Jumat, 07 November 2014

AREN EMAS UNTUK KESEJAHTERAAN

Sekarang saatnya saya sampaikan rahasia menjadi milyader dalam waktu delapan atau sembilan tahun. Ini adalah bisnis pertanian jangka panjang yang fokusnya adalah menanam aren. Ya menanam aren untuk kesejahteraan. Mengapa aren? Berikut rahasianya.

Aren ( arenga pinnata) sesungguhnya adalah pohon emas, yang jika dibudidayakan secara benar akan mengubah nasib bangsa Indonesia. Aren akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dengan berbagai produk yang dihasilkan, mulai dari gula hingga bioethanol. Aren juga mampu menjadi alternative penghasil  energi terbarukan di masa depan.

Satu hektar kebun aren dapat ditanam 333-400 pohon, dengan jarak tanam 5x6 atau 5x5 meter. Katakanlah yang berproduksi dalam satu waktu  200 pohon saja, dan satu pohon meneteskan 10 liter nira, maka dihasilkan 2.000 liter nira perhari. 2.000 liter nira yang dimasak akan menjadi gula aren sebanyak 250 kg. Harga jual gula aren saat ini adalah Rp.20.000/kg. Ini setara dengan uang Rp.5 juta perhari, atau 150 juta perbulan atau Rp 1,8 milyar pertahun, dimulai pada tahun kesembilan. Begitu seterusnya sampai masa produksi aren hingga sekitar usia 15 tahun. Artinya, ada uang sebesar 1,8 M x 7 tahun = Rp.12,6 M/periode tanam selama 15 tahun. Dikurangi biaya investasi dan biaya pekerja serta modal lain-lain sebesar 40%, maka akan ada sisa penghasilan bersih sebesar Rp.7,56 M.

Rp.7,56 M : 15 tahun : 365 hari = Rp.1.380.000 penghasilan bersih perhari dari hasil satu hektar kebun aren yang dibudidayakan secara baik dan intensif.  

Dengan demikian aren sangat menjanjikan untuk menciptakan kesejahteraan rakyat dan negara.

Sekarang tidak perlu berhektar-hektar. Mulai saja dari yang kecil, katakanlah 20 pohon setiap orang. Dalam waktu tujuh atau delapan tahun, ada 10 pohon yang produksi 100 liter perhari maka dapat dihasilkan 300 ribu perhari dari jual nira Rp 3.000 perliter. Kalau dibuat gula dapat menghasilkan 14 kg, kalau sekilogram gula dijual Rp 20.000 maka dapat duit Rp.280.000 . Ini penghasilan perhari dari 10 pohon aren saja!

Bibit aren
Menanam pohon Aren sesungguhnya tidak membutuhkan kondisi tanah yang khusus (Hatta-Sunanto, 1982) sehingga dapat tumbuh pada tanah-tanah liat, berlumur dan berpasir, tetapi aren tidak tahan pada tanah yang kadar asamnya tinggi (pH tanah terlalu asam). Aren dapat tumbuh pada ketinggian 5 – 1.400 meter di atas permukaan laut. Namun yang paling baik pertumbuhannya pada ketinggian 500 – 800 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan lebih dari 1.200 mm setahun atau pada iklim sedang dan basah.
Batang pohon Aren yang baik harus besar dengan pelepah daun yg rimbun Sampai saat ini tanaman Aren yang tumbuh dilapangan dikategorikan dalam 2 aksesi yaitu Aren Genjah (pohon agak kecil dan pendek) dengan potensi produksi nira antara 10 -15 liter/tandan/hari, dan Aren Dalam (pohon besar dan tinggi) dengan potensi produksi nira 20 – 30 liter/tandan/hari. Untuk pohon induk dianjurkan adalah aksesi Dalam.

Isyarat Sunan Bonang
Revolusi aren menjadi emas merahnya rakyat, sesungguhnya telah diisyaratkan oleh Sunan Bonang, salah seorang Walisongo yang hidup pada tahun 1465 – 1525 M di Tuban Jawa Timur. Dalam sebuah legenda, Sunan Bonang hendak dirampok oleh Lokajaya (belakangan berubah menjadi Sunan Kalijaga). Sunan Bonang hanya berkata “ambil saja itu emas bergelantungan” sambil menunjuk buah kolang kaling yang bersinar warna keemasan.

