Kamis, 26 Desember 2013

Komoditi Ini Dijual dengan Harga Tak Masuk Akal

Melongok salah satu situs iklan gratis ternama yang khusus memasarkan produk pertanian dan peternakan, kening saya berkerinyit. Bagaimana tidak, harga-harga yang ditawarkan salah satu seller-nya sangat tak masuk akal. Saya langsung curiga bahwa ini adalah penipuan. Apalagi si penjual tak menyertakan alamat yang jelas, hanya nomor hape yang disediakan untuk berkomunikasi. Lagi pula, akun penjual itu sama sekali baru, dibuat beberapa hari yang lalu, dengan nama akun yang sepertinya salah ketik.
Penjual itu menuliskan bahwa ia menjual bawang putih lokal kering jemur 3 hari seharga Rp5.000/kg, dan bawang merah rp.2.500/kg. Stoknya masing-masing ada 100 ton. Padahal kemarin saya beli bawang merah di grosir, harga dihitung RP23.000/kg. Dari mana pulak si sontol*y* itu bisa jual barang serupa 10 kali lebih murah? Apalagi lokasi dia katanya di Medan. Sedangkan di Berastagi saja pun, yang jelas adalah sentra penghasil segala sayur mayur dan bumbu dapur, harga bawang merah berkisar Rp17.500 (bawang merah bangkok) dan Rp21.000 (bawang merah jawa) per kg.
Kasus yang kedua lain lagi. Ada yang menjual kulit manggis kering belum giling seharga Rp200.000 per lima ons. Artinya Rp400.000 satu kg. Padahal, di belakang rumah saya kulit manggis itu bertebaran di lobang sampah. Kalau mau cari satu goni, sebentar saja. Dan kalau mau cari ke belakang rumah sepupu saya, 10 goni pun ada, karena dia punya kebun manggis yang luas. Kalian bayar sajalah lima ribu rupiah satu goni, pungut sendiri. Bawa goni yang besar, ya.
Ada lagi, yang iklan menjual pupuk NPK hanya RP1.100/kg, atau RP55.000/karung isi 50 kg. Pemesanan dengan DP 60%, sisanya setelah barang diantar. Padahal di pasaran harga pupuk NPK itu sekitar Rp5.700/kg. Kalau NPK mutiara lebih mahal lagi.
Ada-ada saja cara orang mau menipu. Mereka inilah yang bikin pembeli jadi kurang percaya pada perniagaan via online. Padahal, masih banyak penjual online yang jujur dan bertanggung jawab. Karenanya, jika menemukan penawaran barang dengan harga tak wajar, jangan tanggapi. Penipuan itu.