Minggu, 25 Juni 2017

Cara Budidaya Tanaman Alpukat




Cara Budidaya Tanaman Alpukat
Tanaman alpukat atau apokat atau avocad atau avocado atau nama latinnya persea americana, diketahui berasal dari daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Tanaman alpukat pertama kali dikembangkan  oleh suku Aztec, lalu diperkenalkan ke Nusantara oleh Belanda pada abad ke 19.
Tanaman alpukat memberikan banyak manfaat. Batangnya dapat menjadi kayu bakar, daunnya  digunakan untuk mengobati kencing batu, darah tinggi, sakit kepala, nyeri saraf, nyeri lambung, saluran napas membengkak dan menstruasi yang tidak teratur. Bijinya dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi dan kencing manis.
Di antara produk tanaman alpukat, buahnya adalah bagian yang paling banyak dimanfaatkan manusia. Daging buah alpukat yang berwarna hijau di dekat kulit buahnya dan berangsur berwarna kekuningan mendekati bijinya, mengandung banyak nutrisi penting buat manusia. Berikut adalah kandungan nutrisi pada 100 gram daging buah alpukat :
  • kalsium 23 mg,
  • fosfor 95 mg,
  • zat besi 1,4 mg,
  • sodium 9 mg,
  • potassium 1,368 mg,
  • vitamin A 660 IU,
  • niacin 8,6 mg
  • vitamin C 82 mg
  • serat
·         vitamin E      

Sebagian orang mengatakan bahwa mengkonsumsi alpukat dapat menyebabkan kegemukan karena mengandung lemak yang tinggi. Tetapi pendapat ini tidaklah benar. Orang menjadi gemuk bukan karena mengkonsumsi buah alpukat, tetapi karena bahan tambahan yang diberikan pada jus atau panganan lain dari buah alpukat itu, yakni tambahan gula dan susu.
Benar bahwa daging buah alpukat mengandung lemak, tetapi itu adalah lemak yang bersahabat dengan tubuh manusia.

Berikut adalah sebagian manfaat buah alpukat ditinjau dari segi kesehatan :

  • menurunkan kolesterol jahat LDL
  • meningkatkan kolesterol baik HDL
  • menurunkan risiko hipertensi
  • menurunkan risiko stroke
  • menurunkan risiko serangan jantung
  • mencegah anemia gizi
  • dianjurkan bagi penderita diabetes
  • memberi lubrikasi (cairan) persendian tulang.

Setelah segudang manfaat buah alpukat tadi, sekarang marilah kita bahas bagaimana cara menanam tanaman alpukat ini. Mungkin di antara pembaca ada yang kemudian berminat untuk mengembangkannya, mengingat potensi ekonomi kebun alpukat juga cukuplah baik.

Umumnya tanaman alpukat diperbanyak dengan sistim sambung pucuk. Dengan cara ini, varietas tanaman dapat dipertahankan dan tanaman akan lebih cepat menghasilkan buah. Umumnya tanaman alpukat perbanyakan vegetatif sudah berproduksi pada umur 3-4 tahun setelah tanam, bila dirawat dengan baik. Sedangkan yang ditanam lewat biji baru akan berbuah setelah berumur 7-9 tahun.

Di lapangan, kita mengenal banyak varietas alpukat, diantaranya alpukat mentega, alpukat miki dan alpukat jumbo yang buahnya besar-besar. Ketiga varian alpukat di atas juga adalah tiga varian yang paling banyak dikembangkan, karena memiliki keunggulan dibanding varian lain. Alpukat mentega memiliki warna daging buah yang lebih kontras, tekstur yang lembut dan kulitnya dapat dikupas. Alpukat miki dikenal sebagai tanaman yang kebal serangan serangga, karena daun dan batangnya mengandung sejenis zat yang tak disukai serangga maupun ulat (enzim antiprotesae). Enzim ini menyebabkan kemandulan pada serangga yang mengkonsumsinya. Kulit buah alpukat miki juga lebih tebal sehingga relatif tidak membutuhkan penyemprotan insektisida anti lalat buah. Sedangkan alpukat jumbo dikenal sebagai tanaman alpukat dengan buah yang paling besar sehingga harga jualnya menjadi yang paling baik. Ada pun tonase produksi perhektar pertahun ketiga varian tadi relatif sama saja. Tanaman alpukat jumbo memang besar-besar buahnya, tetapi tidaklah bisa selebat kedua karibnya. Mengenai rasa daging buah, biasanya lebih dipengaruhi oleh perawatan dan titik tumbuh. Tanaman alpukat yang tumbuh di tempat yang cenderung rendah dan basah akan memiliki daging buah yang lebih berair, lembek dan rasanya kurang mantap. Karena itu dianjurkan untuk menanam alpukat di lahan darat yang lebih kering. Adapun rasa pahit, biasanya terjadi karena buah alpukat dipanen saat belum cukup tua. Sedangkan rasa getir biasanya terjadi karena tanaman mengalami kekurangan air saat periode berbuah.

