Minggu, 26 April 2015

Budidaya Aren, Menampung Tetesan Air Kehidupan

Pohon aren sedang berproduksi.

Tandan jantan pohon aren.

Nira aren sedang mengalir, mengisi pundi harap sebuah kehidupan.

***

Pohon aren  aksasi Dalam yang ditanam dengan jarak tanam 4 x 8 dan dirawat dengan baik, akan mulai berproduksi pada umur 7-8 tahun. Panjangnya masa produksi rerata juga selama 7-8 tahun. Artinya, pohon aren akan mati secara otomatis pada umur 14-16 tahun.

Satu pohon aren yang tumbuh di dataran rendah, akan menghasilkan rerata 10 liter nira, yang sesudah dimasak akan menjadi 1,2 kg gula aren. Bila ia tumbuh di datarn tinggi, maka hasilnya bisa dua kali lipatnya.

Menyadap aren untuk dijadikan gula, dilakukan pagi dan sore hari. Dua kali sehari. Setiap hari.




Satu tandan jantan yang disadap, akan habis dalam masa 2,5-4 bulan, tergantung keahlian dan kesabaran si penyadap. Setelah itu biasanya pohon aren akan mengeluarkan tandan baru lagi di bawah tandan lama yg sudah habis disadap. Lamanya sekitar 3 bulan. Karena itulah kami menghitung produksi kebun aren dengan hitungan 50 persen.

Misalkan Anda punya 200 pohon aren dalam lahan seluas 6.400 m2, atau sama dengan 16 rante (1 ha = 25 rante). Perhitungan hasil produksinya menjadi :
200 pohon x 50% x 1,2 kg gula x rp.18.000 = rp.2.160.000/hari.
Dikurangi biaya pekerja dan biaya produksi, maksimal 50% = rp.2.160.000 : 2 = rp.1.080.000/hari, penghasilan bersih.

Maukah Anda berpenghasilan rp.1 juta perhari?
Tanamlah 200 pohon aren.

Bagaimana dengan masa tunggu setelah pohon ini mati nantinya?
Masa tunggu ke dua bisa diminimalisir, caranya adalah dengan menanam kembali aren di sela tanaman lama saat tanaman lama mulai berproduksi. Sistem plant inter planting. Cara ini sudah lama diterapkan di perkebunan kelapa sawit. Dengan cara ini, masa tunggu kedua bisa nihil, atau paling lama cuma setahun.