Senin, 05 Oktober 2015

Jarak Tanam Aren Berdasarkan Tujuan Penanaman





Berapakah jarak tanam pohon aren yang baik?

Pertanyaan di atas akan mendapatkan banyak jawaban. Karena jarak tanam aren ditentukan untuk apa tujuan penanaman itu. Aren bukanlah sama seperti kelapa sawit, yang tujuan penanamannya hanya satu, yakni untuk mendapatkan tandan buah segar.

Jika ditanam secara monokultur dengan tujuan hanya untuk mengambil niranya, maka jarak tanam paling rapat di lahan relatif datar adalah 4x8 meter. Dalam satu hektar akan didapat 312 batang tanaman aren. Jika ingin dijarangkan, maka saran kami adalah 4x9 meter atau 4x10 meter. Angka 4 tetap dipertahankan karena di jarak ini nantinya akan dipasang jembatan tinggi antar pohon. 
Penyadap akan melalui jembatan ini ketika berpindah dari satu pohon ke pohon lain. Dengan cara ini, penyadapan akan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akan menekan biaya pekerja. 

Bila lahannya tergolong curam ekstrim, maka jarak tanam yang dianjurkan adalah 5x7 meter, atau 6x6 meter. Pada lahan yang curam, pemasangan jembatan tinggi adalah tidak memungkinkan.
Jika aren ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lain, maka jarak tanam minimal adalah 4x10 meter. Jalur dengan lebar 10 meter itu memanjang Timur-Barat. Di jalur yang selebar 10 meter itulah ditanam tanaman sela, semisal kopi ateng, pepaya california, gaharu, singkong gajah, jagung manis, padi gogo, dll. Jika dibutuhkan, jarak tanam aren bisa diperlebar hingga menjadi 4x12 meter. 

Jika tujuan penanaman adalah untuk pohon peneduh di  sisi jalan, maka jarak antar pohon sebaiknya 5 meter.  Pohon aren tajuknya tidaklah melebar seperti kelapa sawit, hingga jika ditanam lebih jarang, maka efek teduhnya akan kurang.

Adapun jika tujuan penanaman adalah untuk konservasi tanah marjinal, penahan erosi, pencegah longsor dan konservasi air tanah, maka jarak tanam yang dianjurkan adalah 4x5 meter. Paling jarang adalah 5x5 meter. 

Sedangkan jika untuk taman agri wisata, baiknya jarak tanam 6x7 meter.