Penanaman.
Buatlah lubang tanam ukuran 50x50x50 cm, pisahkan setengah tanah galian bagian atas dengan yang bagian bawah. Alpukat ditanam dengan jarak tanam 6x6 meter. Berarti, dalam satu hektar didapat 278 batang tanaman alpukat. Aduk tanah bagian atas dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1. Tambahkan kaptan atau dolomit sebanyak 2 kg/lubang. Masukan kembali adonan ke dalam lubang, siram, lalu biarkan 10 hari. Tanam bibit dengan posisi tegak, lalu siram dengan air secukupnya. Penyiraman selanjutnya dilakukan jika keadaan tanah terlalu kering. Bibit yang ditanam adalah bibit yang sudah diadaptasikan dengan iklim sekitar. Caranya : satu bulan sebelum ditanam, bibit sudah dibawa ke sekitar areal kebun yang terpapar sinar matahari.  Disusun agak jarang lalu disiram sesuai kebutuhan. Pemupukan dengan setengah sendok makan NPK/batang juga dianjurkan. Penyisipan segera dilakukan jika ada bibit yang mati. Karena itu sebaiknya membeli/mengadakan bibit sedikit lebih banyak dari pada jumlah perhitungan populasi tanam.

Pengendalian gulma.
Rumput dan tumbuhan pengganggu diatasi sesuai keadaan di lapangan. Bila mengunakan herbisida, maka lakukan penyemprotan dengan hati-hati agar tanaman tidak terkena racun. Jika dalam proses penyemprotan ada bagian tanaman yang tak sengaja terkena racun, segera bilas dengan air bersih secukupnya.

Pemupukan.
Pemupukan  tahunan menggunakan urea (45% N), TSP (50% P), dan KCl (60% K) maka untuk tanaman usia muda (1-3 tahun) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing 1,1 kg/pohon, 1 kg/pohon dan 0,83 kg/pohon. Untuk kehidupan produksi tanaman (4 tahun) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing dari 3 kg/pohon, 3 kg/pohon, dan 4 kg/pohon. Pupuk harus diberikan empat kali setahun. Dosis pupuk tadi dibagi menjadi empat bagian dan setiap tiga bulan dipupukkan satu bagiannya. Bila ditambahkan pupuk organik, maka jumlah pupuk organik adalah 5 kali jumlah pupuk kimia dan pupuk kimia dikurangi seperlimanya.

Pemangkasan.
Cabang-cabang air dan cabang yang keluar dari bagian bawah bekas sambungan bibit tanaman harus dipangkas. Percabangan yang terlalu banyak menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit bercak daun. Selain itu juga akan menyebabkan kurangnya jumlah buah. Pemangkasan dilakukan secara rutin sesuai kondisi di lapangan.

Hama Dan Penyakit.

Hama pada Daun.
Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf).
  • Ciri : Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala.
  • Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan.
  • Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter.
Ulat kupu-kupu gajah (Attacus atlas L).
  • Ciri : Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat.
  • Gejala : Sama dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak bergelantungan melainkan terdapat di antara daun.
  • Pengendalian : Sama dengan pemberantasan ulat kipat.
Penyakit.
Antraknosa.
  • Penyebab : Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga.
  • Gejala : Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur.
  • Pengendalian : Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter.
Bercak daun atau bercak cokelat.
  • Penyebab : cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab.
  • Gejala : bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintik-bintik
    kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain.
  • Pengendalian : Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux.
Panen.
Ciri dan Umur Panen.
Ciri-ciri buah yang sudah tua tetapi belum masak adalah :
  • Warna kulit tua tetapi belum menjadi cokelat/merah dan tidak mengkilap;
  • Bila buah diketuk dengan punggung kuku, menimbulkan bunyi yang nyaring;
  • Bila buah digoyang-goyang, akan terdengar goncangan biji.
Penetapan tingkat ketuaan buah tersebut memerlukan pengalaman tersendiri. Sebaiknya perlu diamati waktu bunga mekar sampai enam bulan kemudian, karena buah alpukat biasanya tua setelah 6-7 bulan dari saat bunga mekar. Untuk memastikannya, perlu dipetik beberapa buah sebagai contoh. Bila buah-buah contoh tersebut masak dengan baik, tandanya buah tersebut telah tua dan siap dipanen.
Tanaman alpukat yang dirawat dengan baik biasanya berbuah tidak mengenal musim. Dalam satu pohon bisa terdapat fase berbunga, pentil dan buah tua. Tanaman alpukat juga dikenal dapat berumur panjang, hingga tidak dapat dipastikan masa peremajaannya.
Saat ini, harga buah alpukat di tingkat petani berkisar antara rp.10.000 sd rp.15.000/kg. Semakin besar buah alpukat, maka akan semakin baik harganya. Ada pun berat perbutir buah alpukat ukuran kecil reratanya adalah 200 gram, yang sedang 350 gram dan yang besar bisa 1 kg. Buah alpukat termasuk buah yang berbobot mantap.
Dalam satu pohon yang dirawat dengan baik, dihasilkan buah rerata sebanyak 50 kg/tahun. Karena itu potensi ekonomi  brutto produksi rerata satu hektar kebun alpukat adalah 278 batang x 50 kg x rp.10.000 = rp.139.000.000.- Seandainya pun harga jatuh hingga hanya tinggal setengahnya, maka paling tidak masih didapat hasil brutto sebesar rp.69,5 juta/ha/tahun. Ini masih jauh lebih baik daripada mengkebunkan kelapa sawit yang hasil rerata bruttonya ada di angka rp.24 juta/ha/tahun. 

                                          Buah alpukat miki


                                                     Buah alpukat mentega



                                                    Buah alpukat jumbo                                                 


(diolah dari berbagai sumber)
Kami menjual bibit alpukat jumbo, tinggi 50 cm, umur 8 bln, harga rp.20.000/batang. Alamat nursery : Tani Muda, jalan Lintas Medan-Kisaran km 130. Desa Petatal, Lima Puluh, Batu Bara, Sumut. HP/WA. 0813 7000 8997. Dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot.