Jumat, 02 Agustus 2013

Bisakah Menanam Aren di Rawa-rawa?

Seorang teman facebook mengatakan bahwa tanaman aren kurang suka dengan air tergenang. Pertumbuhannya akan terganggu. Ia juga mengatakan bahwa pohon aren lebih suka pada tanah miring atau dataran yang agak tinggi dan kering.

Mulanya saya percaya saja dengan informasi itu, yang kemudian juga saya informasikan kepada orang lain.

Tetapi belakangan, saya kembali tergelitik untuk menguji info tentang aren tersebut langsung ke lapangan.

Mula-mula saya mewawancarai beberapa petani aren. Anehnya mereka mengatakan bahwa aren aslinya adalah tumbuhan rawa, sama seperti pohon kelapa sawit, pohon rumbia atau sagu, pohon nipah dan lain-lain sesama suku pinang-pinangan.

Saya bertanya apakah aren tidak mati bila tumbuh di tanah yang tergenang air, dan mereka menjawab tidak. Bapak Ishaq, salah satu kuesioner malah menunjukkan sepohon aren yang tumbuh sentosa meski adanya di tepian kolam di tengah rawa.

Dan memang, seingat saya dahulu, waktu masih duduk di bangku SD, sering melihat pohon aren tumbuh di rawa-rawa, pandau, sawah tanggung, dan di semak belukar tanah basah. Alkisah, di kampung saya dahulu, ada banyak juga tumbuh pohon aren. Dan ada dua teman karib saya yang orang tuanya bekerja sebagai penyadap aren. Karena itulah saya cukup akrab dengan aren, nira manis dan gula aren alias gula merah.

Pohon aren milik nenek juga tumbuh di tepian pandau, atau tanah rawa yang berair di musim hujan namun kering di musim kemarau. Kelihatannya pohon aren itu sehat wal afiat. Dan kini sedang disadap oleh adik kandung teman karibku, yang ayahnya dulu adalah seorang penyadap aren juga.

Sedangkan pohon aren milik keluarga kami, dulu tumbuh tinggi dan besar di tanah darat yang kering. Niranya saya ingat, satu hari sekira 22 liter. Tetapi yang sebelah lagi, yang postur pohonnynya agak kecil, hasil niranya cuma sekitar 12 liter per hari. Harga nira di tingkat petani perliter saat ini adalah rp.3.000.-  Jika dihitung bersih, dengan mengeluarkan biaya upah penyadapan, maka petani mendapatkan rp.2.000/liter nira.

Yuk, menanam aren.


READY STOCK :
BIBIT AREN UMUR 16 BULAN, HARGA RP.10.000/BATANG, TINGGI 100 CM.
BIBIT AREN UMUR 10 BULAN TINGGI 60 CM HARGA RP.6.000/BATANG
BIBIT AREN RP. 4.000/POKOK, TINGGI 40 CM (UMUR 6 BULAN) .
KECAMBAH BIBIT AREN UMUR 2 BULAN ( UNTUK PENGIRIMAN JARAK JAUH ), HANYA RP. 1.500/POKOK.
BIJI AREN UNTUK BIBIT RP.600/BUTIR. 
HP.0813 7000 8997. DENGAN MUHAMMAD ISNAINI