Kamis, 12 Februari 2015

Memilih Jenis Pohon Aren Yang Baik

Sudah sering sekali saya mendapat telepon dari calon pembeli bibit aren yang mengharapkan

adanya bibit aren yang cepat berproduksi jika dibudidayakan.

Mereka umumnya mengatakan bahwa ada jenis aren dari negeri hantu blau yang sudah berproduksi pada umur tiga atau empat tahun.

Saya bilang : bullshit ! Penyesatan itu !

Memang ada jenis aren yang sudah bertandan pada umur 5-6 tahun, tetapi itu adalah jenis aren kate. Aren jenis ini hanya akan menghasilkan 5-6 tandan jantan yang cocok disadap, setelah itu ia akan mati secara otomatis.
                                                        Pohon aren kate (5 thn). Foto dari :
                                                        http://kaltim.tribunnews.com/foto/berita/2011/7/13/aren_edit.jpg


Mengapa? Semua aren mula-mula tumbuh vegetatif, tumbuh batang, akar dan daun. Setelah ia merasa cukup, ia lalu berhenti total tumbuh vegetatif. Satu helai daun pun tak akan bertambah lagi. Ia mulai tumbuh generatif. Keluar tandan betina dari celah pelepah paling atas. Lalu keluar tandan kedua, dari celah pelepah kedua dari atas, alias makin turun ke bawah. Begitu seterusnya ke bawah. Bukan ke atas !

Setelah tandan yang keluar dapat dicapai dengan tangan dari posisi berdiri di tanah tempat tumbuhnya, sebentar lagi matilah pohon aren itu. Meski apapun yang Anda lakukan ! Mati dia !

Nah, jika pohon aren itu pendek, maka pelepah daunnya sedikit. Jika pelepah daunnya sedikit, maka tandan yang bisa disadap juga akan makin sedikit, karena tandan betina yang menghasilkan buah umumnya tidak disadap orang.

Jadi jangan Anda mau dibodohi oleh penjual bibit aren yang kurang jujur. Yang bilang bahwa aren kate atau aren pendek itu bagus.

Kalau saja aren itu tandannya muncul makin ke atas, boleh jadi. Ini aren mengeluarkan tandan makin ke bawah !  Itu beda aren dengan sawit!

Makanya, saya selalu bilang, pilih bibit aren dari aksasi dalam, minimal aksasi genjah. Jangan aren kate. 
                     Aren dalam. Ini yang terbaik. Biar pun masa produksinya agak lama (8 thn).
                            Aren genjah (masa tunggu 6-7 thn). Lumayan bagus walau hasil nira tak sebanyak aren dalam. Masa produksi aren genjah sekitar 3-4 tahun.


Aren aksasi dalam akan memberikan jauh lebih banyak tandan sadap, karena ia tumbuh tinggi, paling tidak 12 meter batang bebas. Sehingga akan ada lebih dari 24 tandan jantan yang bisa disadap. Artinya, paling tidak Anda akan menunggu selama 7-8 tahun dan menikmati hasil juga selama 7-8 tahun.

Aksi Under Planting.

Begitu tanaman aren pertama Anda mengeluarkan tandan, segera tanam sisip lagi di antara penanaman pertama. Nanti saat tanaman pertama mati, tanaman kedua akan mulai berproduksi. Aren tak mengapa ditanam rapat, karena di alam ia bahkan tumbuh hampir tak berjarak. Hanya akan berpengaruh pada masa tunggu produksi yang makin lama.

Tapi ini tak mengapa, karena sebagai tanaman plant inter planting, petani tidak menunggunya seperti tanaman utama. Betapa pun, perawatan dan pemupukan akan sangat membantu juga.

Kalau mau kaya raya, tanamlah aren. Satu pohon yang sedang disadap akan menghasilkan uang Rp.20.000/hari. Kalau punya 100 pohon, yang disadap dalam suatu waktu adalah 50 pohon. 50 x 20.000 = Rp.1 juta penghasilan brutto perhari. Netto-nya sekitar Rp.500.000, setelah dipotong biaya pekerja dan biaya membeli kayu bakar.

Tapi harus sabar. 

Kalau mau cepat, tanam tauge saja. Dua hari sudah panen.