Selasa, 08 April 2014

Pemerintah Kurangi Impor Gandum


TEMPO Interaktif, Trenggalek -Pemerintah bakal mengurangi impor gandum untuk kebutuhan industri. Selain membangun kemandirian tepung nasional langkah ini juga melindungi petani ubi kayu. Saat ini pengurangan impor gandum dari negara pemasok seperti Amerika Serikat dan Australia berangsur-angsur dikurangi.

Hal tersebut untuk menekan masuknya gandum luar negeri serta memacu pertumbuhan tepung dalam negeri. Apalagi diperkirakan kebutuhan tepung nasional akan meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2008 kebutuhan gandum impor masih 5,2 juta ton atau 20 persen kebutuhan nasional, namun tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 5,6 juta ton.

“Perlahan-lahan harus dikurangi,” kata Menteri Pertanian Suswono dalam pencanangan Percepatan Produksi Tepung Kasava dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional di Lapangan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Tengah, Selasa (24/11).

Pengurangan impor ini bisa dilakukan lewat berbagai cara. Salah satunya dengan memperkuat produksi ubi kayu untuk pembuatan tepung kasava. Menurut laporan Direktorat Jenderal Pertanian kemampuan produksi kasava nasional saat ini mencapai 22,7 juta ton per tahun, dengan 22,31 persen di antaranya untuk kebutuhan bahan pangan.

Untuk mendukung program tersebut pemerintah menggandeng pemerintah daerah dalam meningkatkan pertumbuhan kelompok tani produsen tepung ubi kayu. Saat ini terdapat 46 kelompok petani ubi kayu yang tersebar di Indonesia sejak 2007.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Yoso Mihadi, menyatakan siap mendukung kemandirian tepung nasional. Saat ini pemerintah telah mengelola ratusan kelompok tani ubi kayu yang memproduksi tepung kasava. Pemerintah pun bekerja sama dengan peneliti Universitas Jember untuk menciptakan enzim fermentasi tepung kasava. “Kami akan menggeser tepung beras dan gandum,” kata Yoso Mihadi.
HARI TRI WASONO

Sumber :

http://www.kemenperin.go.id/artikel/1412/kode-etik
Tempo Interaktif