Sabtu, 28 Januari 2017

Memanfaatkan Pembalut Bayi Bekas Sebagai Pupuk Tanaman

Pembalut bayi, atau lebih dikenal masyarakat awam sebagai diapers atau pampers, sekarang sudah banyak dipakai sebagai pengganti popok bayi. Diapers atau popok sekali pakai ini biasanya mengandung hydrogel yang terbuat dari sodium  polyacrilate, suatu bahan yang memiliki kemampuan mengikat air menjadi gel dalam jumlah ratusan kali bobotnya.  
Sayangnya, terutama pada varian yang murah, popok sekali pakai ini tidak termasuk barang yang mudah terurai, sehingga pada akhirnya ia akan menjadi sampah yang kotor, berat, basah, bervolume besar, mudah menyangkut di arus air, dan menjijikkan bagi sebagian orang.
Namun di tangan Muhammad Faisal, S.P., seorang Petugas Penyuluh Lapangan yang berdinas di Kabupaten Batu Bara, sampah jorok ini diubah menjadi pupuk yang sangat bermanfaat bagi tanaman lada perdu miliknya yang terbentang di belakang halaman rumahnya. Faisal membuat demplot ujicoba untuk mengetahui manfaat popok bayi bekas ini pada tanamannya. Sebidang tanaman lada perdu miliknya dipupuk dengan diapers bekas, dan yang lainnya tidak diperlakukan.
Hasilnya cukup berbeda jauh, tanaman lada perdu yang diberi perlakuan pupuk diapers bekas tumbuh lebih cepat dan subur. Ini membuat kita dapat menarik kesimpulan sementara bahwa limbah kotor tadi ternyata dapat memberi manfaat yang besar bila diaplikasikan secara tepat.



Foto atas, tanaman lada perdu umur 4 bulan yang diberi perlakuan diapers bekas.

 Tanaman lada umur 4 bulan yang tidak mendapatkan aplikasi diapers bekas sebagai pupuk.

Hydrogel  sendiri bekerja menyerap urine manusia lalu mengubahnya menjadi benda berbentuk gel. Air yang terkandung di dalam gel ini tidak mudah terlepas. Karena itulah popok sekali pakai ini menjadi tidak tembus cairan.
Urine manusia sendiri mengandung banyak sekali unsur hara yang bisa dimanfaatkan oleh tanaman. Diantaranya adalah :
1.             Air. Kandungan air dalam darah dikeluarkan dari tubuh jika konsentrasinya terlalu tinggi.
2.             Empedu. Berasal dari hasil perombakan sel darah merah di hati dan memberi warna kekuningan pada urine.
3.             Garam. Garam dikeluarkan untuk menjaga konsentrasi garam di darah supaya tidak berlebih.
4.             Urea (9,3 g/L)Merupakan hasil dari perombakan protein.
5.             Asam urat. Merupakan hasil dari perombakan protein.
6.             Amonia. Merupakan hasil dari perombakan protein. Amonia memberi bau pada urine.
7.             Obat-obatan. Obat-obatan dibuang supaya tidak menjadi racun dalam tubuh. Itulah sebab mengapa sehabis minum obat urine kita menjadi berbau seperti obat.
8.             Asam klorida (1,87 g/L)
9.             Sodium (1,17 g/L)
10.          Potasium (0,75 g/L)
11.          Gula. Gula ditemukan pada urine penderita diabetes dan tidak akan ditemukan pada urine orang yang sehat.
12.          Nitrogen
13.          Fosfor
14.          Kreatinin (0,67 g/L)
15.          Asam sulfat.

Adapun cara yang dipakai oleh Muhammad Faisal dalam memanfaatkan diapers bekas sebagai pupuk tanaman lada perdunya adalah sebagai berikut.
Mula-mula dibuat parit kecil yang digali di setengah lingkaran di daerah perakaran tanaman lada. Jarak parit dengan pangkal batang sekira 20 cm. Faisal lau memasukan empat buah diapers bekas ke dalam parit kecil itu lalu menimbunnya dengan tanah.



Sebenarnya, popok bayi sekali pakai ini dapat juga diaplikasikan sebagai pupuk pada berbagai tanaman lainnya. Membenamkannya di sekitar perakaran adalah cara yang terbaik. Selain membantu menyediakan asupan berbagai unsur hara, hidrogel juga menyediakan suplai air ketika musim kemarau datang. Air siraman juga akan disimpan oleh hidrogel sehingga tidak cepat hilang meresap ke dalam tanah. Tanaman yang diberi perlakuan diapers bekas ini terbukti lebih bugar pada musim kemarau dibanding tanaman yang tidak mendapat aplikasi.   

Pada akhirnya, tinggal bagaimana kita, mau memanfaatkan sesuatu yang terbuang bahkan menjadi sampah, hingga bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Lingkungan menjadi lebih bersih, tanaman menjadi lebih subur. Hasil yang diperoleh petani juga menjadi lebih baik. Diapers bekas tidak lagi dibuang ke sungai lalu menjadi pemicu terjadinya banjir.  

Mari kita selamatkan bumi pemberian Tuhan ini, karena bumi ini adalah satu-satunya planet yang paling tepat buat kehidupan spesies manusia.

Salam sukses petani Indonesia!
***
Yang butuh bibit lada panjat dan lada perdu bisa menghubungi penulis di hp. 0813 7000 8997. Alamat di Dusun 2 Desa Petatal, Lima Puluh, Batu Bara, Sumut. 

#

Daftar Harga Bibit Tanaman UKM.TANI MUDA

HP/WA 0813 7000 8997

(K = ribu rupiah).

 Aren genjah dan aren dalam, harga sama. Yang membedakan harga, hanya umur.

  • Aren umur 3 bln daun 1 helai harga 3K
  • Aren umur 6 bln daun 2 sd 3 helai harga 5K
  • Aren umur 10 bln daun 4 sd 5 helai tinggi 50 cm harga 8K
  • Aren umur 16 bln tinggi 100 cm up harga 15K.
  • Alpukat aligator 25K
  • Alpukat kendil 25K
  • Alpukat miki 50K
  • Alpukat lebak 25K
  • Pinang betara 4K
  • Pinang Kampung 2,5K
  • Cokelat okulasi 9K
  • Coklat biji 4K
  • Sawo 25K
  • Kemiri 8K
  • Jeruk manis 15K
  • Cengkeh 8K
  • Pala 25 cm 8K
  • Pala 50 cm 12K
  • Durian Musangking 25K
  • Durian Duri Hitam 25K
  • Durian udang merah 25K
  • Durian montong 20K
  • Durian kani 20K
  • Durian bintan 20K
  • Durian bawor 20K
  • Sirsak 8K
  • Nangkadak 25K
  • Jambu air Tong samsi 20K
  • Jambu madu  hijau 20K
  • Jambu kristal merah 25K
  • Jambu kristal putih 20K
  • Duku Palembang 25K
  • Jeruk nipis 8K
  • Nangka sayur 7K
  • Lengkeng mata lada 25K
  • Lengkeng ping pong 20K
  • Rambutan 30K
  • Mangga Harum manis 25K
  • Mangga golek 25K
  • Mangga irwin 50K
  • Mangga red brazil 45K
  • Kuini 25K
  • Jeruk purut 8K
  • Petai Okulasi 35K
  • Gaharu polybag 18. 15K
  • Gaharu polybag 12. 10K
  • Sawit umur 18 bulan 11K
  • Kecambah aren genjah atau aren dalam 1,5K
  • Kecambah sawit dura, tenera atau dampi 1K. 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar