Sabtu, 26 Maret 2016

Untung Rugi Under Planting Kebun Kelapa Sawit





Under planting atau menanam di bawah tanaman sejenis, dalam usaha peremajaan tanaman yang sudah tua, sekarang mulai jamak dilakukan  oleh para pekebun kelapa sawit. Keuntungannya adalah mengurangi bahkan meniadakan masa tunggu panen. Artinya, ketika tanaman baru sudah mulai berproduksi, barulah tanaman tua dimatikan. Biasanya dengan menyuntikkan herbisida sistemik ke batang sawit tua itu, tentu saja setelah dibor terlebih dahulu. Atau, bisa juga dimatikan dengan cara infus akar. 

Namun, cara under planting sangat tidak disarankan diterapkan pada lahan dengan sejarah serangan jamur ganoderma boninense penyebab penyakit busuk pangkal batang. Mengapa?

Jamur ganoderma termasuk jamur tular tanah. Jamur ini juga adalah jenis jamur yang tak kasat mata. Ia menyebar lewat tanah, air dan sebagian kecil lewat angin. Sporanya, dalam keadaan normal, mampu bertahan di dalam tanah cukup lama. Jika tidak diantisipasi dengan baik, G.boninense dapat menyebabkan kerugian yang besar pada pertanaman kelapa sawit. 

Umumnya, penyakit busuk pangkal batang menyerang kebun kelapa sawit tanaman pertama pada usia di atas 20 tahun, sehingga sering diangap sepele. Jika tidak ditangani dengan serius, maka penyakit mematikan ini akan menyerang tanaman fase kedua pada usia yang lebih muda, 12 hingga 15 tahun. Dan pada fase  penanaman ketiga, G.boninense akan meluluh lantakan tanaman kelapa sawit sejak mulai ditanam.  

Berbagai usaha sudah dilakukan oleh para pekebun kelapa sawit untuk menyembuhkan penyakit busuk pangkal batang. Namun sejauh ini, belum ada yang berhasil. Aplikasi agen hayati anti jamur patogen ini juga tak dapat dikatakan sukses. Sebut saja pengendali hayati semisal jamur gliocladium virens dan trichoderma harzianum. Pada dasarnya, kedua jenis jamur pengendali keganasan G.boninense itu hanya efektif jika diaplikasikan sebagai pencegah, bukan pengobat. 

Karena itulah, fase hidup G.boninense harus diputus. Cara yang jamak dilakukan adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut : mula-mula lahan dibajak dengan traktor, lalu pohon tua ditebang. Batang pohon sawit tua itu lalu dicacah menggunakan alat berat. Kemudian cacahan batang dan lahan dijemur selama minimal tiga bulan. Penjemuran lahan dilakukan selama musim kemarau. Dengan cara ini diharapkan daur hidup cendawan nyeleneh penyebab tumbang tiba-tibanya tanaman kelapa sawit ini dapat terputus.
Untuk mencegah migrasinya G.boninense dari lahan sekitar, maka dilakukan penggalian parit dalam di sekeliling lahan perkebunan. 

Selain usaha mengendalikan jamur itu, tanaman sawit juga harus dijaga kesehatannya. Tanaman yang sehat memang sudah terbukti tidak mudah terserang penyakit. Pemberian dolomit atau kaptan, aplikasi pupuk phospat bermutu baik dan menjaga sanitasi lahan, adalah diantara usaha-usaha yang secara nyata sudah sangat membantu mengatasi serangan ganoderma boninense. 

Kesimpulannya, sistim under planting jika dilakukan pada lahan dengan sejarah serangan ganoderma, maka sama artinya dengan melestarikan keberadaan jamur pembunuh itu.