Kamis, 09 Juli 2015

Analisa Hasil Usaha Bertanam Aren 1 Hektar



Analisa Hasil Usaha Bertanam Aren Satu Hektar
Lahan 1 ha = 10.000 m2. Jarak tanam 5x6 = 30 m2. Dapatnya 333 titik tanam.
Modal : Bibit 350 batang x Rp.5.000 = Rp.1.750.000.
Pembersihan lahan : borongan Rp.1.000.000.
Upah tanam dan sisip : 350 x Rp.3.000 = Rp.1.050.000.
Dolomit : 333 kg x Rp.600 = Rp.166.500.
Pupuk kandang : 1 ton Rp.600.000.
Angkut bibit, dolomit dan pukan ke lahan Rp.250.000.
Pupuk NPK Phonska 150 kg x 15 tahun x Rp.2.300 = Rp.5.175.000.
Pengendalian gulma 15 tahun x Rp.650.000 = Rp.9.750.000.
Hama dan penyakit dianggap tidak ada, karena memang nyaris tidak ada.
Biaya lain-lain Rp.2.000.000.
Jumlah : Rp.21.741.500.
Tanah dianggap milik sendiri.
Beberapa item pekerjaan ringan juga dikerjakan sendiri. Selain menghemat biaya, aktifitas itu juga akan menyehatkan badan.
Hasil :
Dijual buah kolang-kaling mentah Rp.25.000/tandan x 333 x 5 tandan sepohon = Rp.41.625.000.
Pembeli mengambil/memanjat sendiri
Dijual ijuk Rp.10.000/kg x 2 kg x 333 pohon = Rp.6.660.000.
Pembeli mengambil/memanjat sendiri.
Dijual gula aren dari hasil menyadap 111 batang aren setiap harinya (aren menyadapnya bergantian karena tandannya keluar bergantian) = 111 kg x Rp.20.000 = Rp.2.220.000.
Upah sadap dan memasak nira plus kayu bakar = 50 persen dari hasil gula (bagi dua/cara tradisional di daerah kami), sisa Rp.1.110.000/hari.
Rp.1.110.000 x 30 hari x 12 bulan x 8 tahun (aren dalam) = Rp.3.196.800.000.
Dijual batang aren tua 333 batang x Rp.50.000 = Rp.16.650.000.
Jumlah hasil : Rp.3.261.735.000 (terbilang tiga miliar dua ratus enam puluh satu juta tujuh ratus tiga puluh lima ribu rupiah).
Hasil bersih selama 16 tahun Rp.3.261.735.000 – Rp.21.471.500 = Rp.3.240.263.500.
Hasil perhari sejak mulai menanam hingga peremajaan = Rp.3.240.263.500 : 16 tahun : 12 bulan : 30 hari = Rp.562.000 (dibulatkan).
Demikianlah analisa hasil usaha bertanam aren satu hektar ini dibuat dengan asumsi terendah, yakni dianggap jumlah produksi nira adalah hanya 7-8 liter nira/pohon/hari sadap, dimana dari nira sebanyak itu akan dihasilkan 1 kg gula aren. Jika hasil akhir adalah gula semut, maka hasil akan lebih banyak lagi, karena harga gula semut lebih mahal.
(kalo cerita tuak, sopi, topi miring de el el, ane gak ikutan ya gan, soalnya ane minumnya cuman wedank kopi plus singkong gajah goreng).
Angka-angka di atas bukanlah sebuah kepastian, namun kiranya cukup untuk menjadi gambaran umum hasil budidaya aren di Indonesia.
Sekian dan terima kasih sayang.








 Jika membutuhkan bibitnya, silahkan hubungi HP 0813 7000 8997 dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot.