Minggu, 08 Maret 2015

Pentingnya Aklimatisasi Sebelum Bibit Ditanam



 Seseorang menelepon Bang Pilot dan mengatakan bahwa banyak tanamannya yang baru beberapa hari ditanam, sudah layu dan mati. Ada pun bibit yang ditanamnya berasal dari hasil penangkarannya sendiri. Apa sebab?

Sebabnya hanya satu, yakni bibit yang dibuat di bawah teduhan, lalu tiba-tiba ditanam di lapangan yang plong tanpa pohon pelindung. Dan, tidak disiram dengan cukup.

Jika terlanjur membuat atau membeli bibit siap tanam yang ditangkar di bawah teduhan, hendaknya lakukan dulu proses aklimatisasi (penyesuaian dengan keadaan baru) berikut ini. Terutama jika penanaman dilakukan di daerah dataran rendah yang panas. Atau kebetulan sedang musim kemarau.

1.Begitu bibit turun dari kenderaan pengangkut, taruh di tempat teduh. Siram secukupnya. Biarkan 2 hari.
2.Pindahkan ke tempat yang tak ternaung. Pasang paranet alias jala pengurang intensitas sinar matahari 50%. Pastikan seluruh bagian bibit terlindungi paranet dari sinar langsung matahari mulai pagi hingga petang. Biarkan 2 hari, siram setiap sore dan jam 11 siang.
3.Geser paranet hingga bibit hanya ternaungi mulai jam 10 siang sampai petang. Biarkan 2 hari. Siram setiap sore dan jam 11 siang.
3.Geser lagi paranet hingga bibit hanya ternaungi mulai jam 12 sore hingga petang. Penyiraman sda. Biarkan 3 hari. Geser lagi hingga bibit hanya ternaungi sampai jam 2 siang. Biarkan 3 hari.
4.Buka paranet. Penyiraman masih sda. Biarkan 2 hari.
5.Siram hanya sore hari. Selama 2 hari.
6.Bibit siap ditanam ke lapangan.

Demikian kami uraikan secara singkat tahapan aklimatisasi bibit yang berasal dari teduhan. Jika sulit mendapatkan paranet, maka bisa dibuat para-para beratapkan dedaunan. Kurangi atap dedaunan itu 20% setiap 2 hari. Daun harus habis dalam 5 kali pengurangan, yakni dalam masa 10 hari. Namun, cara terbaik adalah dengan membuat teduhan dasri daun kelapa sawit. Atur teduhan agar hanya melewatkan 40-50 persen cahaya matahari. Lalu biarkan teduhan rontok sendiri.

Semoga bermanfaat.