Selasa, 16 Juli 2013

Cara Mengetahui Kesuburan Tanah Pertanian

Kesuburan tanah sangat penting bagi keberhasilan petani dalam bercocok tanam. Sebab, hampir semua tanaman sangat membutuhkan unsur hara yang baik lagi cukup agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Hanya tanaman kaktus dan sedikit tanaman lainnya yang masih bisa tumbuh dengan baik pada tanah yang tandus lagi kering.

Kesuburan tanah bergantung kepada banyak hal, termasuk usia pemakaian tanah. Tanah yang sudah sering digunakan untuk bercocok tanam, akan lebih miskin dari pada tanah yang baru dibuka.
Untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah bukanlah hal yang mudah. Sebuah uji laboratorium harus dilakukan terhadap contoh-contoh tanah yang diambil dari beberapa lokasi tanah yang akan diketahui tingkat kesuburannya.Dan, hal ini bukanlah hal yang mudah dijangkau oleh para petani di pelosok daerah.

Secara sederhana, ada beberapa cara untuk mengetahui kesuburan tanah. Yang pertama adalah dengan menanam jagung pada tanah itu. Pertumbuhan jagung adalah indikator yang sangat baik dan akurat untuk mengukur kemudian menunjukkan tingkat kesuburan tanah.

 Cara kedua ialah dengan memperhatikan rerumputan, termasuk ilalang, yang tumbuh di atas tanah itu. Jika rumput dapat tumbuh denga subur hijau royo-royo, maka berarti tanah itu subur. Bila rumput tumbuh subur sedangkan tanaman tidak subur, maka yang kurang biasanya hanyalah air. 

Cara ketiga adalah dengan menggunakan sebuah alat hasil rakitan Maspari. Alat ini menggunakan sistem kelistrikan yang sederhana. Asas kerjanya adalah bahwa tanah yang subur mengandung banyak mineral dan unsur hara, sehingga merupakan penghantar listrik yang baik. Sedangkan tanah yang tandus hanya sedikit atau tidak menghantarkan listrik sama sekali.

Alat penguji kesuburan tanah ini dijual dengan harga sangat murah, hanya rp.70.000 per unitnya. Penulis sendiri tidak mengenal Maspari secara langsung, namun beliau meninggalkan nomor hapenya di Gerbang Pertanian, yakni 0812 2630 297.

Bagi petani kecil yang tanahnya kurang subur, sangat disarankan untuk memupuk tanahnya dengan sistim benam. Galilah tanah enam atau delapan lubang sekitar rumpun tanaman, dalamnya scukup secangkulan saja, masukkan pupuk, lalu tutup kembali. Cara ini akan sangat menghemat pupuk, terutama pupuk urea, ZA atau KCL yang sangat mudah menguap bila terkena panas, atau hanyut bila terkena hujan deras.

Selain itu, janganlah mencampur pupuk yang bersifat asam dengan yang bersifat garam dan/atau bersifat basa. Karenanya, taruhlah pupuk yang berlainan jenis pada lubang yang berbeda.

Demikianlah kami sampaikan sedikit tentang cara mengetahui tingkat kesuburan tanah secara sederhana. semoga dapat berguna bagi petani kecil Indonesia.
Salam tani.

READY STOCK : BIBIT SAWIT RP.900/BUTIR KECAMBAH,
BIBIT KARET RP.500/BUTIR.
BIBIT AREN UMUR 6 BULAN SIAP TANAM RP. 4.000/POKOK,
UMUR 2 BULAN SIAP KIRIM RP.1.500/BATANG.

 HP. 0813 7000 8997. DENGAN MUHAMMAD ISNAINI.
.