Sabtu, 27 Desember 2014

Cara Mudah Mengatasi Jamur Fusarium Sp.





Mahkluk halus satu ini memang tak bisa terlihat dengan mata telanjang. Namun kelakuan bejadnya sungguh bisa membuat para petani pusing tujuh putaran. Betapa tidak, jamur jenis ini punya seabrek kemampuan bertahan hidup dan kemampuan merusak yang tak bisa dipandang sebelah mata. 

Sebagai contoh, spora jamur fusarium sp. bisa bertahan selama dua tahun tanpa air. Bisa juga terbang bersama angin melintasi selat bahkan samudera, hingga ia dengan mudah menyebar dari Alaska hingga tengah-tengah gurun Gobi.

Selain itu, bila tanaman sudah terserang fungi ini, kebanyakan fungisida akan tak berdaya. Jangan dikata fungisida alami, fungisida berbahan aktif racun keras saja pun sering dibuat tak berdaya. Deretan merk seram fungisida semisal Dithane45, Bayleton, sampai Benlate yang dipuji-puji para ahli pertanian pun tak jarang keok jika berhadapan dengan jamur sakti ini.

Hebatnya, fusarium sp. dapat melakukan infiltrasi ke dalam kehidupan tanaman bukan hanya melalui akar, tapi juga bisa masuk menyerang dari batang dan daun. Masa inkubasinya yang lumayan lama, menyebabkan gejala baru kelihatan saat penyakit sudah pada stadium akut.  Dan kalau sudah begini, saya cuma bisa geleng-geleng kepala.

Hebatnya lagi, fusarium sp. ini biasa menyerang tanaman mulai dari persemaian benih hingga tanaman keras yang sudah berumur puluhan tahun. Dan, hampir semua jenis tanaman bisa terjangkit penyakit olehnya. Sebut saja kelapa sawit, karet, aren, gaharu, asam gelugur, singkong, kentang, cabai, manggis, jeruk-jerukan, ubi jalar dll...dll.

Lalu, apa yang bisa dilakukan? Jawabnya : pencegahan.

Bagaimana cara mencegahnya?

Antara lain dengan aplikasi dolomite.

Pupuk tinggi magnesium berbahan baku batu kapur ini memang tak disukai oleh jamur apapun. Aplikasikanlah dolomite pada lahan yang diduga ada menyimpan potensi jamur ini paling tidak 15 hari sebelum penanaman. Dolomite bisa ditabur sebelum atau sesudah pengolahan tanah. Dolomite juga bisa dicampurkan kedalam air siraman.

Selain membantu mencegah serangan jamur, dolomite juga berfungsi untuk menetralkan PH tanah yang terlalu asam. Semakin asam tanah, maka dibutuhkan dolomite yang makin banyak. Secara umum, dibutuhkan 2-3 ton dolomite untuk menaikkan PH tanah seluas 1 hektare sebanyak 1 angka. Misalnya, tanah satu hektar ber PH 4,5 akan naik menjadi PH 5,5 setelah diaplikasikan dolomit sebanyak 3 ton.

Dolomite juga membantu memperbaiki unsur hara tanah, serta memulihkan tanah yang sudah teracuni aluminium, nitrogen, amonium atau kalsium akibat seringnya penggunaan pupuk kimia.


Tips : sebaiknya pakai super dolomite yang butirannya paling halus dengan tingkat kelarutan dalam air 95% atau lebih. Dolomite yang begini harganya di tingkat pengecer di kawasan kabupaten Batu Bara, Sumut : Rp.45.000/sak @50kg.

Penambahan bubuk belerang (sulphur) akan baik sekali untuk memerangi jamur yang merugikan. Sebenarnya, sulphur juga terdapat di dalam pupuk ZA, sekitar 21%. Karena itu, pertimbangkanlah untuk mengganti aplikasi pupuk urea dengan pupuk ZA.