu pakai kain yang dibasahi alkohol 70% (beli di apotik/toko obat-harga Rp.6.000/botol).

Masukkan nasi basi ke dalam ruas bambu yang tengah. Satukan/tangkupkan kedua bilah bambu, lalu ikat erat dengan karet ban.

Lalu kubur sedalam sekira 20 cm di dalam tanah humus/tanah yang subur/tanah hutan. Lebih baik jika dikubur di bawah rumpun bambu. Beri penanda agar tidak lupa. Biarkan 10 hari.

Bawa pulang bambu, buka.
Jika berhasil, maka akan ada miselium jamur yang putih seperti kapas. Miselium ini akan tumbuh hingga berwarna hijau.

Masukkan isi bambu ke dalam stoples yang bersih. Pakai sendok yang bersih. Tutup rapat-rapat. Biarkan sampai miselium menjadi berwarna hijau. Inilah tricoderma F0 alias bibit tricoderma.



Setelah itu, tricoderma dapat diperbanyak hingga  3 kali, menjadi F1, F2 dan F3.
Sampai pada F3, jumlahnya sudah lebih dari cukup untuk menyuburkan dan mengamankan tanah dari jamur pada lahan seluas 1 hektar.

Jika hasil perbanyakan masih kurang, maka wajib ulangi langkah penangkapan tricoderma ini dari awal lagi. Atau sekali bikin, dengan 3 mangkuk nasi dan 3 bilah bambu.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Senin, 02 Maret 2015

Bertanam Karet, Sebuah Tangisan Kemuning

Saat ini harga karet sangat jatuh.
Di Batu Bara, Sumut, getah karet satu hari per kg harganya cuma Rp.4.000.

Ditambah masa trek yang kini melanda, lengkaplah kesialan para petani karet.



Foto-foto Sawit Klon Costa Rica - Kosta Rika

Pohonnya :

TBS-nya :


Matangnya begini ni :


Tertarik membudidayakannya?