Selama ini tidak ada orang yang mampu menafsirkan apa makna emas dari kolang-kaling aren itu. Selama ini pohon aren hanya diambil kolang-kalingnya pada bulan ramadhan. Ijuknya untuk tali dan atap rumah, batangnya untuk dibuat tepung, dsb.

Baru setelah lima ratus tahun berlalu, para ahli mampu menguak misteri emas kolang kaling aren ini, yakni dari kandungan nira aren itu.

Itulah sebabnya, Ketua Umum HKTI Prabowo Subianto, akan segera mengembangkan bioetanol dalam skala industri, untuk mengatasi krisis energi yang 18 tahun lagi minyak bumi kita akan habis.
Selaku Capres beberapa waktu lalu, Prabowo juga berjanji akan membuka 4 juta hektar kebun aren untuk mengatasi energi, dan yang juga akan menyerap tenaga kerja 24 juta orang. Namun sayang, Prabowo gagal melaju sebagai presiden NKRI yang ke 7, hingga program-program beliau menjadi sulit untuk diwujudkan.

GERTAK 2015
Persoalannya sekarang adalah sosialisasi soal 'emas merah'nya aren masih terbatas sehingga belum mampu menggerakkan petani ataupun pemilik tanah untuk menanam aren. Kedua, masih jarang petani yang membudidayakan bibit sehingga untuk melakukan revolusi aren tidak dapat cepat. Kalaupun ada yang membudidayakan bibit, harganya lumayan mahal. Satu benih kualitas “aren dalam” harganya Rp10 ribu (produksi nira mencapai 20 hingga 30 liter/hari/pohon). Ketiga, dukungan pemerintah juga kurang sehingga gerakan menanam aren mengalami hambatan.

Atas dasar inilah, ada sebuah LSM bernama Komunitas Masyarakat Desa Mandiri (KMDM) sebagai lembaga swadaya masyarakat yang berpusat di Jakarta dan memiliki cabang di Banjarnegara, Kebumen dan Purbalingga, bermaksud menggerakkan warga menanam Aren. Satu desa, minimal ada 40 orang warga menanam Aren di kebunnya, masing-masing menanam sebanyak 20 pohon.

Target utama gerakan ini adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat petani aren. Petani akan mendapatkan nilai tambah aren untuk kesejahteraan setidaknya setiap bulan akan menghasilkan tambahan pendapatan Rp5 juta hingga Rp 6 juta perbulan dari 10 – 20 pohon aren.

Inilah yang dinamakan sebagai Gerakan Tanam Aren Untuk Kesejahteraan (Gertak 2015), yakni sebuah ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa pada tahun 2015, bersamaan dengan target MDGs yang berusaha mengakhiri setengah kemiskinan dunia pada tahun 2015.

Tak perlu khawatir
Jadi untuk kekhawatiran seperti dikatakan Sonik Jatmiko dari Purwokerto, program agribisnis jangka panjang sering ditinggalkan pengurusnya, tidak akan terjadi di sini. Mengapa? Karena ide dasarnya dari masyarakat sendiri. Masyarakat yang perlu meningkat kesejahteraannya, sehingga mereka mau menanam untuk anak cucunya sendiri. Kalaupun tidak ada pabrik gula atau pabrik bio etanol didirikan, mereka secara tradisional dapat membuat gula aren dan gula semut, atau gula aren cair. Mantaf sekali, bukan? MARI BERGABUNG BERSAMA GERTAK 2015, KALAU TIDAK KITA YANG AKAN DIGERTAK OLEH BANGSA LAIN!

Pohon aren yang siap disadap niranya menjadi emas …


*** 

Bila ada yang butuh bibit aren, bisa lihat katalog lengkap produk bibit tanaman kami di :
http://bibitsawitkaret.blogspot.com ini atau hub. HP.0813 7000 8997 dengan Mhd.Isnaini. Harga bibit aren : Rp.1.500/kecambah. Yang siap tanam Rp.4.000/pokok. Varietas dalam dan varietas genjah. Juga ada varietas tinggi. Lokasi di Batu Bara, Sumut.