Minggu, 31 Januari 2016

Cara Praktis Budidaya Singkong Gajah







Membudidayakan singkong gajah (selanjutnya disingkat SG) itu tidaklah sulit, walau pun tidak juga terlalu mudah. Buat mereka yang sudah pernah menanam singkong jenis lain, maka hanya perlu sedikit modifikasi tata cara saja. Karena memang tehnik penanaman SG tidaklah sama dengan singkong biasa, meski tidak berbeda jauh.
Persiapan Lahan
Lahan disemprot dengan herbisida sistemik semisal Roundup, Rambo, Basmilang, dll. Lahan lalu dibajak dengan traktor pertanian besar, dengan diameter parabola cangkul minimal 60 cm. Jadi, kedalaman bajakan minimal 30 cm. Taburkan 10 ton pukan matang/pupuk kompos dan 5 ton dolomit untuk lahan seluas 1 ha.Selang seminggu kemudian, lahan ditraktor sekali lagi.
Penanaman
Potong stek SG sepanjang 20-25 cm. Minimal harus ada 4 calon mata tunas dalam satu stek. Stek yang mata tunasnya terlalu jarang, kurang bagus. Stek sebaiknya tidak terlalu tua atau terlalu muda. Diameter stek antara 1 inchi sd 2 inchi. Stek yang terlalu besar juga kurang bagus. Pemotongan dilakukan dengan gergaji, potongan rata, jangan miring-miring. Bila bagian bawah batang SG sudah lama dipotong,. maka buang dulu sedikit. Titik pemotongan 1-2 cm di bawah mata tunas. Kami memotong stek sebatang-sebatang, agar posisi titik potongan dapat dikontrol. Usahakan agar tidak ada kulit stek yang terkelupas saat dipotong, terutama bagian bawah stek. Rendam sebentar dengan larutan 2% Atonik. Atau 250 ml Atonik dicampur 12,5 liter air.
Tanam stek dengan kedalaman 10 cm. Posisi tegak lurus. Jarak tanam 1x1,5 meter. Lorong yang 1,5 meter membujur Timur-Barat. 1 ha akan ada sekitar 6666 titik tanam. Biasanya lebih sedikit. 
Penanaman dilakukan di awal musim penghujan. Tanaman SG muda rentan kekeringan. Batang tanaman SG juga lambat menua, daunnya lebar-lebar dan lebat, hingga penguapan airnya lebih besar.      
Pemupukan
Umur 1 bulan pupuk dengan NPK Phonska sebanyak 75 gram/batang. Umur 3 bulan dipupuk dengan NPK Phonska 100 gram perbatang, lalu didangir. Pendangiran adalah penyiangan rumput dengan garuk/cangkul, lalu dibumbunkan ke pangkal batang. Usahakan pendangiran dilakukan ketika cuaca cerah.  Umur 5 bulan dipupuk dengan 100 gram Phonska. Jika mau, boleh diaplikasikan pupuk cair via penyemprotan daun.
Penunasan
Umur 2 bulan, lakukan penunasan. Buang tunas yang kurang bagus, tinggalkan yang terbaik 1 batang saja tiap tanaman. Penunasan dilakukan memakai pisau tajam, usahakan agar akar tidak goyah.
Setelah umur 5 bulan, maka tidak ada pekerjaan lagi. Tinggal menunggu panen pada umur 11 bulan. Sebaiknya batang dipotong 30 cm dari tanah seminggu sebelum dicabut.  Hal ini dipercaya akan menambah bobot umbi sebanyak 5-8 persen.
Nah, tidak sulit kan, budidaya singkong gajah? Jika rejeki bagus, hasil umbi segar biasanya ada di kisaran 90-130 ton per hektar. Harga jual saat ini, sampai di pabrik tapioka di Sumut adalah Rp.1.125/kg. Rafaksi (potongan air, kotoran, akar, dll) biasanya 5%. Untuk singkong jenis lain biasanya rafaksinya lebih besar, sampai 10%.    
Kalau Anda membudidayakan SG dengan cara biasa saja, maka hasilnya juga akan biasa saja juga. Jangan Anda pikir mentang-mentang bibitnya adalah bernama singkong gajah, lalu hasilnya pasti akan ‘gajah’ juga. Kalau Anda pelihara gajah beneran tapi kurang makan, maka yang Anda dapatkan adalah seekor gajah mati.
***
Jual bibit singkong gajah asli (merah), harga Rp.800/stek, panjang 25 cm. Lokasi di Petatal, Lima Puluh, Batu Bara, Sumut. Jalan Lintas Medan-Kisaran km 130.HP 0813 7000 8997. Dengan Muhammad Isnaini
alias Bang Pilot.